📑 Daftar Isi

Logo Anthropic di peta Korea Selatan menandai lokasi kantor baru

Anthropic Ekspansi ke Seoul, Buka Kantor Baru di Korea Selatan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Anthropic PBC resmi meluncurkan kantor baru di Seoul, Korea Selatan sebagai bagian dari strategi ekspansi global
  • Ekspansi dilakukan setelah Anthropic mencabut akses ke model AI Fable 5 dan Mythos 5 atas perintah pemerintahan Trump
  • Perusahaan telekomunikasi Korea Selatan yang dicurigai memiliki hubungan dengan China menjadi alasan pembatasan akses
  • Chris Ciauri, Direktur Pelaksana Internasional Anthropic, menyebut Korea sebagai pasar dengan pertumbuhan tercepat
  • Korea Selatan peringkat ke-12 dari 116 negara dalam penggunaan Claude per kapita
  • Anthropic berencana membangun kemitraan dengan Google Cloud, Microsoft, dan Amazon
  • Perusahaan sedang meninjau opsi data residency yang mematuhi regulasi lokal
  • Anthropic menolak berkomentar mengenai inisiatif keamanan siber Project Glasswing

Telset.id – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat, Anthropic PBC, resmi mengumumkan peluncuran kantor barunya di Seoul, Korea Selatan sebagai bagian dari strategi ekspansi global. Langkah ini diambil di tengah tekanan politik dari pemerintahan Donald Trump yang memerintahkan Anthropic untuk mencabut akses warga negara asing ke model AI paling canggihnya, yaitu Fable 5 dan Mythos 5.

Keputusan Anthropic untuk memperluas skala bisnis ke Korea Selatan diumumkan bertepatan dengan peluncuran kantor baru di Negeri Ginseng tersebut. Ekspansi ini dilakukan setelah perusahaan AI asal AS itu memutuskan untuk mencabut akses ke model AI paling canggih mereka, Fable 5 dan Mythos 5, menyusul perintah dari pemerintahan Donald Trump. The Washington Post pada Kamis (18/6) waktu setempat melaporkan bahwa langkah ini diambil setelah para pejabat di Washington menemukan bahwa salah satu entitas yang dijadwalkan menerima akses ke Mythos adalah sebuah perusahaan telekomunikasi Korea Selatan yang “dicurigai memiliki hubungan dengan China” oleh pemerintah setempat.

“Korea adalah salah satu pasar kami dengan pertumbuhan tercepat di dunia … karena basis teknis dan pengembang yang Anda miliki,” ujar Chris Ciauri, Direktur Pelaksana Internasional Anthropic dalam sebuah konferensi pers. “Pasar ini pastinya bisa menjadi salah satu pasar tercepat kami di dunia,” imbuhnya. Pernyataan ini menegaskan optimisme Anthropic terhadap potensi besar pasar Korea Selatan, terutama di tengah ketidakpastian regulasi di dalam negeri AS.

Strategi Ekspansi dan Kemitraan Hyperscaler

Sebagai bagian dari strategi ekspansinya di Korea Selatan, Anthropic menyatakan berencana untuk membangun ekosistem kemitraan dengan penyedia layanan “hyperscaler” utama, termasuk Google Cloud, Microsoft, dan Amazon. Langkah ini menunjukkan komitmen Anthropic untuk memperkuat infrastruktur dan jangkauan layanan AI-nya di kawasan Asia Timur. Perusahaan tersebut juga menambahkan bahwa mereka sedang meninjau opsi penempatan data (data residency) yang mematuhi kerangka regulasi lokal, sebuah langkah penting untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum privasi data Korea Selatan yang ketat.

Korea Selatan sendiri menempati peringkat ke-12 dari 116 negara dalam hal penggunaan per kapita untuk Claude, model AI milik Anthropic, menurut laporan perusahaan yang diterbitkan pada bulan Maret. Peringkat ini menunjukkan adopsi yang cukup tinggi di kalangan pengguna Korea Selatan. Chris Ciauri bahkan optimistis bahwa peringkat tersebut akan meningkat signifikan. “Saya tidak akan terkejut jika peringkat ke-12 tersebut … bergeser ke angka satu digit dengan sangat cepat,” kata Ciauri.

