Telset.id ā Bayangkan Anda mengunggah foto liburan di media sosial, lalu sebuah AI bisa menebak lokasi persisnya hanya dalam hitungan detik. Itulah yang kini bisa dilakukan ChatGPT dengan fitur terbarunya yang mampu menganalisis gambar dan menentukan lokasi dengan tingkat akurasi mengesankan.
Pengguna yang mencoba membawa kemampuan ChatGPT ke level berikutnya menemukan fakta mengejutkan: model AI ini bisa menebak lokasi foto hanya berdasarkan petunjuk visual. Bagi yang pernah bermain Geoguessr, ini seperti memiliki pemain ahli yang selalu siap menjawab.
Uji Coba yang Mengejutkan
Tech Crunch membagikan serangkaian contoh dari pengguna X yang menguji kemampuan ChatGPT. Salah satu yang paling mencengangkan adalah ketika AI ini berhasil mengenali perpustakaan di Australia hanya dari satu foto acak. āo3 tahu dalam 20 detik dan jawabannya benar,ā tulis seorang pengguna di X.
Namun, tidak semua tebakan ChatGPT akurat. Terkadang, AI ini memberikan jawaban salah dengan keyakinan tinggiāfenomena yang dikenal sebagai āhallucinationā dalam teknologi AI. Misalnya, ChatGPT salah menebak sebuah foto di Praha berada di Galerie Lucerna, padahal lokasi sebenarnya berjarak 12 menit berjalan kaki.
Keakuratan yang Menakutkan
Di sisi lain, ChatGPT menunjukkan keahlian luar biasa dalam beberapa kasus. Saat diberi foto pertandingan hoki es, AI ini dengan tepat mengidentifikasi lokasinya sebagai Alfond Arena di Maine, ASābahkan menyebutkan detail seperti logo bandara dan seragam tim. āMungkinkah pemain Geoguessr terbaik dunia seperti Rainbolt menebak ini? Mungkin tidak,ā tulis Tech Crunch.
Contoh lain yang membuat merinding adalah ketika ChatGPT tidak hanya menebak foto di MedellĆn, Kolombia, tetapi juga mengetahui bahwa foto itu diambil dari gondola Metrocable. āPerspektif dan ketinggiannya cocok sempurna!ā kata AI itu.
Masalah Privasi yang Serius
Meski hasilnya mengesankan (5 dari 8 tebakan benar), ada risiko privasi yang tidak bisa diabaikan. Teknologi ini bisa disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk melacak lokasi seseorang melalui unggahan media sosial, seperti Instagram Story.
OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, mengklaim telah memasang sejumlah pengaman. āKami melatih model untuk menolak permintaan informasi pribadi atau sensitif, serta memantau penyalahgunaan kebijakan privasi,ā kata pernyataan resmi mereka.
Tapi, apakah itu cukup? Di era di mana privasi semakin rentah, kemampuan seperti ini bisa menjadi pedang bermata dua. Anda mungkin berpikir dua kali sebelum membagikan foto liburan berikutnya.




