📑 Daftar Isi

Ilustrasi chip AI yang melambangkan kecerdasan buatan

California Luncurkan Tracker PHK Akibat AI untuk Pekerja

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • California meluncurkan portal tracker PHK akibat AI
  • Berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk intervensi pemerintah
  • Data diperbarui setiap bulan berdasarkan klaim asuransi pengangguran
  • Kelompok usia 25-35 tahun paling rentan, perempuan lebih rentan dari laki-laki
  • Tracker tidak bisa menentukan pasti PHK akibat AI, bisa karena faktor ekonomi lain
  • Gubernur Newsom tanda tangani perintah eksekutif untuk offset efek AI

Telset.id – California resmi meluncurkan portal pelacak yang memonitor PHK terkait kecerdasan buatan (AI) di negara bagian tersebut. Portal ini dirancang sebagai sistem peringatan dini untuk mengidentifikasi dampak AI terhadap tenaga kerja.

Dilansir dari laporan terbaru, kantor Gubernur California Gavin Newsom menyatakan portal ini bertujuan sebagai “early warning system” untuk pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang disebabkan oleh AI. Dengan data ini, pemerintah dapat secara proaktif menentukan di mana intervensi paling dibutuhkan.

Portal tersebut merupakan hasil kerja sama antara kantor Gubernur Newsom, California Employment Development Department, dan California Policy Lab di University of California. Mereka melakukan riset untuk mengukur PHK terkait AI dengan menggabungkan data klaim asuransi pengangguran dan ukuran eksposur AI.

Data dalam portal ini dapat diakses oleh siapa saja dan akan diperbarui setiap bulan. Peluncuran ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan pada otoritas untuk lebih proaktif menghadapi PHK akibat AI. Para politisi, terutama di California yang menjadi basis banyak perusahaan teknologi besar, ingin terlihat sebagai pembela rakyat terhadap dampak AI.

Newsom, yang diyakini akan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2028, baru saja menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan lembaga negara untuk mengembangkan rencana guna mengimbangi efek AI terhadap pekerja California.

Detail dan Keterbatasan Tracker PHK AI

Tracker ini memungkinkan pengguna melihat potensi eksposur AI berdasarkan berbagai kelompok, seperti usia, pendidikan, jenis kelamin, industri, ras dan etnis, serta wilayah. Misalnya, kelompok usia 25 hingga 35 tahun tampak paling rentan terhadap PHK terkait AI, dengan perempuan lebih rentan dibandingkan laki-laki.

Meskipun demikian, para peneliti yang mempelajari data yang digunakan tracker tersebut memperingatkan bahwa alat ini tidak boleh dijadikan panduan definitif. Tracker tidak dapat menentukan secara pasti apakah suatu pekerjaan dihilangkan karena AI, dan tren yang terlihat bisa disebabkan oleh faktor ekonomi lainnya.

Kondisi ini mengingatkan pada berbagai isu terkait regulasi AI di California. Sebelumnya, California juga menghadapi gugatan terkait AI bensin yang diduga menaikkan harga secara tidak wajar. Selain itu, ada skandal ujian advokat California yang melibatkan penggunaan AI dalam pembuatan soal.

Inisiatif ini menunjukkan keseriusan pemerintah California dalam merespons perubahan lanskap ketenagakerjaan akibat AI. Dengan data yang transparan dan diperbarui secara berkala, diharapkan kebijakan intervensi dapat lebih tepat sasaran.

Para pemangku kepentingan, termasuk perusahaan dan pekerja, kini memiliki akses lebih baik untuk memahami tren PHK terkait AI. Namun, keterbatasan data tetap menjadi catatan penting agar tidak terjadi kesimpulan yang keliru.

Ke depannya, pemerintah California akan terus mengembangkan sistem ini agar dapat memberikan gambaran yang lebih akurat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk melindungi pekerja di tengah gelombang adopsi AI di berbagai sektor industri.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.