Elon Musk bantah laporan pengembangan ponsel AI SpaceX

Elon Musk Bantah Keras Kabar SpaceX Kembangkan Ponsel AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Elon Musk bantah laporan WSJ tentang prototipe ponsel AI SpaceX
  • Laporan klaim perangkat lebih ramping dari iPhone dengan chip Snapdragon
  • Musk sebut kabar tersebut "utterly false" atau sepenuhnya salah
  • SpaceX pertimbangkan layanan seluler AS via Starlink
  • Analis spekulasi kemungkinan akuisisi T-Mobile oleh SpaceX
  • Musk sebelumnya pernah bilang ide bikin ponsel "membuat ingin mati"
  • Starlink jadi satu-satunya bisnis SpaceX yang menguntungkan

Telset.id – Elon Musk dengan tegas membantah laporan yang menyebut perusahaannya, SpaceX, sedang mengembangkan prototipe ponsel bertenaga kecerdasan buatan (AI). Klarifikasi ini muncul setelah The Wall Street Journal (WSJ) menerbitkan laporan yang mengklaim SpaceX telah menunjukkan prototipe perangkat genggam kepada sejumlah investor.

Menurut laporan WSJ yang terbit pada Rabu lalu, SpaceX dikabarkan telah memperlihatkan sebuah “prototipe mirip handset” kepada beberapa investor sebelum melakukan penawaran umum perdana (IPO) yang memecahkan rekor pada Juni lalu. Perangkat tersebut digambarkan “lebih ramping daripada iPhone” dan akan menggunakan chip Qualcomm Snapdragon. Laporan itu juga menyebutkan bahwa ponsel tersebut akan memiliki sistem operasi berkemampuan AI dengan fitur-fitur yang ditenagai oleh xAI, perusahaan AI milik Musk.

Namun, Musk dengan cepat membantah kabar tersebut melalui pernyataan resmi. Ia menyebut laporan itu sebagai informasi yang “sepenuhnya salah” atau “utterly false”. Bantahan ini menegaskan kembali posisi Musk yang sebelumnya juga kerap meremehkan ide untuk membuat ponsel.

Meski demikian, spekulasi tentang keterlibatan SpaceX di industri ponsel terus bergulir. Pekan lalu, Financial Times melaporkan bahwa Gwynne Shotwell, Chief Operating Officer (COO) SpaceX, mengatakan kepada investor bahwa perusahaannya sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan layanan seluler di AS. Layanan tersebut rencananya akan terhubung ke jaringan satelit Starlink milik SpaceX.

Langkah ini memicu spekulasi lebih lanjut di kalangan analis. Beberapa analis berspekulasi bahwa SpaceX bisa saja mengakuisisi T-Mobile untuk mempercepat realisasi layanan seluler tersebut. Saat ini, Starlink merupakan satu-satunya bisnis SpaceX yang menguntungkan, menjadikannya fondasi penting untuk ekspansi bisnis di masa depan.

Sikap Musk terhadap ide pembuatan ponsel sendiri sudah lama menjadi sorotan. Ia sebelumnya telah mengabaikan gagasan tersebut, tetapi tidak pernah menutup kemungkinan sepenuhnya. Dalam sebuah acara di Pennsylvania tahun lalu, Musk dengan tegas menyatakan, “gagasan membuat ponsel membuat saya ingin mati.” Namun, ia menambahkan, “jika kami harus membuat ponsel, kami akan melakukannya, tetapi kami akan berusaha untuk tidak membuat ponsel.”

Pernyataan kontradiktif ini menunjukkan bahwa meskipun Musk secara pribadi enggan, ia tidak akan ragu untuk terjun ke bisnis ponsel jika keadaan memaksanya. Baru-baru ini pada bulan Februari, Musk kembali menegaskan bahwa SpaceX “tidak sedang mengembangkan ponsel” setelah Reuters melaporkan bahwa perusahaan tersebut sedang mengerjakan ponsel untuk Starlink.

Bantahan terbaru Musk terhadap laporan WSJ ini memperkuat posisinya bahwa pengembangan ponsel AI bukanlah prioritas SpaceX saat ini. Fokus utama perusahaan tampaknya masih pada pengembangan layanan satelit Starlink dan perluasan jangkauan konektivitasnya, bukan pada pembuatan perangkat keras konsumen.

Meskipun kabar tentang prototipe ponsel AI SpaceX telah dibantah, minat terhadap potensi pengembangan perangkat semacam itu tetap tinggi. Integrasi antara Starlink, xAI, dan kemungkinan kemitraan dengan operator seluler seperti T-Mobile menciptakan spekulasi yang menarik tentang masa depan konektivitas dan perangkat pintar.

Namun, untuk saat ini, pernyataan Musk sudah jelas: laporan tentang ponsel AI SpaceX adalah tidak benar. Konsumen dan investor harus menunggu pengumuman resmi dari perusahaan untuk mengetahui langkah selanjutnya dalam strategi ekspansi bisnis SpaceX.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.