📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Google Gemini di layar ponsel Android

EU Paksa Google Buka Akses AI Android untuk Pesaing

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Komisi Eropa perintahkan Google buka akses Android untuk AI pesaing
  • Gemini kehilangan status eksklusifnya di platform Android
  • Google wajib beri akses voice trigger, tugas lintas aplikasi, dan akses sensor
  • Deadline implementasi 1 Agustus 2027
  • Apple ambil pendekatan berbeda dengan menarik Siri AI dari EU
  • Potensi harga lebih murah dari alternatif AI China seperti DeepSeek
  • Pengguna mendapat lebih banyak pilihan asisten AI di Android

Telset.id – Komisi Eropa pada 16 Juli memerintahkan Google untuk memberikan akses mendalam yang sama ke sistem Android kepada aplikasi AI pesaing, yang selama ini hanya dinikmati secara eksklusif oleh Gemini. Perintah ini dijatuhkan berdasarkan Digital Markets Act (DMA) dan secara langsung mengakhiri status istimewa asisten buatan Google di platform yang dikendalikannya sendiri.

Keputusan ini merupakan kelanjutan dari tekanan Uni Eropa terhadap Google. Sebelumnya, EU telah memaksa Google untuk membuka Android bagi toko aplikasi pihak ketiga. Kini, target baru adalah keunggulan kompetitif yang dimiliki Gemini di rumahnya sendiri.

Arahan dari Komisi Eropa ini mewajibkan Google untuk menghentikan perlakuan istimewa terhadap asisten buatannya. Gemini selama ini berfungsi sebagai “warga kelas satu” di Android, sebuah posisi yang kini harus dibagi dengan aplikasi AI dari pengembang lain.

Perubahan yang Wajib Dilakukan Google

Berdasarkan putusan tersebut, ada beberapa kewajiban konkret yang harus dipenuhi oleh Google. Pertama, Google harus mengizinkan aplikasi AI pesaing untuk merespons pemicu suara (voice triggers) di Android dengan cara yang sama seperti Gemini. Artinya, pengguna nantinya bisa memanggil ChatGPT atau Claude dengan kata bangkitan (wake words) yang serupa.

Kedua, Google juga harus membiarkan aplikasi-aplikasi tersebut menyelesaikan tugas di seluruh perangkat, termasuk di aplikasi lain dan proses latar belakang. Ketiga, akses ke konteks dari aplikasi dan sensor yang selama ini digunakan Gemini untuk memberikan bantuan proaktif, kini harus diberikan juga kepada aplikasi AI pesaing.

Lebih jauh lagi, akses ini bahkan mencakup perangkat keras dan model AI on-device, sumber daya yang saat ini hanya bisa digunakan oleh Gemini. Google diberi waktu hingga 1 Agustus 2027 untuk membangun semua akses ini. Perusahaan tidak menyambut baik keputusan ini dan memperingatkan bahwa perubahan tersebut dapat membahayakan privasi dan keamanan pengguna.

Nasib Berbeda Google dan Apple di Bawah Tekanan EU

Apple sebelumnya juga menghadapi situasi serupa dengan UE awal tahun ini. Aturan interoperabilitas dalam DMA mengharuskan Apple memberikan akses yang sama kepada layanan AI pesaing ke Siri dan iOS, sebagaimana yang didapatkan oleh fitur Apple Intelligence.

Apple mengaku telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menegosiasikan proposal alternatif, namun semuanya ditolak oleh regulator UE. Akibatnya, Apple mengonfirmasi bahwa Siri AI tidak akan disertakan saat iOS 27 diluncurkan di Uni Eropa, dan tidak memberikan timeline kapan fitur tersebut akan hadir.

Sementara itu, Google mengambil pendekatan yang berlawanan dengan membangun akses alih-alih menarik fitur AI Gemini dari kawasan tersebut. Bagi pengguna Android di UE, tidak ada yang berubah saat ini. Gemini akan tetap mempertahankan keunggulannya hingga tenggat waktu 2027 tiba, namun hitung mundur untuk keunggulan itu sudah dimulai.

Siri Ai on iPhone

Dampak Regulasi terhadap Dompet Pengguna

Manfaat paling langsung dari putusan ini adalah soal pilihan. Jika Anda sudah menggunakan ChatGPT atau Claude, keputusan ini berarti aplikasi-aplikasi tersebut pada akhirnya bisa melakukan hal-hal di ponsel Android yang saat ini hanya bisa dilakukan oleh Gemini. Anda tidak perlu beralih ke Gemini untuk mendapatkan tingkat integrasi itu.

Namun, perlu dicatat bahwa tingkat akses tersebut belum tentu gratis. Beberapa fitur Gemini yang paling mumpuni, seperti otomatisasi layar, memiliki batasan berdasarkan tingkat langganan Anda. Jika ChatGPT dan Claude membangun integrasi Android serupa, kemungkinan besar versi mereka akan datang dengan paywall yang sama.

Di sinilah alternatif yang lebih murah bisa menjadi penting. Model-model AI yang berasal dari China, termasuk DeepSeek, Kimi, dan MiniMax, biaya operasinya jauh lebih murah dibandingkan Gemini, ChatGPT, atau Claude. Biayanya bisa sepuluh hingga seratus kali lebih murah, tergantung modelnya.

Fungsionalitas serupa yang dibangun menggunakan model-model ini bisa memakan biaya yang jauh lebih kecil dari biaya langganan biasa, begitu akses Android yang setara tersedia untuk mereka. Apakah itu akan terjadi masih belum pasti. Yang pasti, Google tidak lagi bisa membuat keputusan itu sendirian.

Google Gemini on Phone

Perintah dari Komisi Eropa ini menandai perubahan signifikan dalam lanskap kompetitif AI di platform mobile. Dengan tenggat waktu hingga 2027, para pengembang AI pihak ketiga memiliki kesempatan untuk membangun integrasi yang setara dengan Gemini. Bagi pengguna, ini berarti lebih banyak pilihan dan potensi harga yang lebih kompetitif di masa depan, meskipun jalan menuju implementasi penuh masih panjang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.