📑 Daftar Isi

Ilustrasi Claude AI dari Anthropic digunakan dalam riset pengembangan obat dan bioteknologi

Claude AI Anthropic Masuk Industri Farmasi, Percepat Riset Obat

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Anthropic memperluas peran Claude ke riset farmasi lewat unggahan blog resmi
  • Generate Biomedicines: komponen CAR T-cell 70% lebih pendek, reseptor 10 kali lebih banyak
  • Divergence Labs: sekitar 35.000 desain molekul untuk pengobatan alergi makanan (IgE)
  • BigHat Biosciences: 1.010 variasi antibodi diuji selama sepuluh pekan
  • Enveda: waktu pemeriksaan dokumentasi turun 89%, dari 25 jam jadi di bawah 3 jam
  • Bristol Myers Squibb memakai Claude untuk menilai rencana studi klinis
  • Sebagian besar kandidat obat masih tahap eksperimental

Telset.id – Anthropic memperluas peran Claude di sektor farmasi dengan menggandeng sejumlah pengembang bioteknologi untuk mempercepat penciptaan obat baru. Langkah ini menandai masuknya model AI Claude ke tahap riset yang selama ini bergerak lambat, mulai dari desain molekul hingga persiapan uji klinis. Sebagian besar kandidat obat yang dikerjakan masih berada di tahap eksperimental, termasuk untuk kanker, alergi makanan, dan gangguan otot langka.

Perluasan peran Claude ini diumumkan Anthropic melalui sebuah unggahan blog. Perusahaan menyatakan sedang menelaah hambatan ilmiah dan administratif yang memengaruhi pengembangan obat. Pendekatan itu diambil karena Anthropic menilai keterlibatan langsung di program obat nyata menjadi cara mengidentifikasi titik lemah modelnya sekaligus peluang perbaikan di riset ilmiah. Langkah ini bukan proyek tunggal, melainkan rangkaian kolaborasi dengan beberapa mitra industri.

Anthropic use Claude AI to discover new lifesaving drugs

Uji Coba Claude di Berbagai Proyek Bioteknologi

Di Generate Biomedicines, enam ilmuwan menggunakan Claude Code untuk memodifikasi salah satu komponen terapi CAR T-cell, yang biasanya dipakai melawan kanker darah. Upaya mereka bertujuan menciptakan ruang tambahan bagi instruksi genetik agar terapi tersebut dapat menjangkau tumor padat. Komponen yang didesain ulang tercatat sekitar 70% lebih pendek, sementara eksperimen laboratorium menemukan sel imun menghasilkan sekitar sepuluh kali lebih banyak reseptor pendeteksi kanker.

Sel yang dimodifikasi juga dilaporkan menghancurkan sel kanker lebih efektif dan mempertahankan aktivitasnya lebih lama. Temuan ini menjadi salah satu bukti awal bagaimana Claude Code dipakai untuk pekerjaan rekayasa biologis yang sebelumnya menuntut iterasi panjang. Peran AI dalam alur kerja teknis seperti ini juga menjadi sorotan di sektor lain, seperti tergambar dalam pembahasan soal Claude Jago Ngoding.

Mitra berikutnya, Divergence Labs, memakai Claude untuk mengembangkan kandidat antibodi bagi potensi pengobatan alergi makanan yang melibatkan molekul imun IgE. Sistem tersebut menghasilkan sekitar 35.000 desain molekul dalam satu bulan, mencakup molekul potensial untuk kedua fungsi yang dibutuhkan pengobatan tersebut. Eksperimen awal mengidentifikasi tiga desain yang mampu mengikat IgE dan 20 desain lain yang mampu melepaskannya dari sel imun.

Dari 20 desain tersebut, tiga di antaranya tampak lebih efektif dibandingkan obat standar dalam melepaskan IgE dari sel imun. Sementara itu, BigHat Biosciences menggabungkan Claude dengan peralatan laboratorium otomatis untuk memperbaiki dua fragmen antibodi yang dipertimbangkan bagi obat masa depan. Peneliti memproduksi dan menguji sekitar 1.010 variasi selama sepuluh pekan, mencakup kekuatan ikatan, stabilitas, dan agregasi molekul yang tidak diinginkan.

Versi terkuat yang menyasar kanker mengikat targetnya lebih dari 10 kali lebih kuat dan mempertahankan stabilitas pada suhu 18°C lebih tinggi dibanding versi aslinya. Fragmen lainnya, yang ditujukan untuk obat berdurasi lebih panjang, mengalami agregasi lebih dari 100 kali lebih lambat dibanding versi aslinya. Hasil ini menunjukkan Claude dipakai bukan hanya untuk ide desain, tetapi juga dalam siklus uji laboratorium yang terukur.

Enveda memanfaatkan Claude untuk dokumentasi manufaktur, pekerjaan yang sebelumnya menghabiskan hingga 75% waktu kerja sebagian kimiawan. Dalam penilaian atas 1.061 halaman, sistem menemukan seluruh 11 masalah yang sebelumnya ditemukan peninjau manusia, ditambah tujuh masalah tambahan. Pendekatan ini memangkas waktu pemeriksaan manual sebesar 89%, dari lebih dari 25 jam menjadi di bawah tiga jam.

Anthropic Perluas Kolaborasi ke Riset Klinis

Anthropic juga bermitra dengan Bristol Myers Squibb untuk menilai rencana studi klinis dan memperkirakan peluang keberhasilannya. Michael Pourdehnad, senior vice president for early clinical development di perusahaan farmasi tersebut, mengatakan bahwa dari satu prompt, Claude menghasilkan analisis awal yang kuat. Menurutnya, hal itu membantu mengevaluasi opsi pengembangan yang jika dilakukan manual akan membutuhkan kerja beberapa hari.

Kedua perusahaan berencana memperluas kolaborasi dengan menelaah potensi kontribusi Claude pada pengambilan keputusan selama tahap awal pengembangan klinis. Anthropic menyatakan bekerja langsung dengan pengembang obat membantu mengidentifikasi kelemahan modelnya dan peluang perbaikan di seluruh riset ilmiah. Perusahaan juga berencana memperluas keterlibatan Claude melalui kemitraan tambahan, program riset, dan perangkat bagi organisasi ilmu hayati.

Ekspansi ini menambah panjang daftar keterlibatan Anthropic di sektor strategis. Sebelumnya, perusahaan juga dikaitkan dengan kebutuhan infrastruktur komputasi besar, termasuk dalam pembahasan soal Jaminan Utang Nvidia. Di sisi lain, Anthropic juga menghadapi sorotan hukum terkait penggunaan karya berhak cipta, seperti dalam kasus Gugatan Elvis Presley.

Dengan kolaborasi ini, Claude tidak lagi hanya diposisikan sebagai alat bantu percakapan, tetapi masuk ke alur kerja ilmiah yang menuntut presisi, dokumentasi, dan validasi laboratorium. Namun Anthropic menegaskan sebagian besar kandidat pengobatan masih berada di tahap eksperimental, sehingga hasil akhirnya belum dapat dipastikan. Bagi industri farmasi, nilai utamanya terletak pada percepatan tahap riset dan pemeriksaan administratif yang selama ini menyita waktu.

[ META_DESCRIPTION ]
Anthropic memperluas peran Claude di industri farmasi, dari desain molekul hingga uji klinis bersama Generate Biomedicines dan Bristol Myers Squibb.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.