📑 Daftar Isi

BINUS Bekasi Luncurkan Program AI untuk Perkuat Talenta Digital Indonesia

BINUS Bekasi Luncurkan Program AI untuk Perkuat Talenta Digital Indonesia

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – BINUS University resmi meluncurkan Program Artificial Intelligence di BINUS Bekasi pada 5 September 2026. Langkah ini bertujuan memperluas akses pendidikan AI bagi generasi muda sekaligus menjawab kebutuhan talenta digital yang terus meningkat di Indonesia.

Peluncuran program ini hadir di tengah proyeksi Kementerian Komunikasi dan Digital yang menyebut Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada 2030. Saat ini, masih terdapat kesenjangan sekitar 3 juta talenta yang perlu dipenuhi untuk mencapai target tersebut.

Kehadiran Program Artificial Intelligence di BINUS Bekasi juga memperkuat peran kampus tersebut sebagai Business, Service, and Technology Campus. Posisi ini menghubungkan penguasaan teknologi dengan kebutuhan nyata dunia bisnis, layanan, industri, dan masyarakat.

Kebutuhan Talenta AI di Dunia Kerja

Perkembangan AI di dunia kerja berlangsung semakin cepat. Berdasarkan Microsoft Work Trend Index 2026, sebanyak 33% pekerja di Indonesia telah masuk dalam kategori pengguna AI tingkat lanjut. Angka tersebut lebih dari dua kali rata-rata global yang berada di level 16 persen.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI di Indonesia mulai bergeser dari sekadar penggunaan tools menuju penerapan yang lebih strategis dalam pekerjaan. Kondisi ini menuntut dunia pendidikan untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi, tetapi juga memahami cara kerja dan dampaknya secara menyeluruh.

Menjawab perubahan tersebut, BINUS University merancang Program Artificial Intelligence dengan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Kurikulumnya juga membangun fondasi akademik, kemampuan berpikir kritis, pemahaman bisnis, serta kesadaran terhadap penerapan AI secara etis dan bertanggung jawab.

Program ini menjadi bagian dari semangat AI Empowers @ BINUS yang menegaskan komitmen universitas dalam mengintegrasikan pemahaman dan pemanfaatan AI ke dalam ekosistem pembelajaran. Mahasiswa didorong untuk memahami bagaimana AI dikembangkan, mengevaluasi hasil yang diberikan teknologi, serta mengaplikasikannya untuk menjawab berbagai permasalahan nyata.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa penguasaan AI perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi individu. Menurutnya, hal ini juga harus mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi Indonesia.

“Perluasan program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen BINUS University untuk membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia dalam menguasai teknologi masa depan. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Dr. Nelly.

Relevansi Program AI dengan Ekosistem Bekasi

Kehadiran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi memiliki relevansi tersendiri dengan karakter Bekasi sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas industri, bisnis, layanan, dan teknologi yang dinamis. Sebagai Business, Service, and Technology Campus, BINUS @Bekasi mendorong mahasiswa untuk melihat teknologi sebagai bagian dari proses menciptakan solusi, bukan bidang yang berdiri sendiri.

Pemanfaatan AI dapat diterapkan dalam berbagai konteks, mulai dari analisis data dan peningkatan efisiensi bisnis hingga pengembangan layanan dan inovasi baru. Direktur Kampus BINUS @Bekasi, Prof. Gatot Soepriyanto, S.E., Ak., M.Buss (Acc)., Ph.D., CA, CFE, mengatakan kehadiran program tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari AI dalam konteks lingkungan industri dan bisnis yang nyata.

“Bekasi memiliki ekosistem industri, bisnis, dan layanan yang berkembang sangat dinamis. Kehadiran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi menjadi relevan karena mahasiswa dapat mempelajari bagaimana teknologi diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekitarnya. Kami ingin pembelajaran AI tidak berhenti pada pemahaman teknologi, tetapi juga mampu diterjemahkan menjadi solusi yang memberikan nilai bagi industri, bisnis, dan masyarakat,” ujar Prof. Gatot.

Dari sisi akademik, kurikulum Program Artificial Intelligence di BINUS University dirancang secara multidisiplin. Program ini mengombinasikan fondasi matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, hingga Internet of Things dan robotics.

