Telset.id – Industri chassis PC tengah mengalami pergeseran desain yang signifikan. Produsen kini berlomba menghadirkan chassis PC floating, sebuah pendekatan baru yang tidak hanya mempercantik tampilan tetapi juga menjawab tantangan pendinginan komponen terpanas: kartu grafis (GPU). Desain ini menjadi sorotan utama di Computex 2026, di mana sejumlah merek besar memamerkan inovasi terbaru mereka.
Fenomena ini muncul seiring populernya casing panoramic yang sering disebut fish-tank case. Penggunaan kaca yang ekstensif menggantikan panel mesh konvensional memaksa para produsen mencari cara baru untuk mengalirkan udara. Solusinya adalah dengan menaikkan chassis utama atau menciptakan celah di bagian bawah, memberikan efek visual seolah-olah casing melayang di atas dudukannya.
Desain Floating dari Berbagai Produsen
Salah satu contoh paling menonjol adalah Cougar CFV235. Casing ini memisahkan kabin PSU dari chamber komponen utama, menyisakan ruang terbuka di antara keduanya. Ruang tersebut menjadi bagian dari estetika sekaligus jalur ventilasi. Tom’s Hardware menyoroti desain 270-degree airflow-nya, di mana udara dapat masuk dari berbagai arah ke bagian floating tersebut.
Pendekatan berbeda ditunjukkan oleh DarkFlash Floatron F1. Casing ini menggantung chassis utama di atas dudukan yang diperpanjang, menarik udara masuk melalui bagian bawah dan samping. Desainnya menuai perhatian di Computex 2026, bahkan PC Gamer menggambarkannya sebagai “sort of ugly but also sort of neat” atau terkesan aneh namun tetap menarik.

MSI turut meramaikan tren ini dengan MPG VIXTA 300R Airflow PZ yang menampilkan bagian tersembunyi setinggi 75mm di bawah chassis utama. PC Gamer menyoroti “innovative floating base design”-nya yang memberikan ruang lebih besar bagi udara masuk. Sementara itu, Hyte memperkenalkan Y50 RGB dengan floating base dan stepped internal floor, yang disebut Tom’s Hardware memiliki harga relatif terjangkau—menandakan gaya ini mulai merambah ke segmen casing yang lebih ekonomis.
Manfaat Praktis untuk Pendinginan GPU
Ruang kosong di bawah casing bukan sekadar elemen dekoratif. Area tersebut dirancang khusus sebagai bagian dari jalur intake udara. GPU normalnya berada di bagian bawah casing, sehingga udara yang lebih dingin masuk dari bawah dapat langsung dialirkan menuju kartu grafis. Hal ini menjadi krusial mengingat GPU kelas atas seperti Nvidia GeForce RTX 5090 memiliki total graphics power rating hingga 575W.
Pengujian oleh PC Gamer dan Tom’s Hardware mendukung efektivitas pendekatan ini. PC Gamer memberikan nilai 80% untuk Corsair Frame 4500X dalam review-nya dan menemukan bahwa penambahan tiga fan bawah menurunkan suhu GPU hingga 4°C. Tom’s Hardware juga memuji Montech HS02 Pro yang berfokus pada pendinginan GPU, menghasilkan suhu GPU terbaik di antara empat casing yang diuji pada tingkat kebisingan yang sama.
Namun, ada catatan penting. Layout yang berfokus pada GPU terbukti kurang efektif dalam mendinginkan CPU berpendingin udara. Hasil akhir tetap bergantung pada desain keseluruhan casing, kecepatan fan, filter debu, radiator, dan obstruksi internal lainnya.
Baca Juga:
Alternatif Raised-Base dan Layout Lainnya
Produsen lain memilih pendekatan yang lebih sederhana dengan menaikkan seluruh chassis menggunakan stand atau kaki khusus. Phanteks Evolv X2 menawarkan kaca melingkar dengan base yang dinaikkan untuk mendukung layout airflow bottom-to-top. Tryx Luca L70 menggunakan base berbentuk X setinggi 40mm untuk menambah jarak dari lantai, sementara versi lebih kecilnya, Luca L50, memiliki braket fan bawah yang bisa diatur miring.
Selain desain floating dan raised-base, banyak produsen merombak tata letak internal tanpa menaikkan casing. Memindahkan PSU ke chamber terpisah, ke depan, atau ke atas memberikan kebebasan lebih untuk memanfaatkan area bawah bagi pendinginan. Antec Constellation C8 ARGB dan Corsair Air 5400 menggunakan chamber khusus untuk PSU, sementara Antec Flux M dan Okinos Air Cross memindahkan PSU ke depan untuk membuka area intake besar di bawah GPU.

Pendekatan top-mounted PSU juga semakin populer, seperti pada Fractal Design Torrent Compact dan Hyte X50 yang menggunakan kanopi PSU di atas untuk membuka area lantai bagi apa yang disebut Hyte sebagai Cold-Floor Cooling. Bahkan Lian Li O11 Dynamic Mini V2 memiringkan mount fan bawahnya hingga 10 derajat untuk mengarahkan udara langsung ke GPU.
Tren ini menunjukkan pergeseran besar dalam industri casing PC. Produsen tidak lagi hanya fokus pada estetika, tetapi secara serius merancang ulang bagian bawah chassis untuk mengoptimalkan aliran udara menuju GPU. Baik melalui desain floating yang mencolok, raised-base yang praktis, maupun relokasi PSU yang inovatif, tujuan akhirnya sama: menjaga komponen terpanas tetap dingin.





Komentar
Belum ada komentar.