📑 Daftar Isi

Layar aplikasi Pixel Studio menampilkan gambar karakter kartun sedang bermain basket

Google Tutup Pixel Studio, Aplikasi AI Gambar Hanya Bertahan Dua Tahun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Google resmi menutup Pixel Studio, aplikasi pembuatan gambar AI yang diluncurkan pada 2024 bersamaan dengan Pixel 9
  • Penutupan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak yang mengubah fungsi aplikasi menjadi pengalihan ke Gemini
  • Pengguna kini diarahkan untuk menggunakan Gemini dan Nano Banana untuk pembuatan gambar berbasis AI
  • Google telah mengumumkan rencana penghentian Pixel Studio sejak Februari 2026 dan perlahan menghilangkan fitur intinya
  • Pixel Studio bergabung dengan daftar panjang layanan Google yang dihentikan atau "Google graveyard"

Telset.id – Google resmi menutup aplikasi Pixel Studio, aplikasi pembuatan gambar berbasis AI yang diluncurkan kurang dari dua tahun lalu. Penutupan ini terjadi melalui pembaruan perangkat lunak terbaru yang mengubah fungsi aplikasi tersebut menjadi pengalihan ke layanan lain.

Berdasarkan laporan dari 9to5Google, pembaruan perangkat lunak yang menonaktifkan Pixel Studio mulai diluncurkan sekarang, tetapi mungkin membutuhkan waktu untuk menjangkau semua pengguna. Setelah pembaruan diunduh, antarmuka utama aplikasi menampilkan tombol “Open Gemini” yang mencolok dan mengarahkan pengguna ke Play Store untuk mengunduh aplikasi Gemini. Selain itu, aplikasi juga menyarankan pengguna untuk mencoba Nano Banana untuk pembuatan gambar.

Pixel Studio diperkenalkan pada tahun 2024, bersamaan dengan peluncuran smartphone Pixel 9. Aplikasi ini didedikasikan untuk pembuatan gambar AI, mirip dengan banyak aplikasi serupa lainnya. Pengguna bisa memasukkan perintah untuk dengan cepat menghasilkan gambar, dan aplikasi ini juga bisa membuat stiker berdasarkan foto yang sudah ada.

Penutupan Pixel Studio sebenarnya sudah diantisipasi sejak beberapa waktu lalu. Google telah mengumumkan rencana untuk menghentikan Pixel Studio pada bulan Februari lalu dan secara perlahan menghilangkan fungsi intinya. Misalnya, editor foto telah sepenuhnya kehilangan alat AI beberapa bulan sebelumnya.

Layar aplikasi Pixel Studio menampilkan gambar karakter kartun sedang bermain basket.

Keputusan ini menambah panjang daftar layanan Google yang dihentikan, yang sering disebut sebagai “Google graveyard”. Pixel Studio kini bergabung dengan berbagai produk dan layanan lain yang pernah diluncurkan namun akhirnya ditutup oleh raksasa teknologi asal Mountain View tersebut.

Dampak Penutupan bagi Pengguna Pixel

Bagi pengguna perangkat Pixel, penutupan Pixel Studio berarti kehilangan akses ke aplikasi eksklusif yang sebelumnya menjadi salah satu fitur unggulan. Kini, pengguna diarahkan untuk menggunakan Gemini dan Nano Banana sebagai alternatif untuk kebutuhan pembuatan gambar berbasis AI.

Google sendiri terus mengembangkan ekosistem AI-nya melalui berbagai platform. Salah satu langkah terbaru adalah merilis Gemini Go untuk perangkat Android entry-level, menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan AI mereka ke lebih banyak pengguna.

Penutupan Pixel Studio juga menjadi indikasi bahwa Google sedang merampingkan portofolio aplikasi AI-nya. Dengan mengarahkan pengguna ke Gemini, Google tampaknya ingin mengkonsolidasikan berbagai kemampuan AI ke dalam satu platform yang lebih terpadu.

Selain itu, Google juga terus menghadirkan inovasi di perangkat Pixel. Baru-baru ini, perusahaan membocorkan warna baru untuk seri Pixel 11 yang akan datang, menunjukkan bahwa meskipun menutup beberapa aplikasi, Google tetap fokus pada pengembangan lini perangkat kerasnya.

Riwayat Singkat Pixel Studio

Pixel Studio diluncurkan pada tahun 2024 sebagai aplikasi eksklusif untuk perangkat Pixel 9. Aplikasi ini mendapat pembaruan konten yang cukup substansial tahun lalu, namun akhirnya harus berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Keputusan ini menunjukkan bagaimana Google terus mengevaluasi dan menyesuaikan strategi produk AI-nya.

