Ilustrasi platform Imagi untuk AI literacy di sekolah K-12 dengan tampilan coding dan antarmuka ramah anak

Imagi Raup Pendanaan untuk AI Literacy di Sekolah Global

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Imagi, startup edukasi teknologi, berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar $4,5 juta dari Brighteye Ventures, Day One Capital, dan Will.i.am
  • Perusahaan menyediakan alat untuk mengajar coding, keterampilan komputer, dan AI literacy bagi siswa dan guru K-12
  • Platform telah digunakan oleh lebih dari 700.000 siswa di 140 negara sejak diluncurkan pada 2018
  • Kemitraan dengan Lovable memungkinkan guru membuat pelajaran coding dengan pengaman yang tepat
  • OpenAI memberikan kredit $1 juta untuk akses gratis alat Imagi x Lovable di sekolah
  • Setiap prompt dan respons disaring untuk keamanan, dengan kepatuhan terhadap COPPA, FERPA, dan GDPR
  • Dana akan digunakan untuk ekspansi ke lebih banyak sekolah, perekrutan, dan peluncuran platform baru bulan depan

Telset.id – Startup edukasi teknologi Imagi berhasil mengamankan pendanaan sebesar $4,5 juta atau sekitar Rp 72 miliar untuk memperluas program AI literacy di sekolah-sekolah global. Pendanaan ini dipimpin oleh Brighteye Ventures, Day One Capital, dan musisi Will.i.am, menandai langkah signifikan dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah.

Dora Palfi, salah satu pendiri Imagi, mengungkapkan bahwa misi perusahaannya adalah menjembatani kesenjangan antara teknologi AI yang berkembang pesat dengan kesiapan sistem pendidikan. “Daripada khawatir tentang siswa yang menyontek atau kemunduran dengan AI, sistem pendidikan harus menyesuaikan diri dengan kenyataan,” ujar Palfi kepada TechCrunch. “Sebagian besar anak sudah menggunakan AI, tetapi kita perlu mengajari anak-anak untuk membangun dengan AI, bukan sekadar mengonsumsinya secara pasif.”

Didirikan pada tahun 2018 oleh Dora Palfi dan Beatrice Ionascu, Imagi menyediakan alat bagi siswa dan guru K-12 untuk mengajar dan membangun kurikulum seputar coding, keterampilan komputer dasar, dan literasi AI. Sejak diluncurkan, platform ini telah digunakan oleh lebih dari 700.000 siswa di 140 negara. Angka ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan pendidikan teknologi yang terstruktur di lingkungan sekolah.

Pendanaan segar ini akan digunakan untuk memperluas jangkauan ke lebih banyak sekolah K-12, berinvestasi dalam penjualan distrik, perekrutan, pengembangan fitur produk baru, dan meluncurkan platform baru bulan depan. Langkah ini sejalan dengan upaya global untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi pasar kerja yang semakin didominasi oleh teknologi AI.

Kemitraan strategis menjadi kunci dalam pengembangan Imagi. Pada November tahun lalu, perusahaan mengumumkan Fitur Terbaru berupa kolaborasi dengan Lovable, sebuah alat vibe-coding yang memungkinkan guru membuat pelajaran dan memberikan akses terkontrol kepada siswa untuk belajar coding dengan pengaman yang tepat. OpenAI juga memberikan kredit senilai $1 juta agar sekolah dapat mengakses alat Imagi x Lovable secara gratis.

“Kami terus menyediakan uji coba gratis dan akses freemium berkat dukungan mereka,” kata Palfi. Ia membagikan beberapa contoh hasil dari kemitraan tersebut, seperti seorang guru yang membangun aplikasi untuk menerjemahkan kurikulumnya ke 15 bahasa yang digunakan di kelasnya. “Siswa lain membangun situs web untuk mempromosikan bisnis pemotongan rumputnya, menghubungkan ke kalendernya sehingga orang dapat memesan waktu langsung di situs web,” tambahnya.

Produk Imagi hadir sebagai jawaban atas perdebatan seputar bagaimana AI harus digunakan di sekolah dan bagaimana generasi muda harus berinteraksi dengan teknologi yang kuat ini. Palfi menjelaskan bahwa para pengembang di balik OpenAI dan Lovable adalah “ahli dalam membangun alat AI frontier,” sementara pakar pendidikan seperti dirinya “memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk menerapkannya dengan aman di kelas.”

