Telset.id – Penggunaan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk memproses klaim asuransi kesehatan di Amerika Serikat mulai menuai kritik. Investigasi media menemukan kasus penolakan klaim yang diduga kuat dilakukan secara otomatis oleh AI, dengan korban seperti Iris Smith (80), pensiunan Florida yang menderita arthritis.
Florida adalah satu dari enam negara bagian yang mengeksplorasi program penyaringan Medicare berbasis AI. Program percontohan ini memungkinkan sistem otomatis mengevaluasi dan berpotensi menolak permintaan pra-otorisasi perawatan medis. “Saya tidak berpikir sebuah korporasi… harus memberi tahu orang apa yang bisa dan tidak bisa mereka lakukan,” kata Smith kepada Palm Beach Post.
Menurut survei Asosiasi Komisioner Asuransi Nasional di 16 negara bagian, 84% perusahaan asuransi kesehatan AS sudah menggunakan AI untuk menangani proses seperti pra-otorisasi. Di industri asuransi mobil, angkanya bahkan mencapai 88% pada 2023. Tren otomasi ini dinilai menarik bagi eksekutif asuransi untuk mengelola aliran klaim dan meminimalkan kerugian finansial.
Namun, penerapannya berisiko. Kesalahan administratif pada formulir, atau bahkan kesalahan sistem AI itu sendiri, dapat secara otomatis berujung pada penolakan klaim. Padahal, klaim yang jelas-jelas diperlukan secara medis, seperti tes strep tenggorokan, biasanya akan disetujui oleh adjuster manusia.
Perwakilan Florida Lois Frankel, penentang sengit program percontohan, berjanji melawan ekspansi program ke negara bagian lain. “Kami percaya Medicare didasarkan pada janji bahwa jika dokter Anda mengatakan Anda butuh perawatan, Medicare akan ada untuk Anda, bukan AI,” tegasnya.
Saat ini, 22 negara bagian AS menolak mengadopsi regulasi untuk penggunaan AI dalam underwriting asuransi. Daftar ini mencakup negara bagian yang dikenal ramah industri seperti Florida dan Georgia, tetapi juga negara bagian yang mengejutkan seperti Oregon dan Minnesota.
Baca Juga:
Fenomena ini memperparah situasi yang sudah dihadapi pasien akibat kurangnya opsi asuransi publik, yang sebagian besar disebabkan oleh dominasi raksasa asuransi komersial. Negara bagian dianggap sebagai pertahanan terakhir konsumen melawan praktik asuransi yang tidak etis.
Risiko teknologi dalam asuransi bukan hal baru. Industri Asuransi Diingatkan sebelumnya telah mendapat peringatan serius mengenai penggunaan data dan AI. Sementara itu, di sektor lain, ancaman serangan siber juga menunjukkan betapa rentannya sistem otomatis.
Kritik terhadap program AI Medicare ini menyoroti dilema antara efisiensi biaya dan perlindungan konsumen, terutama kelompok rentan seperti lansia. Kasus Iris Smith menjadi contoh nyata bagaimana otomasi dapat mengabaikan konteks manusiawi dan rekomendasi dokter yang mengenal pasien secara langsung.
Perkembangan teknologi asuransi juga terjadi di produk konsumen, seperti yang terlihat pada program perlindungan perangkat. Namun, transparansi dan regulasi yang ketat tetap menjadi kunci untuk mencegah penyalahgunaan.




