Telset.id – UK Games Expo (UKGE), konvensi tabletop gaming terbesar di Inggris, resmi menerbitkan kebijakan baru yang melarang game dan produk lain yang sebagian besar dibuat menggunakan AI untuk tampil di area pameran. Organizer menegaskan bahwa exhibitor yang menampilkan atau menjual produk hasil AI wajib menariknya, dan jika menolak, booth mereka bisa ditutup hingga dilarang ikut serta di UKGE pada masa mendatang.
Kebijakan ini tertuang dalam UK Games Expo AI Policy yang baru diterbitkan. Dalam dokumen tersebut, UKGE menyatakan pihaknya mendukung karya orisinal dari desainer, publisher, seniman, ilustrator, dan penulis manusia. Karena itu, seluruh produk yang dipamerkan, ditampilkan, atau dijual diwajibkan dibuat oleh manusia dengan keterampilan mereka sendiri.
Aturan ini menyasar produk yang dibuat atau dihasilkan sepenuhnya maupun sebagian besar melalui penggunaan tools dan program AI. Cakupannya tidak terbatas pada art dan teks yang digunakan dalam segala bentuk tabletop game beserta produk dan aksesori terkait, item kerajinan, karya seni, pakaian, hingga buku fiksi dan non-fiksi.

Satu-satunya pengecualian yang dicantumkan organizer adalah penggunaan computerized tools untuk spell checking, penyuntingan minor, serta membantu produksi atau aksesibilitas. Dengan kata lain, AI yang dipakai sekadar untuk koreksi ejaan dan penyuntingan ringan masih diperbolehkan, tetapi bukan untuk menghasilkan karya utama.
Tekanan Hukum terhadap Perusahaan AI
Kebijakan UKGE muncul di tengah gelombang gugatan hak cipta yang menghadapi banyak perusahaan teknologi AI besar. Legal filing dalam gugatan The New York Times terhadap Microsoft dan OpenAI mengungkap bahwa seorang director dari OpenAI menyebut AI scraping sebagai “the largest theft of labor in human history”.
Sementara itu, Anthropic sepakat menyelesaikan gugatan class action senilai $1,5 miliar yang diajukan penulis atas tuduhan penggunaan buku bajakan untuk melatih Claude. Meta juga dituduh melakukan torrenting hampir 82TB buku bajakan untuk melatih model AI-nya, sedangkan Nvidia diduga berupaya membuat kesepakatan dengan Anna’s Archive demi mendapatkan akses cepat ke buku bajakan.
Rangkaian insiden tersebut membuat banyak seniman dan penulis merasa karya mereka terancam oleh AI. Mereka juga berargumen bahwa mereka digantikan oleh algoritma ini, yang berujung pada pasar kerja yang semakin ketat bagi banyak pekerja kreatif.
Baca Juga:
Kontroversi dan Pergeseran Sikap UKGE
UKGE sendiri sebelumnya menghadapi kontroversi setelah mempromosikan sebuah tabletop game yang sebagian besar dibangun menggunakan AI. Organizer menghadapi backlash di dunia online, yang semakin membesar setelah diketahui bahwa komentar-komentar negatif disembunyikan atau dihapus.
Pengumuman kebijakan baru ini menandai pergeseran signifikan dalam cara UKGE menangani penggunaan AI di tabletop game. Langkah tersebut menempatkan UKGE di antara sejumlah organisasi yang semakin banyak menerapkan pembatasan terhadap konten yang dihasilkan AI.
Bagi exhibitor, kebijakan ini berarti setiap produk yang dibawa ke lantai pameran harus benar-benar merupakan hasil karya manusia. Pelanggaran terhadap aturan tersebut tidak hanya berdampak pada penarikan produk, tetapi juga berpotensi berujung pada penutupan booth dan larangan berpartisipasi di UKGE pada masa depan.
Kebijakan UKGE ini menjadi sinyal bahwa penyelenggara acara mulai mengambil sikap tegas terhadap konten AI, sejalan dengan meningkatnya kekhawatiran publik mengenai hak cipta dan keberlanjutan profesi kreatif. Seperti halnya langkah yang diambil pelaku industri lain, aturan ini menegaskan bahwa karya orisinal manusia tetap menjadi standar utama di ajang pameran tabletop gaming terbesar di Inggris tersebut.
Perkembangan ini juga relevan bagi pelaku industri gaming yang mengikuti dinamika kebijakan konten, termasuk mereka yang menyimak bagaimana platform dan penyelenggara acara menyikapi teknologi baru. Bagi pengunjung dan exhibitor, kebijakan UKGE menjadi acuan penting sebelum membawa atau membeli produk di ajang tersebut.
[WIDGET_PLACEHOLDER_UKGE]





Komentar
Belum ada komentar.