Penerapan yang aman berarti setiap perintah dan setiap respons yang dihasilkan oleh platform akan disaring, dengan pelanggaran dihapus sebelum mencapai siswa. Imagi juga mematuhi Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA), Family Educational Rights and Privacy Act (FERPA), dan General Data Protection Regulation (GDPR) Uni Eropa. Ini berarti tidak ada retensi data dan mitra Imagi tidak melatih data dan aktivitas siswa.

Sistem ini juga melatih guru tentang cara menggunakan AI, coding, dan alat komputasi, sehingga mereka dapat mengajarkannya dengan percaya diri kepada siswa. Pendekatan ini penting mengingat dampak AI terhadap pasar kerja yang akan dimasuki oleh para siswa muda ini. Karena tidak semua orang memiliki akses ke alat AI di rumah, sekolah sering menjadi tempat terbaik untuk mengajarkan teknologi baru ini.

Pendanaan ini menandai momentum penting bagi Dunia Pendidikan dalam mengadopsi AI secara bertanggung jawab. Dengan lebih dari 700.000 siswa yang telah menggunakan platformnya, Imagi membuktikan bahwa pendekatan yang aman dan terstruktur terhadap pendidikan AI dapat menarik minat sekolah di seluruh dunia.

Dora Palfi, yang berasal dari keluarga guru, menekankan pentingnya pendidikan dalam mengubah lintasan hidup seseorang. “Sudah tertanam dalam diri saya bahwa pendidikan adalah sesuatu yang dapat sepenuhnya mengubah lintasan hidup Anda,” katanya. Visi ini tercermin dalam misi Imagi untuk memberdayakan siswa dan guru dengan keterampilan yang relevan untuk masa depan digital.

Dengan adanya pendanaan baru ini, Imagi berada di posisi yang tepat untuk mempercepat pertumbuhannya dan memperluas dampaknya ke lebih banyak siswa di seluruh dunia. Fokus pada keamanan, privasi, dan pelatihan guru membedakan platform ini dari alat AI lainnya di pasar pendidikan.

Investasi dari Brighteye Ventures, Day One Capital, dan Will.i.am menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi Imagi untuk mengubah lanskap pendidikan. Dengan dukungan ini, Imagi siap untuk meluncurkan platform baru bulan depan dan terus mengembangkan fitur-fitur yang memenuhi kebutuhan siswa dan guru di era AI.

Ke depannya, Imagi berencana untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dengan mitra strategis untuk menghadirkan solusi pendidikan AI yang lebih baik. Dengan komitmen terhadap keamanan dan privasi, perusahaan ini berupaya menjadi mitra tepercaya bagi sekolah-sekolah di seluruh dunia dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan yang didorong oleh teknologi.

Pendanaan ini juga menjadi sinyal positif bagi ekosistem Startup Teknologi yang berfokus pada pendidikan. Dengan pendekatan yang berpusat pada keselamatan dan efektivitas, Imagi menunjukkan bahwa teknologi AI dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah tanpa mengorbankan privasi atau keamanan siswa.

Keberhasilan Imagi dalam mengumpulkan pendanaan di tengah persaingan ketat di sektor edtech menunjukkan bahwa investor melihat nilai jangka panjang dalam pendidikan AI yang bertanggung jawab. Dengan lebih dari 700.000 siswa yang telah menggunakan platformnya, Imagi memiliki bukti nyata tentang efektivitas pendekatannya.

Dengan rencana ekspansi yang ambisius, Imagi siap untuk membawa literasi AI ke lebih banyak sekolah di seluruh dunia. Fokus pada keamanan, privasi, dan pelatihan guru akan terus menjadi pilar utama dalam pengembangan produk dan layanan perusahaan.

Pendanaan $4,5 juta ini bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang kepercayaan terhadap visi Imagi untuk menciptakan generasi yang tidak hanya menggunakan AI, tetapi juga mampu membangun dan berinovasi dengannya. Dengan dukungan investor dan mitra strategis, Imagi berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan visi tersebut.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.