Logo Google dengan teks Google Pics dan latar belakang gradien biru-ungu

Google Pics Siap Rilis, Saingi Canva dan Adobe

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google Pics resmi rilis 18 Agustus 2026 untuk pengguna Workspace
  • Fitur utama: generate gambar dari teks, manipulasi elemen, edit/translate teks
  • Dibangun dengan model Nano Banana, tersedia di Slides, Docs, Sheets
  • Bersaing langsung dengan Canva Magic Grab dan Adobe background removal
  • Diaktifkan default, bisa dinonaktifkan; akses prioritas hingga Feb 2027
  • Belum ada timeline untuk pengguna konsumen biasa

Telset.id – Google resmi mengumumkan jadwal peluncuran Google Pics, aplikasi AI untuk membuat dan mengedit gambar yang akan tersedia bagi pengguna Workspace mulai 18 Agustus 2026. Langkah ini secara langsung menempatkan Google sebagai pesaing utama Canva dan Adobe di pasar alat desain berbasis AI.

Aplikasi yang diperkenalkan di Google I/O 2026 ini telah melalui tiga bulan pengujian sebagai eksperimen di Gemini Alpha. Kini, Google Pics akan tersedia secara luas untuk pelanggan bisnis dan pendidikan yang memiliki langganan Workspace tertentu, termasuk Google Workspace Business Standard, Business Plus, Enterprise Standard, Enterprise Plus, AI Expanded Access, dan Google AI Pro for Education.

Google Pics dibangun di atas model pencitraan Nano Banana milik Google sendiri. Aplikasi ini akan hadir sebagai web app standalone dan juga terintegrasi langsung di dalam aplikasi Workspace seperti Slides, Docs, dan Sheets. Fitur utamanya mencakup pembuatan gambar dari teks, manipulasi elemen individual dalam gambar, mengedit atau menerjemahkan teks, serta menukar elemen dengan yang baru.

Fitur-fitur ini dirancang untuk mengatasi kekurangan umum pada gambar buatan AI, seperti objek yang tidak proporsional, teks yang salah eja atau tidak terbaca, serta elemen yang bertabrakan dengan latar belakang.

Persaingan langsung dengan Canva dan Adobe menjadi strategi utama Google. Pics akan bersaing dengan fitur Magic Grab milik Canva yang dapat memposisikan ulang, mengubah ukuran, dan memindahkan objek dalam gambar, serta alat penghapus latar belakang bawaan Adobe. Dengan mengizinkan pengguna mengedit gambar langsung di dalam rangkaian aplikasi office-nya, Google menghilangkan kebutuhan untuk mengekspor aset ke alat eksternal.

Baca Juga:

Google menyatakan Pics akan diaktifkan secara default untuk semua pelanggan Workspace saat diluncurkan, namun tersedia opsi untuk menonaktifkan akses jika diinginkan. Perusahaan juga akan menerapkan batasan penggunaan generative AI seiring meluasnya ketersediaan Pics. Pengguna dapat menikmati akses prioritas lebih tinggi hingga 28 Februari 2027.

Hingga saat ini, Google belum memberikan timeline kapan Pics akan tersedia untuk pemegang akun konsumen biasa. Fokus awal tetap pada pelanggan bisnis dan pendidikan, yang menjadi target utama peluncuran perdana ini.

Dengan peluncuran ini, Google memperkuat posisinya di pasar alat produktivitas berbasis AI. Integrasi langsung dengan ekosistem Workspace memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan, memungkinkan pengguna untuk tetap berada dalam satu lingkungan kerja tanpa perlu beralih aplikasi.

Langkah Google ini juga menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengembangkan teknologi AI generatif untuk aplikasi praktis. Model Nano Banana yang menjadi basis Pics dirancang khusus untuk menghasilkan gambar berkualitas tinggi dengan kontrol yang lebih presisi.

Bagi pengguna bisnis, kehadiran Google Pics berarti akses ke alat desain canggih tanpa biaya tambahan untuk langganan terpisah. Ini bisa menjadi faktor penentu bagi perusahaan yang ingin mengoptimalkan anggaran perangkat lunak mereka.

Sementara itu, bagi industri desain, masuknya Google ke pasar ini bisa memicu perubahan harga dan fitur di kalangan pesaing. Canva dan Adobe mungkin perlu merespons dengan inovasi lebih cepat atau penyesuaian strategi harga.

Ke depannya, Google Pics berpotensi menjadi alat standar untuk pembuatan konten visual di lingkungan kerja. Dengan kemampuan yang terus berkembang dan integrasi yang mulus, aplikasi ini bisa mengubah cara tim bekerja dengan gambar dan desain.

Pengguna yang tertarik dapat mulai mempersiapkan diri dengan memastikan langganan Workspace mereka sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Peluncuran pada 18 Agustus 2026 akan menjadi momen penting bagi ekosistem alat produktivitas digital.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.