Robot Apollo 2 dari Apptronik mengambil kaleng penyiram dengan Gemini Robotics 2

Gemini Robotics 2: Robot Humanoid Kini Bisa Berpikir Mandiri

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Gemini Robotics 2 adalah sistem AI terbaru dari Google DeepMind untuk robot humanoid
  • Robot dapat berpikir mandiri dan menyelesaikan tugas tanpa rutinitas yang diprogram sebelumnya
  • Model ini mengontrol seluruh tubuh robot, dari kaki hingga ujung jari, bukan hanya tugas di atas meja
  • Robot Apollo 2 dari Apptronik berhasil mendemonstrasikan kemampuan berjalan dan menempatkan objek
  • Ketangkasan meningkat: bisa mengikat simpul, menutup zip-lock, dan membuka bohlam
  • Gemini Robotics ER 2 bertindak sebagai manajer proyek yang mengoordinasikan beberapa robot
  • Versi on-device dapat beradaptasi dengan tubuh robot baru dalam beberapa jam dengan 200 contoh
  • Benchmark ASIMOV-Agentic menguji kemampuan robot menolak tindakan berisiko
  • Gemini Robotics ER 2 sudah tersedia di Google AI Studio, model lain dalam akses awal

Telset.id – Google DeepMind resmi memperkenalkan Gemini Robotics 2, sistem AI generasi terbaru yang memungkinkan robot humanoid berpikir, bergerak, dan bahkan bekerja sama secara mandiri. Pengumuman ini menjadi lompatan signifikan karena robot tidak lagi bergantung pada rutinitas yang diprogram sebelumnya atau kendali jarak jauh, melainkan dapat menyelesaikan masalah sendiri saat menghadapi situasi yang tidak terduga.

Gemini Robotics 2 hadir sebagai pengembangan dari model Gemini Robotics sebelumnya. Kemampuan utama yang ditawarkan adalah kontrol penuh atas seluruh tubuh robot humanoid, dari kaki hingga ujung jari. Hal ini berbeda dengan model robotika Google sebelumnya yang umumnya hanya menangani tugas di atas meja menggunakan tubuh bagian atas robot.

Baca Juga:

Dalam salah satu demonstrasi, robot Apollo 2 milik Apptronik diperintahkan untuk menempatkan kaleng penyiram ke dalam tempat sampah di rak paling bawah. Robot tersebut berjalan mendekat, mengambil kaleng, melintasi ruangan, dan meletakkannya tepat di lokasi yang seharusnya. Kemampuan ini menunjukkan bahwa Gemini Robotics 2 dapat mengoordinasikan gerakan seluruh tubuh secara presisi.

Apollo robot picking up a watering can

Selain kontrol seluruh tubuh, model ini juga menawarkan ketangkasan yang jauh lebih baik. Gemini Robotics 2 mampu mengendalikan tangan robotik berjari lima untuk mengikat simpul, menutup kantong zip-lock, atau membuka bohlam lampu. Model ini juga bekerja mulus dengan gripper dua jari sederhana untuk tugas seperti pengepakan dan penyortiran.

Google juga memperkenalkan model penalaran bernama Gemini Robotics ER 2 yang berfungsi sebagai manajer proyek untuk robot. Model ini mampu memecah instruksi, melacak tugas yang berlangsung beberapa menit, dan bahkan mengoordinasikan beberapa robot untuk mengerjakan tugas yang sama secara bersamaan. Tersedia pula versi on-device yang dirancang untuk robot tanpa akses internet, yang dapat beradaptasi dengan tubuh robot baru hanya dalam beberapa jam menggunakan sedikitnya 200 contoh.

Aspek keselamatan menjadi fokus utama dalam pengembangan kali ini. Google memperkenalkan benchmark baru bernama ASIMOV-Agentic untuk menguji apakah robot mengetahui kapan harus menolak tindakan berisiko atau meminta bantuan manusia. Gemini Robotics ER 2 juga dapat mendeteksi ketika seseorang terlalu dekat dan menghentikan robot dengan aman.