Baca Juga:

Dampak Pembatasan Ekspor dan Kebijakan Keamanan Siber

Keputusan Anthropic untuk membuka kantor di Seoul tidak lepas dari konteks politik yang lebih luas. Pembatasan akses ke model Fable 5 dan Mythos 5 merupakan respons langsung terhadap perintah dari pemerintahan Trump. Langkah ini menimbulkan sengketa dengan Gedung Putih yang semakin memanas. Ketika ditanya mengenai pembatasan kontrol ekspor oleh Washington terhadap model AI canggihnya, Chris Ciauri menolak untuk memberikan penjelasan lebih lanjut. “Kami tidak akan berkomentar mengenai Project Glasswing saat ini,” ujarnya, merujuk pada inisiatif keamanan siber perusahaan yang memberikan akses awal bagi organisasi dan perusahaan penting ke model AI canggih milik Anthropic.

Penolakan untuk berkomentar mengenai Project Glasswing menunjukkan sensitivitas tinggi isu ini di mata perusahaan. Inisiatif keamanan siber tersebut dirancang untuk memberikan akses awal kepada organisasi penting, namun di sisi lain, kebijakan pembatasan ekspor dari pemerintah AS justru membatasi akses global terhadap teknologi AI canggih. Situasi ini menempatkan Anthropic di posisi yang rumit antara kepentingan bisnis global dan kepatuhan terhadap kebijakan domestik.

Ekspansi ke Korea Selatan dapat dilihat sebagai upaya Anthropic untuk mendiversifikasi pasar dan mengurangi ketergantungan pada satu yurisdiksi. Dengan membangun kehadiran fisik di Seoul, Anthropic berharap dapat lebih dekat dengan komunitas pengembang dan pelanggan di Asia, sekaligus menavigasi regulasi lokal yang lebih menguntungkan. Langkah ini juga bisa menjadi bantalan jika tekanan politik di AS terus meningkat, mengingat gugatan class action yang mengancam transparansi paket AI Anthropic.

Keputusan Anthropic untuk membuka kantor di Seoul, Korea Selatan, di tengah tekanan politik dari Washington, menunjukkan bahwa perusahaan AI ini berkomitmen untuk terus tumbuh secara global. Meskipun menghadapi hambatan regulasi dan kontrol ekspor dari pemerintah AS, Anthropic melihat Korea Selatan sebagai pasar dengan potensi pertumbuhan tercepat. Dengan basis teknis dan pengembang yang kuat, serta kemitraan dengan penyedia hyperscaler seperti Google Cloud, Microsoft, dan Amazon, Anthropic optimistis dapat memperkuat posisinya di kawasan Asia Timur.

Peringkat ke-12 Korea Selatan dalam penggunaan Claude per kapita menunjukkan adopsi yang sudah cukup baik, dan dengan kehadiran langsung di sana, Anthropic berharap dapat mendorong pertumbuhan lebih lanjut. Namun, ketidakjelasan mengenai masa depan akses ke model Fable 5 dan Mythos 5, serta penolakan untuk mengomentari Project Glasswing, meninggalkan tanda tanya besar mengenai strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadapi tekanan politik dan regulasi. Langkah Anthropic ini akan menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana perusahaan teknologi global menyeimbangkan antara ekspansi bisnis dan kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah.

Dampak dari langkah ini terhadap krisis kepercayaan global yang dipicu oleh pemblokiran AI Anthropic masih perlu dipantau. Namun, dengan membuka kantor baru di Seoul, Anthropic menunjukkan bahwa mereka tidak tinggal diam dan terus mencari peluang di tengah tantangan. Ke depannya, kemampuan Anthropic untuk mempertahankan akses global terhadap model AI canggihnya akan menjadi faktor kunci yang menentukan kesuksesan ekspansi ini.

Komentar

Belum ada komentar.