Telset.id – Google menjalankan program pilot yang membayar sejumlah publisher atas kontribusi konten mereka terhadap fitur pencarian berbasis AI. Langkah ini diambil saat Google menghadapi pengawasan ketat terkait dampak fitur AI terhadap lalu lintas web. Program yang dilaporkan pertama oleh Digiday dan diperinci oleh The Information ini menyertakan sekitar 100 publisher dan telah berjalan kurang dari satu tahun.
Program pembayaran publisher ini menjadi respons Google terhadap kritik yang menyebut fitur AI Overviews dan AI Mode menyerap trafik situs berita tanpa kompensasi. Seorang publisher yang bergabung sejak awal program dilaporkan meraup lebih dari USD 1 juta, atau sekitar Rp16 miliar, dalam setahun. Publisher lain yang baru bergabung beberapa bulan lalu telah memperoleh sekitar USD 50.000 hingga USD 60.000.
Skema pembayaran tersebut menghitung seberapa besar kontribusi konten publisher terhadap AI Overviews dan AI Mode di Search, serta chatbot Gemini. Besaran bayaran disesuaikan dengan tingkat kontribusi masing-masing publisher, bukan berdasarkan jumlah tayangan halaman seperti model iklan konvensional.
Tekanan Regulator dan Gugatan Publisher
Perubahan pencarian berbasis AI milik Google tidak hanya menuai kritik dan gugatan hukum dari publisher, tetapi juga dari regulator di berbagai belahan dunia. Pada Juni, Inggris memutuskan bahwa Google harus mengizinkan publisher untuk memilih tidak tampil dalam fitur pencarian AI. Keputusan ini memberi publisher kendali atas apakah konten mereka digunakan untuk melatih atau mengisi hasil AI.
Uni Eropa juga membuka investigasi terhadap dampak fitur AI Google terhadap lalu lintas web dan baru-baru ini memerintahkan perusahaan untuk melakukan perubahan pada mesin pencarinya. Tekanan dari dua yurisdiksi besar ini menunjukkan bahwa model bisnis pencarian berbasis AI Google sedang diuji dari sisi regulasi, bukan hanya dari sisi teknologi.
Program pilot pembayaran ini muncul di tengah ketidakpastian hubungan antara platform pencarian dan industri media. Sebelumnya, sejumlah pengamat industri menyoroti bagaimana kehadiran AI Overviews menurunkan klik ke situs publisher. Langkah Google membayar publisher dapat dibaca sebagai upaya membangun ulang hubungan yang retak dengan ekosistem konten.
Baca Juga:
Di sisi lain, Google juga tengah menggarap sejumlah proyek besar lain yang mengubah lanskap ekosistemnya. Perusahaan dilaporkan menyiapkan Googlebook OS yang akan menggantikan ChromeOS, dengan dukungan update Chromebook berakhir pada 2034. Selain itu, Google memperluas verifikasi developer Android yang mulai berlaku September 2026, sebuah langkah yang memicu kewaspadaan di Rusia.
Pada segmen perangkat wearable, Google juga menghadirkan Google Health Guardian untuk Pixel Watch 3, 4, dan 5. Sementara di ranah hiburan, aktor Henry Cavill dikabarkan terlibat dalam penggarapan video game Googlebook sebagai bagian dari promosi perangkat tersebut.
Dampak bagi Publisher dan Ekosistem Pencarian
Bagi publisher, program pilot ini menawarkan jalur pendapatan alternatif di saat trafik rujukan dari mesin pencari terus berubah. Model pembayaran berbasis kontribusi konten berbeda dari program bagi hasil iklan yang sudah lama berjalan. Namun, karena statusnya masih pilot dengan sekitar 100 peserta, belum ada kepastian apakah skema ini akan diperluas ke lebih banyak publisher atau dihentikan setelah masa uji coba.
Yang jelas, keputusan Inggris dan investigasi Uni Eropa menunjukkan bahwa arah kebijakan terkait AI search tidak lagi sepenuhnya berada di tangan Google. Publisher kini memiliki opsi untuk keluar dari fitur AI, dan regulator memantau dampaknya terhadap lalu lintas web. Kombinasi tekanan regulasi dan insentif finansial ini menciptakan dinamika baru dalam hubungan antara platform pencarian dan industri media.
Google belum memberikan pernyataan resmi terkait rincian program pilot ini. The Information melaporkan bahwa angka pendapatan yang diperoleh publisher bervariasi bergantung pada waktu bergabung dan tingkat kontribusi konten mereka terhadap fitur AI Google. Dengan sekitar 100 publisher yang terlibat, skala program ini masih terbatas dibandingkan total populasi publisher global yang terdampak perubahan pencarian AI.





Komentar
Belum ada komentar.