Gemini Robotics ER 2 sudah tersedia di Google AI Studio, sementara model lainnya sedang diluncurkan secara bertahap kepada mitra akses awal. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana teknologi AI semakin mendekatkan robot humanoid pada penggunaan praktis di dunia nyata, sejalan dengan upaya Google dalam mengembangkan berbagai kemampuan AI lainnya.

Kemampuan robot untuk bekerja sama dalam satu tugas menjadi nilai tambah yang signifikan. Dengan Gemini Robotics ER 2 sebagai koordinator, beberapa robot dapat berbagi tanggung jawab dan menyelesaikan pekerjaan yang lebih kompleks. Hal ini membuka peluang baru dalam otomatisasi industri, logistik, dan berbagai sektor lain yang membutuhkan kerja tim robot.

Adopsi teknologi ini juga menarik perhatian industri. Apptronik sebagai salah satu mitra awal telah menunjukkan integrasi Gemini Robotics 2 pada robot Apollo 2 mereka. Kolaborasi semacam ini menjadi indikator bahwa teknologi robotika berbasis AI semakin siap untuk diterapkan dalam skala komersial.

Dari sisi pengembangan, versi on-device yang dapat beradaptasi dengan cepat menjadi terobosan penting. Robot yang tidak memiliki koneksi internet tetap dapat mempelajari tubuh barunya hanya dalam beberapa jam. Ini berarti proses deployment robot baru menjadi jauh lebih efisien dibandingkan metode tradisional yang membutuhkan waktu lebih lama.

Kehadiran benchmark ASIMOV-Agentic juga menunjukkan keseriusan Google dalam aspek keamanan. Robot kini diuji kemampuannya untuk menilai risiko dan memutuskan kapan harus menolak perintah yang berbahaya. Ini menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap penggunaan robot di lingkungan yang melibatkan manusia.

Google DeepMind terus memperluas ekosistem AI mereka dengan berbagai inovasi. Sebelumnya, perusahaan juga telah menunjukkan bagaimana AI dapat membantu menemukan bug pada perangkat lunak, seperti yang terlihat dalam temuan bug Chrome yang telah bersembunyi selama 13 tahun. Kemampuan analisis semacam ini menjadi fondasi bagi pengembangan sistem robotika yang lebih cerdas.

Dengan peluncuran Gemini Robotics 2, Google menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam pengembangan AI untuk robotika. Kombinasi kontrol seluruh tubuh, ketangkasan tinggi, kemampuan koordinasi antar robot, dan fokus pada keselamatan menjadikan model ini salah satu yang paling lengkap di kelasnya.

Meskipun masih dalam tahap akses awal untuk mitra tertentu, potensi penerapan teknologi ini sangat luas. Mulai dari otomatisasi pabrik, layanan logistik, hingga bantuan di lingkungan rumah. Namun, perlu dicatat bahwa informasi mengenai jadwal ketersediaan publik dan harga belum diumumkan secara resmi oleh Google.

Perkembangan ini juga menjadi sorotan bagi industri teknologi secara keseluruhan. Persaingan dalam pengembangan robot humanoid berbasis AI semakin ketat, dan langkah Google DeepMind ini memberikan tekanan bagi kompetitor untuk berinovasi lebih cepat.

Bagi pengguna dan industri di Indonesia, perkembangan ini patut diperhatikan karena dapat memengaruhi arah otomatisasi di berbagai sektor dalam beberapa tahun ke depan. Teknologi robot yang mampu berpikir mandiri dan bekerja sama ini berpotensi mengubah cara kerja di berbagai industri.

Google tampaknya serius mengembangkan ekosistem AI secara menyeluruh, tidak hanya untuk robotika tetapi juga untuk berbagai produk lainnya. Hal ini terlihat dari berbagai inisiatif yang terus diluncurkan, termasuk pengembangan fitur AI di Google Docs dan kerja sama infrastruktur dengan berbagai perusahaan.

Gemini Robotics 2 dan Gemini Robotics ER 2 menjadi bukti bahwa batas antara fiksi ilmiah dan realitas semakin tipis. Robot yang mampu berpikir, bergerak, beradaptasi, dan bekerja sama kini bukan lagi sekadar konsep, melainkan teknologi yang sedang diuji dan dikembangkan secara aktif.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.