Di sisi lain, Google juga terus mengembangkan fitur keamanan untuk platform Android, termasuk fitur deteksi telepon palsu yang baru dirilis. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun beberapa aplikasi ditutup, Google tetap berkomitmen untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Penutupan Pixel Studio menjadi pengingat bahwa tidak semua produk AI Google akan bertahan lama. Perusahaan tampaknya tidak ragu untuk menghentikan produk yang dianggap tidak lagi sesuai dengan strategi jangka panjang mereka, meskipun produk tersebut baru diluncurkan beberapa tahun sebelumnya.

Telset.id – Google resmi menutup aplikasi Pixel Studio, aplikasi pembuatan gambar berbasis AI yang diluncurkan kurang dari dua tahun lalu. Penutupan ini terjadi melalui pembaruan perangkat lunak terbaru yang mengubah fungsi aplikasi tersebut menjadi pengalihan ke layanan lain.

Berdasarkan laporan dari 9to5Google, pembaruan perangkat lunak yang menonaktifkan Pixel Studio mulai diluncurkan sekarang, tetapi mungkin membutuhkan waktu untuk menjangkau semua pengguna. Setelah pembaruan diunduh, antarmuka utama aplikasi menampilkan tombol “Open Gemini” yang mencolok dan mengarahkan pengguna ke Play Store untuk mengunduh aplikasi Gemini. Selain itu, aplikasi juga menyarankan pengguna untuk mencoba Nano Banana untuk pembuatan gambar.

Pixel Studio diperkenalkan pada tahun 2024, bersamaan dengan peluncuran smartphone Pixel 9. Aplikasi ini didedikasikan untuk pembuatan gambar AI, mirip dengan banyak aplikasi serupa lainnya. Pengguna bisa memasukkan perintah untuk dengan cepat menghasilkan gambar, dan aplikasi ini juga bisa membuat stiker berdasarkan foto yang sudah ada.

Penutupan Pixel Studio sebenarnya sudah diantisipasi sejak beberapa waktu lalu. Google telah mengumumkan rencana untuk menghentikan Pixel Studio pada bulan Februari lalu dan secara perlahan menghilangkan fungsi intinya. Misalnya, editor foto telah sepenuhnya kehilangan alat AI beberapa bulan sebelumnya.

Layar aplikasi Pixel Studio menampilkan gambar karakter kartun sedang bermain basket.

Keputusan ini menambah panjang daftar layanan Google yang dihentikan, yang sering disebut sebagai “Google graveyard”. Pixel Studio kini bergabung dengan berbagai produk dan layanan lain yang pernah diluncurkan namun akhirnya ditutup oleh raksasa teknologi asal Mountain View tersebut.

Dampak Penutupan bagi Pengguna Pixel

Bagi pengguna perangkat Pixel, penutupan Pixel Studio berarti kehilangan akses ke aplikasi eksklusif yang sebelumnya menjadi salah satu fitur unggulan. Kini, pengguna diarahkan untuk menggunakan Gemini dan Nano Banana sebagai alternatif untuk kebutuhan pembuatan gambar berbasis AI.

Google sendiri terus mengembangkan ekosistem AI-nya melalui berbagai platform. Salah satu langkah terbaru adalah merilis Gemini Go untuk perangkat Android entry-level, menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan AI mereka ke lebih banyak pengguna.

Penutupan Pixel Studio juga menjadi indikasi bahwa Google sedang merampingkan portofolio aplikasi AI-nya. Dengan mengarahkan pengguna ke Gemini, Google tampaknya ingin mengkonsolidasikan berbagai kemampuan AI ke dalam satu platform yang lebih terpadu.

Selain itu, Google juga terus menghadirkan inovasi di perangkat Pixel. Baru-baru ini, perusahaan membocorkan warna baru untuk seri Pixel 11 yang akan datang, menunjukkan bahwa meskipun menutup beberapa aplikasi, Google tetap fokus pada pengembangan lini perangkat kerasnya.

Riwayat Singkat Pixel Studio

Pixel Studio diluncurkan pada tahun 2024 sebagai aplikasi eksklusif untuk perangkat Pixel 9. Aplikasi ini mendapat pembaruan konten yang cukup substansial tahun lalu, namun akhirnya harus berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Keputusan ini menunjukkan bagaimana Google terus mengevaluasi dan menyesuaikan strategi produk AI-nya.

Di sisi lain, Google juga terus mengembangkan fitur keamanan untuk platform Android, termasuk fitur deteksi telepon palsu yang baru dirilis. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun beberapa aplikasi ditutup, Google tetap berkomitmen untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Penutupan Pixel Studio menjadi pengingat bahwa tidak semua produk AI Google akan bertahan lama. Perusahaan tampaknya tidak ragu untuk menghentikan produk yang dianggap tidak lagi sesuai dengan strategi jangka panjang mereka, meskipun produk tersebut baru diluncurkan beberapa tahun sebelumnya.

Komentar

Belum ada komentar.