Pendekatan tersebut diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memahami cara kerja teknologi AI, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengevaluasi hasil, mengembangkan solusi, serta menerapkannya secara etis dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan pentingnya tata kelola AI dalam adopsi teknologi di dunia bisnis yang semakin mengemuka.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., menegaskan bahwa tantangan utama generasi muda saat ini adalah mempersiapkan diri agar mampu bekerja secara optimal bersama AI.

“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI. Mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta menerapkan teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab,” jelas Prof. Derwin.

Pentingnya kemampuan manusia dalam penggunaan AI juga terlihat dari data Microsoft Work Trend Index 2026. Di Indonesia, 62% responden menilai kemampuan berpikir kritis semakin penting di era AI, sementara 60% menilai kemampuan melakukan kontrol kualitas terhadap hasil AI menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dunia kerja tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan berbagai perangkat berbasis AI. Perusahaan juga membutuhkan talenta yang mampu memahami permasalahan secara menyeluruh, menginterpretasikan data, bekerja secara kolaboratif, dan menentukan bagaimana teknologi dapat digunakan secara tepat.

Dari perspektif industri, perkembangan AI turut mengubah kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Kemampuan teknis tetap penting, tetapi perlu dilengkapi dengan pemahaman terhadap kebutuhan bisnis serta kemampuan menerjemahkan teknologi menjadi solusi yang memberikan nilai. Hal ini sejalan dengan upaya berbagai perusahaan dalam mengakselerasi pemanfaatan AI untuk mendorong produktivitas dan inovasi.

Nicholas Dominic, Senior Data Scientist & AI Consultant, Cloud Solutions Department, Lintasarta Cloudeka, mengatakan keterhubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan perkembangan kebutuhan industri menjadi semakin penting.

“Perkembangan AI membuat kebutuhan industri terhadap talenta juga ikut berubah. Perusahaan membutuhkan individu yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu memahami persoalan bisnis, membaca data secara kritis, berkolaborasi, dan menentukan bagaimana AI dapat digunakan secara tepat untuk menghasilkan solusi yang berdampak. Karena itu, keterhubungan antara pendidikan dan industri menjadi semakin penting agar kompetensi mahasiswa terus relevan dengan kebutuhan dunia profesional,” jelas Nicholas Dominic.

Selain kompetensi akademik dan teknis, perkembangan teknologi yang cepat juga membuat kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi semakin penting. Sanny Jovita, alumni BINUS University yang saat ini berkarier sebagai Solution Architect di Alibaba, mengatakan pengalaman menghadapi proyek dan bekerja bersama berbagai pihak menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan profesionalnya.

“Ketika masuk ke dunia profesional, teknologi dan cara kerja bisa berubah dengan sangat cepat. Pengalaman belajar di BINUS membiasakan saya untuk terus belajar, bekerja bersama tim, menyampaikan ide, dan mencari solusi ketika menghadapi tantangan baru. Menurut saya, kemampuan untuk beradaptasi dan menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan nyata akan menjadi bekal yang semakin penting bagi mahasiswa yang nantinya berkarier di era AI,” ungkap Sanny.

Peresmian Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi turut dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan yang mempertemukan perspektif akademik, industri, alumni, mahasiswa, dan generasi muda. Rangkaian kegiatan meliputi talkshow inspiratif bersama praktisi industri dan alumni yang membahas kesiapan talenta Indonesia menghadapi perkembangan AI.

Selain itu, terdapat pameran karya mahasiswa Computer Science bersama mitra industri serta sesi influencer meet-up untuk memperkenalkan perkembangan pendidikan dan peluang karier di bidang AI kepada generasi muda. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BINUS University memperkuat perannya dalam menjembatani pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata dunia profesional.

Kehadiran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi menjadi bagian dari langkah BINUS University dalam memperluas kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mempelajari teknologi yang akan semakin berperan dalam perkembangan ekonomi dan industri. Melalui semangat AI Empowers @ BINUS, universitas berharap dapat melahirkan talenta yang memiliki fondasi teknologi yang kuat, kemampuan berpikir kritis, pemahaman terhadap kebutuhan bisnis dan masyarakat, serta kesadaran untuk menerapkan AI secara etis dan bertanggung jawab.

Dengan kompetensi tersebut, generasi muda Indonesia diharapkan mampu mengambil peran dalam perkembangan AI Economy, memperkuat daya saing industri, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi Indonesia. Semangat tersebut juga menjadi bagian dari gerakan #AIverywhereInBINUS yang membawa pembelajaran dan pemanfaatan AI semakin dekat dengan mahasiswa di berbagai kampus BINUS University.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.