📑 Daftar Isi

Ilustrasi jaringan seluler dan menara telekomunikasi di kawasan perkotaan London

VodafoneThree: Aturan Infrastruktur London Rugikan £2,7 Miliar per Tahun

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • VodafoneThree sebut NTQ rugikan London £7,4 juta per hari atau £2,7 miliar per tahun
  • NTQ beri operator hanya 18 bulan, sementara penggantian situs butuh 5 tahun
  • Selisih 3,5 tahun jadi inti keluhan terhadap aturan perencanaan
  • Satu dari lima high street London alami functional not-spot
  • Hingga 60 stasiun rail dan Underground berpotensi terdampak NTQ
  • VodafoneThree minta operator dilibatkan sejak tahap awal perencanaan

Telset.id – VodafoneThree menilai aturan perencanaan infrastruktur jaringan di London menimbulkan kerugian ekonomi hingga sekitar £7,4 juta per hari, atau setara £2,7 miliar per tahun, akibat Notices to Quit (NTQ). NTQ adalah pemberitahuan legal dari pemilik lahan yang meminta operator seluler menyingkirkan peralatan dari properti, umumnya diterbitkan saat konstruksi, renovasi, atau pembongkaran, dan hanya memberi operator waktu 18 bulan untuk bertindak. VodafoneThree menyebut proses relokasi menara yang terdampak NTQ bisa memakan waktu hingga 3,5 tahun lebih lama dari tenggat yang diberikan.

Menurut VodafoneThree, mengganti situs seluler yang hilang membutuhkan rata-rata lima tahun dari awal hingga selesai. Dari situ muncul selisih 3,5 tahun antara batas waktu NTQ dan realisasi penggantian menara. Operator jaringan itu menegaskan bahwa tekanan eksternal berada di balik rentang waktu lima tahun tersebut, dan menyalahkan “proses perencanaan yang usang serta kompleksitas mengamankan situs baru dan izin yang relevan”.

VodafoneThree menyebut area terdampak sebagai ‘functional not-spots’, yakni bukan wilayah tanpa sinyal sama sekali seperti di pedesaan, melainkan area dengan konektivitas lemah dan suboptimal meski secara teknis tercakup sinyal. Menurut laporan tersebut, satu dari lima jalan utama (high street) di London memiliki functional not-spot. Karena pembangunan kembali berlangsung cepat, VodafoneThree memperingatkan hingga 60 stasiun National Rail, Underground, atau Overground bisa terdampak NTQ pada waktu tertentu.

London

“Ketika infrastruktur itu disingkirkan sebelum penggantinya siap, komunitas lokal bisa menghadapi bertahun-tahun konektivitas yang berkurang yang pada akhirnya merugikan London miliaran dalam output ekonomi,” ringkas Chief Networks Officer Andrea Dona. Pernyataan itu menegaskan bahwa persoalan NTQ bukan sekadar gangguan teknis, melainkan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga dan pelaku usaha di ibu kota Inggris.

Baca Juga:

Dorongan Keterlibatan Operator Sejak Awal

Ke depan, VodafoneThree ingin pengembang dan perencana melibatkan operator seluler sedini mungkin agar proses mengamankan lokasi pengganti bisa dimulai lebih cepat. “Kami menyambut baik pengakuan yang berkembang terhadap NTQ sebagai sebuah isu dan mendukung upaya untuk memastikan konektivitas dipertimbangkan sejak tahap paling awal dari proses perencanaan,” ujar Dona.

Posisi VodafoneThree ini menyoroti ketegangan antara percepatan pembangunan properti di London dan kebutuhan menjaga kualitas jaringan seluler tetap stabil. Selama NTQ masih diterbitkan tanpa koordinasi dengan operator, risiko functional not-spot baru akan terus muncul di area yang secara administratif sudah tercakup sinyal.

Pembahasan soal ketahanan konektivitas di kawasan perkotaan memang menjadi perhatian sejumlah pihak. Isu serupa juga muncul dalam diskusi tentang startup AI London yang bergantung pada infrastruktur digital mumpuni, serta sejumlah inisiatif lain di kota yang sama seperti armada motor listrik kepolisian setempat.

Glasfaser-Kabelstränge in der Nahaufnahme

Data yang dipaparkan VodafoneThree menempatkan NTQ sebagai faktor yang berkontribusi pada kualitas layanan seluler di London. Dengan 18 bulan tenggat dari pemilik lahan dan lima tahun waktu penggantian situs, celah 3,5 tahun menjadi inti keluhan perusahaan terhadap aturan perencanaan jaringan yang berlaku saat ini.

Perdebatan ini menyoroti kebutuhan koordinasi antara pemilik lahan, pengembang, perencana kota, dan operator jaringan. Tanpa perubahan pada tahap perencanaan, operator seperti VodafoneThree akan terus menghadapi siklus kehilangan situs sebelum pengganti siap, sementara warga London merasakan langsung dampaknya dalam bentuk konektivitas yang menurun.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.