Telset.id – Kekecewaan terhadap ketersediaan dan harga Valve Steam Machine mendorong para kreator untuk menciptakan alternatif sendiri. Kini, hadir Terk Box v1.1, sebuah proyek kolaborasi antara Jacob Terkelsen, eks kontributor Tom’s Hardware yang kini bekerja di AMD, dengan penggemar 3D printing bernama 3DCatt. Desain ini disebut-sebut sebagai alternatif paling mendekati Steam Machine asli, baik dari segi bentuk maupun semangatnya.
Proyek yang di-spot oleh Hackaday ini hadir di tengah maraknya pembuatan alternatif Steam Machine oleh berbagai pihak. Terk Box v1.1 menawarkan pendekatan DIY (Do It Yourself) yang memungkinkan pengguna merakit sendiri konsol gaming bergaya Steam Machine dengan komponen PC modern.
Jacob Terkelsen mengumumkan penyelesaian proyek ini melalui media sosial pada 24 Juni 2026. “Ini dia, Terk Box v1.1. Saya bekerja dengan desainer untuk perbaikan ke depannya, tetapi untuk revisi besar pertama, dia sudah ‘lengkap’,” tulis Terkelsen. Ia menambahkan bahwa ventilasi belakang telah ditambah agar RTX 5060 tidak lagi kekurangan aliran udara.
Bagi pemilik printer 3D, file sumber untuk Terk Box v1.1 tersedia di Printables.com dengan lisensi Creative Commons. Di sana, pengguna bisa menemukan daftar komponen, termasuk berbagai sekrup, kabel riser, dan bagian lainnya yang diperlukan. File .STL juga disertakan untuk dicetak sendiri.
Meski menawarkan fleksibilitas, Terk Box v1.1 memiliki beberapa keterbatasan. 3DCatt menyebutkan bahwa panjang maksimal GPU yang bisa muat adalah sekitar 180mm. Beberapa pengguna juga melaporkan kesulitan memasang GPU mereka, terutama karena kabel riser PCIe yang direkomendasikan ternyata tidak cukup panjang untuk model GPU tertentu.
Terkelsen sendiri menggunakan kartu grafis RTX 5060 Low Profile (LP) dalam bikinannya. Ia juga meminta ruang lebih untuk kipas casing depan 140mm, serta beberapa penyesuaian lainnya. Dimensi Terk Box v1.1 saat ini adalah 167 x 168 x 225mm, sedikit lebih besar dari Steam Machine resmi yang berukuran 152 x 162 x 156mm.
Baca Juga:
Beberapa kompromi lain yang terlihat adalah posisi soket CPU yang kurang ideal terhadap PSU (Power Supply Unit). Namun, baik 3DCatt maupun Terkelsen telah mengisyaratkan akan ada penyempurnaan menuju versi v1.2. Mereka tidak lagi terpaku pada bentuk kubus ketat seperti Steam Machine asli, sehingga lebih leluasa dalam pengembangan.
Dari segi biaya, merakit Terk Box v1.1 sendiri mungkin tidak akan menjadi pilihan yang paling ekonomis. Keterbatasan komponen dan kebutuhan akan printer 3D membuat harga DIY-nya cukup tinggi. Meski demikian, proyek ini sangat relevan bagi para penggemar 3D printing dan PC DIY yang ingin berkontribusi dengan saran, modifikasi, dan remix.
Sementara itu, isu tentang rekrutmen engineer di era AI juga menjadi perbincangan hangat. Proyek seperti Terk Box ini membuktikan bahwa kreativitas dan keterampilan teknis engineer masih sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadirkan solusi inovatif di tengah keterbatasan produk komersial.
Secara keseluruhan, Terk Box v1.1 adalah desain yang sangat dekat dengan semangat dan ukuran Steam Machine asli, meski masih dalam tahap pengembangan. Proyek ini menunjukkan bahwa komunitas DIY mampu menciptakan alternatif yang menarik ketika produk resmi sulit dijangkau.
Bagi yang tertarik, file desain sudah tersedia secara gratis. Namun, perlu diingat bahwa proyek ini membutuhkan kesabaran dan keterampilan teknis untuk merakitnya. Tidak seperti proyek perusahaan besar, Terk Box adalah murni inisiatif komunitas yang mengedepankan semangat berbagi dan kolaborasi.
Ke depannya, kita mungkin akan melihat lebih banyak lagi alternatif Steam Machine dari para kreator. Dengan keterbukaan file desain dan lisensi Creative Commons, inovasi semacam ini bisa terus berkembang dan diadaptasi oleh komunitas global.





Komentar
Belum ada komentar.