Siri AI Apple yang tertunda di Eropa akibat aturan DMA

Apple vs UE: Siri AI Tertunda Akibat Aturan DMA

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple menunda peluncuran Siri AI di Uni Eropa saat iOS 27 dan iPadOS 27 dirilis
  • Apple menyalahkan aturan Digital Markets Act (DMA) sebagai penyebab penundaan
  • Komisi Eropa membantah dan menegaskan keputusan sepenuhnya milik Apple
  • Fitur yang ditunda meliputi percakapan kontekstual, konteks pribadi, Writing Tools, dan integrasi kamera
  • Siri AI tetap tersedia di Mac melalui macOS 27 Golden Gate dan Vision Pro
  • Apple Intelligence sebelumnya juga tertunda masuk ke Eropa pada 2024
  • Apple belum mengungkap kapan Siri AI akan tersedia di Uni Eropa

Telset.id – Apple menunda peluncuran Siri AI di Uni Eropa saat iOS 27 dan iPadOS 27 dirilis, dengan alasan aturan Digital Markets Act (DMA) menghambat keamanan pengguna. Namun Komisi Eropa langsung membantah dan menegaskan keputusan itu sepenuhnya milik Apple. Ketegangan ini memicu drama baru antara raksasa teknologi asal Cupertino tersebut dengan regulator kawasan Eropa.

Dalam pernyataan resminya, Apple mengklaim interpretasi DMA yang diterapkan regulator Eropa memaksa perusahaan membuka akses data pribadi pengguna kepada asisten virtual pihak ketiga. Apple menilai langkah itu berpotensi mengorbankan privasi dan keamanan pengguna iPhone dan iPad di 27 negara anggota Uni Eropa.

“Di bawah interpretasi regulator UE terhadap DMA, Apple harus memberikan akses ke data pribadi pengguna dan kemampuan mengontrol aplikasi lain kepada asisten virtual pihak ketiga tanpa perlindungan keamanan yang kami anggap penting,” tulis Apple dalam pernyataan resminya.

Apple mengaku telah mengajukan konsep bernama Trusted System Agent sebagai jalan tengah. Skema ini memungkinkan layanan AI pihak ketiga memperoleh kemampuan serupa Siri tanpa mengorbankan keamanan perangkat. Namun proposal tersebut disebut tidak diterima regulator Eropa.

Akibatnya, sejumlah fitur utama Siri AI tidak akan hadir untuk pengguna iPhone dan iPad di Uni Eropa saat peluncuran iOS 27 dan iPadOS 27 nanti. Penundaan ini bukan perkara kecil karena fitur yang tertahan merupakan kemampuan inti Siri AI.

Fitur Siri AI yang Ditunda

Beberapa fitur yang belum tersedia di Uni Eropa antara lain:

  • Percakapan yang lebih natural dan kontekstual.
  • Kemampuan memahami konteks pribadi pengguna dari aplikasi, email, pesan, hingga foto.
  • Riwayat percakapan dalam aplikasi Siri baru.
  • Writing Tools berbasis AI.
  • Integrasi Siri AI dengan kamera.
  • Kemampuan menjalankan tugas lintas aplikasi secara otomatis.

Meski demikian, Apple memastikan Siri AI tetap tersedia di perangkat Mac melalui macOS 27 Golden Gate serta Vision Pro dengan visionOS 27.

Siri AI

Tanggapan Komisi Eropa

Tak lama setelah pernyataan Apple beredar, Komisi Eropa langsung membantah bahwa DMA menjadi penghalang peluncuran Siri AI. Juru bicara Komisi Eropa Thomas Regnier mengatakan tidak ada aturan dalam DMA yang melarang Apple menghadirkan produk baru di kawasan tersebut.

“Keputusan untuk tidak meluncurkan Siri AI di Uni Eropa adalah keputusan Apple dan hanya Apple,” kata Regnier dilansir Yahoo News.

Menurutnya, Apple justru meminta pengecualian dari kewajiban interoperabilitas selama minimal 18 bulan. Permintaan tersebut ditolak karena tidak sejalan dengan tujuan DMA yang ingin menciptakan persaingan lebih terbuka. Regnier juga menegaskan bahwa Komisi Eropa tidak pernah melarang Apple merilis Siri AI maupun layanan AI lainnya.

Kasus ini mengingatkan pada drama serupa yang terjadi di industri teknologi global, seperti drama Pentagon yang melibatkan kepala robotika OpenAI mundur karena isu mata-mata.

Juru bicara Komisi Eropa Thomas Regnier

Babak Baru Pertarungan Apple vs UE

Kasus Siri AI menambah panjang daftar bentrokan Apple dengan regulator Eropa. Sebelumnya Apple juga harus mengikuti berbagai aturan baru di kawasan tersebut, mulai dari membuka akses toko aplikasi alternatif di iPhone, mengizinkan sistem pembayaran pihak ketiga, hingga beralih ke port USB-C.

Apple Intelligence sendiri sempat tertunda masuk ke Uni Eropa pada 2024 karena alasan regulasi yang serupa. Kini giliran Siri AI yang menjadi korban tarik-ulur antara Apple dan regulator.

Di satu sisi, Apple berargumen bahwa DMA berpotensi mengurangi keamanan dan privasi pengguna. Di sisi lain, Uni Eropa menilai aturan tersebut diperlukan agar perusahaan teknologi besar tidak mendominasi pasar digital dan memberi kesempatan yang sama bagi kompetitor.

Perseteruan antara Apple dan regulator ini mengingatkan pada drama berakhir yang melibatkan CEO Epic Games yang kini terpaksa memuji Google.

Bagi pengguna iPhone di Eropa, hasilnya jelas: mereka harus menunggu lebih lama untuk mencicipi Siri AI yang menjadi andalan baru Apple di era kecerdasan buatan. Sampai sekarang Apple belum mengungkap kapan Siri AI akan tersedia di Uni Eropa.

Yang pasti, drama antara Apple dan UE tampaknya masih jauh dari kata selesai. Regulator Eropa terus mendorong persaingan lebih terbuka di pasar digital, sementara Apple berpegang pada argumen keamanan dan privasi pengguna.

Ketegangan ini berpotensi mempengaruhi strategi Apple secara global. Jika aturan DMA semakin ketat, bukan tidak mungkin Apple akan menghadapi tantangan serupa di kawasan lain yang mengadopsi regulasi serupa.

Sementara itu, pengguna di luar Eropa tetap bisa menikmati Siri AI saat iOS 27 dan iPadOS 27 dirilis. Fitur-fitur canggih seperti percakapan kontekstual, integrasi dengan kamera, dan kemampuan menjalankan tugas lintas aplikasi akan menjadi daya tarik utama pembaruan sistem operasi tersebut.

Konflik ini juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi perusahaan teknologi global dalam menyeimbangkan inovasi dengan kepatuhan regulasi di berbagai yurisdiksi. Akhirnya OpenAI gabung Pentagon juga menunjukkan betapa kompleksnya dinamika antara perusahaan teknologi dengan institusi pemerintah.

Komentar

Belum ada komentar.