📑 Daftar Isi

Router Wi-Fi 8 TP-Link Archer 9 Ultra dan Deco 8 Ultra yang diluncurkan di IFA 2026 dengan desain minimalis modern

TP-Link Rilis Router Wi-Fi 8 Pertama di IFA 2026, Ini Spesifikasinya

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • TP-Link meluncurkan router Wi-Fi 8 pertama di dunia pada IFA 2026, terdiri dari Archer 9 Ultra (router standalone) dan Deco 8 Ultra (mesh system)
  • Archer 9 Ultra: kecepatan tri-band 19Gbps, 18 antena, jangkauan hingga 3.600 kaki persegi, port 10 Gbps
  • Deco 8 Ultra: kecepatan tri-band 22Gbps (19Gbps Eropa), paket 3 unit mencakup 9.800 kaki persegi, mendukung 200+ perangkat
  • Teknologi StabilityEngine mencakup DSO, NPCA, ELR, dan DRU untuk stabilitas koneksi dan manajemen interferensi
  • Preorder Archer 9 Ultra dibuka 30 September di wilayah tertentu, Deco 8 Ultra menyusul Q1 2027
  • Harga resmi belum diumumkan; TP-Link belum mendapat persetujuan FCC untuk pasar AS
  • Wi-Fi 8 masih berstatus draft, perangkat pendukung baru hadir tahun depan, namun backwards compatible dengan Wi-Fi 7

Telset.id – TP-Link resmi memperkenalkan jajaran router Wi-Fi 8 pertama di dunia pada ajang IFA 2026. Dua model yang diluncurkan adalah Archer 9 Ultra sebagai router tradisional dan Deco 8 Ultra sebagai sistem mesh Wi-Fi. Keduanya dibangun di atas platform StabilityEngine milik TP-Link yang dirancang untuk meningkatkan keandalan koneksi.

Kehadiran router Wi-Fi 8 ini menjadi tonggak penting karena menandai transisi dari Wi-Fi 7 yang sudah lebih dulu populer. Meski tidak menawarkan lonjakan kecepatan teoretis yang signifikan dibanding pendahulunya, Wi-Fi 8 disebut lebih fokus pada peningkatan kualitas koneksi secara keseluruhan, terutama untuk perangkat yang berada di area pinggiran jangkauan sinyal.

Spesifikasi Archer 9 Ultra dan Deco 8 Ultra

Archer 9 Ultra hadir sebagai router tri-band dengan kecepatan agregat hingga 19Gbps. Perangkat ini dibekali 18 antena internal yang mampu menjangkau area seluas 3.600 kaki persegi di rumah, atau sekitar 3.000 kaki persegi untuk pasar Eropa. Sementara itu, Deco 8 Ultra merupakan sistem mesh tri-band yang mendukung pita 6GHz dengan kecepatan hingga 22Gbps, atau 19Gbps untuk versi Eropa.

Paket tiga unit Deco 8 Ultra diklaim mampu menutupi area rumah hingga 9.800 kaki persegi dan mendukung lebih dari 200 perangkat sekaligus. Untuk konektivitas kabel, kedua perangkat ini menyediakan port 10 Gbps, meski belum dijelaskan secara rinci apakah port tersebut mencakup WAN dan LAN atau hanya salah satunya.

TP-Link menekankan tiga keunggulan utama dari router Wi-Fi 8 ini. Pertama, keandalan yang lebih baik saat banyak perangkat terhubung secara bersamaan. Kedua, kemampuan yang lebih baik dalam mengatasi interferensi dari jaringan lain atau perangkat elektronik di sekitar. Ketiga, kualitas koneksi nirkabel yang lebih stabil di area tepi jangkauan sinyal.

Teknologi Dynamic Sub-band Operation (DSO) dan Non-Primary Channel Access (NPCA) menjadi kunci dalam pengelolaan lalu lintas data. DSO memastikan setiap perangkat yang terhubung mendapatkan porsi bandwidth yang sesuai kebutuhan, sehingga sisa kapasitas bisa digunakan untuk aktivitas lain. Sementara NPCA membuka kanal kedua ketika kanal utama mulai padat. TP-Link menggambarkan fitur ini sebagai cara memberikan “jalur cepat” bagi setiap perangkat.

