Bukan Lelucon! Ada ‘Demo Bela Miliarder’ di California, Apa Tujuannya?

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Perang melawan usulan pajak kekayaan baru di California mulai memasuki fase yang aneh, bahkan bisa dibilang absurd. Di tengah ketegangan antara elit teknologi dan pemerintah negara bagian mengenai rancangan undang-undang yang kontroversial ini, muncul sebuah situs web yang mengiklankan acara bertajuk “March for Billionaires” atau pawai untuk para miliarder di San Francisco. Situs tersebut muncul tanpa banyak konteks, hanya menyuguhkan satu slogan yang cukup menohok: “Menjelek-jelekkan miliarder itu populer. Kehilangan mereka itu mahal.”

Reaksi awal publik tentu saja ketidakpercayaan. Mayoritas orang berasumsi bahwa situs dan rencana aksi tersebut hanyalah sebuah lelucon satir atau prank internet yang rumit. Seorang pengguna media sosial bahkan sempat menuliskan keraguannya tak lama setelah berita ini beredar, mempertanyakan apakah ini sekadar guyonan belaka. Bagaimana mungkin ada sekelompok orang yang rela turun ke jalan untuk membela hak-hak orang terkaya di dunia yang seringkali dianggap tidak tersentuh oleh kesulitan ekonomi rakyat biasa?

Namun, anggapan itu ternyata salah besar. Penyelenggara di balik acara tersebut telah muncul ke publik dan menegaskan bahwa pawai ini benar-benar serius dan dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu mendatang. San Francisco Examiner melaporkan bahwa sosok di balik inisiatif ini adalah Derik Kaufmann, pendiri startup AI bernama RunRL, yang sebelumnya pernah mengikuti program akselerator bergengsi Y Combinator. Kaufmann menegaskan bahwa aksinya ini murni inisiatif pribadi, tanpa didanai oleh asosiasi uang besar atau perusahaan raksasa manapun.

Motivasi di Balik Pembelaan Kaum Super Kaya

Dalam percakapannya dengan media, Kaufmann—yang mengaku sudah tidak lagi terlibat dengan RunRL—mengonfirmasi bahwa pemicu utama dari rapat umum ini adalah usulan pajak kekayaan California. Ia percaya bahwa kebijakan tersebut akan sangat merusak ekonomi teknologi. Kebijakan yang dimaksud, yakni Billionaire Tax Act, diperkenalkan tahun lalu dan akan mewajibkan warga California dengan kekayaan lebih dari $1 miliar untuk membayar pajak satu kali sebesar 5% dari total kekayaan mereka.

Rancangan undang-undang ini sebenarnya didukung oleh serikat pekerja kesehatan negara bagian, SEIU, dan digadang-gadang dapat membiayai layanan publik penting serta membantu negara bagian menutupi pemotongan dana federal baru-baru ini. Namun, kebijakan ini memicu protes keras dari beberapa tokoh industri teknologi paling menonjol. Situasi ini mengingatkan kita pada berbagai Sengketa Hak Cipta dan regulasi yang kerap membuat raksasa teknologi bersitegang dengan pemerintah.

Banyak dari elit teknologi ini mengancam akan meninggalkan California, atau bahkan sudah angkat kaki. Hal ini juga memicu gelombang lobi besar-besaran di legislatif California dalam upaya untuk menggagalkan rancangan undang-undang tersebut. Kaufmann sendiri memiliki alasan spesifik mengapa ia menentang legislasi ini, yang menurutnya cacat secara fundamental terutama bagi ekosistem startup di Silicon Valley.

Dampak Pajak pada Pendiri Startup

“Pajak ini secara khusus sangat cacat,” ujar Kaufmann. Argumen utamanya adalah bahwa pajak ini akan memukul para pendiri startup yang kekayaannya hanya ada “di atas kertas”. Mereka akan dipaksa untuk melikuidasi saham dengan persyaratan yang mungkin tidak menguntungkan, menanggung pajak capital gain, dan kehilangan kendali atas perusahaan mereka sendiri. Belum lagi kesulitan teknis dalam menilai valuasi perusahaan swasta yang belum melantai di bursa.

Kaufmann menambahkan bahwa banyak pendiri akan terkena tagihan pajak yang sangat tidak proporsional. Ia juga membandingkan situasi ini dengan negara lain, mencatat bahwa tidak ada preseden untuk pajak kekayaan komprehensif semacam ini di Amerika Serikat. Ia mencontohkan Swedia yang menghapus pajak serupa 20 tahun lalu untuk mencegah pelarian modal dan mempromosikan kewirausahaan. Menurutnya, langkah Swedia tersebut kini menghasilkan 50% lebih banyak miliarder per kapita dibandingkan AS, sebuah indikator yang ia anggap positif bagi pertumbuhan ekonomi, berbeda dengan narasi ketertinggalan dalam Dominasi Teknologi di beberapa sektor global.

Respon Publik dan Realita Politik

Percakapan daring mengenai acara yang direncanakan Kaufmann terus bergulir antara ketidakpercayaan dan ejekan. “Saya tidak bisa membayangkan miliarder berbaris di jalan,” komentar seorang pengguna media sosial. Dan orang tersebut mungkin benar. Kaufmann mengakui kepada TechCrunch bahwa sejauh ini, ia tidak mengetahui adanya miliarder sungguhan yang berencana menghadiri pawai yang diselenggarakan untuk menghormati mereka itu.

Kaufmann memperkirakan acara tersebut mungkin akan dihadiri oleh “beberapa lusin peserta,” meskipun ia menekankan bahwa ia benar-benar tidak yakin berapa banyak orang yang akan muncul. Situasi ini menjadi ironi tersendiri di tengah berbagai Kasus Hukum AI dan teknologi yang biasanya melibatkan pengacara mahal, bukan aksi jalanan.

Yang membuat kemarahan berkelanjutan atas usulan pajak ini terasa sedikit lucu adalah fakta bahwa legislasi tersebut sebenarnya memiliki peluang yang sangat kecil untuk disahkan. Gubernur California, Gavin Newsom, telah menyatakan sejak lama bahwa jika rancangan undang-undang tersebut entah bagaimana lolos, ia akan memvetonya. Jadi, aksi “Bela Miliarder” ini mungkin lebih bersifat simbolis daripada sebuah gerakan yang mendesak secara politis.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI