📑 Daftar Isi

Pengguna Windows 11 kesal menghadapi bug audio setelah update September

Update Windows 11 Rusak Audio, Microsoft Cari Solusi

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Update Windows 11 edisi September merusak audio pada perangkat USB Audio Class 1.0
  • Panel Sound di Settings jadi tidak responsif, mikrofon juga terdampak
  • Bug File History dan GPU turut dilaporkan pengguna
  • Microsoft belum memberikan estimasi waktu perbaikan
  • Solusi sementara: ubah output audio ke stereo atau hapus update

Telset.id – Update Windows 11 edisi September dilaporkan merusak fungsi audio pada sejumlah PC. Microsoft mengakui bug ini melalui Windows release health dashboard, di mana perangkat dengan USB Audio Class 1.0 berpotensi gagal memulai atau memproduksi suara sama sekali. Bagi pengguna yang bergantung pada perangkat ini untuk bekerja maupun hiburan, gangguan ini menjadi masalah serius karena tidak hanya membungkam speaker, tetapi juga berpotensi melumpuhkan mikrofon.

Bug pada update Windows 11 ini bukan sekadar gangguan kecil. Selain audio yang hilang, panel Sound di aplikasi Settings dilaporkan menjadi tidak responsif. Kondisi tersebut menyulitkan pengguna saat mencoba melakukan troubleshooting mandiri. Microsoft menyatakan tengah mengupayakan perbaikan, namun belum ada estimasi waktu kapan tambalan akan tersedia.

Menurut laporan Windows Latest, pengguna dapat memeriksa apakah perangkatnya terdampak melalui Device Manager. Jika pengontrol suara menampilkan kode error ‘code 10’ dengan pesan “this device cannot start”, maka perangkat tersebut kemungkinan besar terkena bug ini. Gejala ini menegaskan bahwa masalahnya bukan pada speaker fisik, melainkan pada level perangkat lunak dan driver.

Dampak Luas dari Update Windows 11

Masalah audio hanyalah salah satu dari rangkaian gangguan yang menyertai update Windows 11 edisi September. Pengguna juga melaporkan kendala pada GPU serta fitur File History yang gagal berfungsi. File History merupakan kemampuan untuk mencadangkan file ke drive eksternal, sehingga kegagalannya berisiko bagi pengguna yang mengandalkan fitur tersebut untuk perlindungan data. Menariknya, bug File History ini belum diakui secara resmi oleh Microsoft.

Microsoft menjelaskan bahwa bug audio dapat muncul dalam bentuk yang berbeda-beda. Suara mungkin masih terdengar saat menggunakan mode stereo standar, tetapi bisa menghilang ketika beralih ke pemutaran multichannel. Karena itu, pengguna disarankan memeriksa pengaturan output audio dan mengembalikannya ke stereo jika sedang menggunakan mode pemutaran lain. Langkah sederhana ini terkadang cukup untuk memulihkan suara.

Windows Latest juga mencatat bahwa perangkat audio nirkabel tampaknya tidak terdampak oleh bug ini. Jika penyesuaian output tidak membuahkan hasil, opsi lain adalah menghapus update September. Namun, langkah tersebut memiliki konsekuensi tersendiri karena pengguna akan kehilangan patch keamanan yang disertakan dalam pembaruan tersebut.

Respons pengguna di Reddit menunjukkan kekecewaan terhadap kualitas pembaruan Windows 11. Sejumlah pengguna mengaitkan munculnya bug dengan meningkatnya penggunaan AI dalam pengodean sistem operasi desktop. Salah satu komentar menyebut, “And they wonder why people don’t want to move from Windows 10.” Komentar lain menambahkan, “Microslop can keep vibe coding all they want, I’m already on Linux.” Kritik ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas terhadap arah pengembangan Windows 11.

Sebagai perbandingan, Windows 10 dinilai lebih stabil karena Microsoft tidak lagi menambahkan fitur baru atau mengubah basis kode secara signifikan. Sistem operasi tersebut kini hanya menerima perbaikan keamanan dan pembaruan esensial. Meski demikian, Windows 10 tetap tidak kebal terhadap gangguan teknis.

Langkah Sementara bagi Pengguna

Hingga perbaikan resmi tersedia, pengguna Windows 11 yang mengalami masalah audio dapat mencoba beberapa langkah. Pertama, periksa pengaturan output audio dan pastikan perangkat berada pada mode stereo. Kedua, cek Device Manager untuk melihat apakah ada kode error pada pengontrol suara. Ketiga, pertimbangkan untuk menghapus update September jika gangguan dinilai terlalu mengganggu, dengan catatan kehilangan patch keamanan.

Microsoft sendiri menyatakan, “We are working on a resolution and will update this documentation when more information is available.” Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa perusahaan menyadari masalahnya, tetapi belum bisa memastikan kapan solusinya akan dirilis. Bagi pengguna yang terdampak, kesabaran dan pemantauan berkala pada dokumentasi resmi Microsoft menjadi langkah paling masuk akal untuk saat ini.

Masalah ini menambah daftar panjang bug yang menyertai pembaruan Windows 11. Sebelumnya, terdapat pula laporan mengenai aplikasi Bing Wallpaper yang menampilkan iklan Harry Potter, serta berbagai kendala lain yang membuat sebagian pengguna ragu bermigrasi dari Windows 10. Bagi Microsoft, mempercepat perbaikan bug audio dan File History menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan pengguna terhadap ekosistem Windows 11.

Dengan sifat masalah yang cukup luas dan belum adanya jadwal perbaikan yang jelas, pengguna Windows 11 disarankan untuk lebih berhati-hati sebelum menerapkan pembaruan besar berikutnya. Memantau kanal resmi Microsoft dan komunitas pengguna dapat membantu mengantisipasi potensi gangguan serupa di masa mendatang.

[IMG]
Angry woman using a Windows 11 laptop at a desk

[IMG]
Annoyed Windows 11 user

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.