Selain itu, terdapat fitur Enhanced Long Range (ELR) dan Distributed Resource Units (DRU) yang memperkuat sinyal di area pinggiran jangkauan. TP-Link menjelaskan bahwa ELR memperluas jangkauan efektif router, sedangkan DRU memusatkan daya uplink perangkat ke pita yang lebih sempit sehingga sinyalnya tetap terdengar jelas dari jarak jauh. Unggahan data, panggilan video, dan feed kamera pengawas disebut tetap stabil di area yang sebelumnya sering mengalami gangguan.

Desain Baru dan Ketersediaan

Selain aspek teknis, TP-Link juga memperkenalkan bahasa desain baru untuk lini Archer 8 dan Deco 8. Kedua router ini mengusung tampilan minimalis dan modern agar tidak perlu disembunyikan di dalam lemari atau di balik meja. Gary Chang, Lead Industrial Designer di TP-Link, mengatakan bahwa perusahaan berhenti membangun sekadar perangkat jaringan dan mulai mendesain untuk kebutuhan rumah.

“Ketika desain router menjadi sesuatu yang ingin dipajang orang, perangkat itu justru akan ditempatkan di posisi yang paling optimal untuk performanya,” ujar Gary Chang.

Soal ketersediaan, TP-Link membuka preorder untuk Archer 9 Ultra pada 30 September di wilayah tertentu. Namun, perusahaan belum mengumumkan harga resmi untuk kedua produk ini. Sementara itu, Deco 8 Ultra baru akan tersedia pada Q1 2027. TP-Link juga berencana memperluas portofolio Wi-Fi 8-nya pada Q2 2027 dengan menghadirkan router travel Roam 8, range extender, serta adapter klien PCIe dan USB.

Perlu dicatat bahwa terdapat perbedaan penamaan produk antara satu sumber dengan sumber lainnya. Sebagian menyebut router standalone ini sebagai Archer 9 Ultra, sementara sumber lain menyebutnya Archer 8 Ultra BN19000. Keterangan ini berbeda-beda tergantung wilayah dan strategi pemasaran TP-Link.

Untuk chipset, TP-Link mengonfirmasi bahwa produk Wi-Fi 8-nya akan menggunakan hardware dari Broadcom, MediaTek, dan Qualcomm. Namun, perusahaan belum merinci chipset spesifik yang digunakan pada masing-masing model.

Satu hal yang masih menjadi tanda tanya adalah ketersediaan produk ini di pasar Amerika Serikat. TP-Link belum mendapatkan persetujuan FCC untuk merilis produk baru di negara tersebut. Berbeda dengan kompetitor seperti Amazon dan Netgear yang sudah menerima persetujuan bersyarat dari FCC Covered List, pemerintah AS masih belum memberikan lampu hijau bagi TP-Link.

Wi-Fi 8 sendiri masih berstatus draft dan belum difinalisasi. Perangkat seperti smartphone dan laptop dengan dukungan Wi-Fi 8 diperkirakan baru akan hadir tahun depan, dan jumlahnya pun diprediksi masih terbatas. Meski demikian, router Wi-Fi 8 tetap kompatibel dengan perangkat Wi-Fi 7 atau generasi sebelumnya karena standar baru ini sepenuhnya backwards compatible.

Menariknya, sebagian teknologi manajemen lalu lintas dan reduksi interferensi pada router Wi-Fi 8 tetap memberikan manfaat bagi perangkat yang belum mendukung standar tersebut. Artinya, pengguna yang membeli router ini sekarang tetap merasakan peningkatan kualitas koneksi meski perangkat mereka masih menggunakan Wi-Fi 7 atau lebih lama.

Dengan kata lain, membeli router Wi-Fi 8 saat ini lebih merupakan langkah future-proofing daripada kebutuhan mendesak. Pengguna yang ingin bersiap menghadapi era Wi-Fi 8 bisa mulai mempertimbangkan router terbaru dari TP-Link ini. Sementara itu, bagi yang masih ragu, menunggu hingga ekosistem perangkat Wi-Fi 8 lebih matang bisa menjadi pilihan yang lebih bijak.

Kehadiran router Wi-Fi 8 dari TP-Link ini menunjukkan bahwa industri networking bergerak maju meski standar resminya belum final. Dengan fokus pada stabilitas koneksi dan desain yang lebih menarik, TP-Link mencoba menjawab dua kebutuhan sekaligus: performa andal dan estetika rumah modern. Bagi pengguna yang tinggal di rumah besar dengan banyak perangkat terhubung, teknologi seperti router mesh tambahan bisa menjadi solusi yang layak dipertimbangkan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.