📑 Daftar Isi

Kemkomdigi Siapkan Anak Muda Indonesia Timur Kuasai Teknologi AI

Kemkomdigi Siapkan Anak Muda Indonesia Timur Kuasai Teknologi AI

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiapkan anak muda di Indonesia Timur untuk mengadopsi dan menguasai teknologi kecerdasan artifisial (AI). Langkah ini dijalankan melalui Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia (BBLSDM) Kemkomdigi Makassar, yang berperan menyiapkan talenta digital agar mampu mengadopsi teknologi baru, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan usaha di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan peran tersebut dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Menurut Nezar, kaum muda tidak perlu takut menghadapi gelombang AI. “Buat kaum muda, kita jangan takut dengan teknologi ini. Kita kuasai, kita jadikan AI sebagai pendamping, sebagai alat, sebagai mitra untuk mengerjakan tugas-tugas ataupun proyek-proyek yang sedang kita tekuni. Dengan bantuan AI, hasilnya akan lebih optimal,” kata Nezar.

Pernyataan itu disampaikan Nezar saat berdiskusi bersama para pegawai di Balai Besar Pelatihan SDM Komdigi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026). Posisi Makassar dinilai strategis sebagai hub Indonesia Timur, sehingga BBLSDM Komdigi Makassar perlu memperluas pelatihan untuk menutup kesenjangan talenta digital dan membekali anak muda dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, pemerintahan, dan usaha.

Fokus Pelatihan dan Penutupan Kesenjangan Talenta Digital

Nezar menekankan bahwa kesenjangan talenta digital di Indonesia Timur harus ditutup dengan pelatihan yang lebih luas. “Kita perlu menutup kesenjangan talenta digital yang ada dengan melatih lebih banyak anak muda di Indonesia Timur dengan keterampilan digital, teknologi baru, dan mengajak mereka untuk mengadopsi teknologi ini di sektor-sektor tempat mereka bergerak,” kata Nezar.

Penguatan keterampilan digital juga diarahkan untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengadopsi teknologi guna meningkatkan produktivitas. Menurut Nezar, pelatihan harus memberikan dampak nyata bagi perkembangan ekosistem digital di Indonesia Timur. “Kita juga membantu banyak UMKM yang mencoba mengadopsi teknologi digital. Intinya, bagaimana balai pelatihan yang sudah cukup berpengalaman ini bisa semakin kuat dan semakin berdampak bagi ekosistem digital yang ada di Indonesia Timur,” ujarnya.

Langkah Kemkomdigi ini bersinggungan langsung dengan kebutuhan keamanan digital pelaku usaha. Sebab, adopsi teknologi oleh UMKM juga membawa risiko yang perlu diantisipasi, seperti terungkap dalam laporan mengenai insiden siber UMKM di Indonesia.

Nezar juga mengingatkan anak muda untuk memahami perkembangan AI yang bergerak cepat, mulai dari AI generatif hingga AI agent dan agentic AI yang mampu menjalankan berbagai tugas secara otonom. Perubahan ini menuntut anak muda untuk terus belajar dan menguasai teknologi agar dapat memanfaatkannya secara tepat.

“Gelombang teknologi baru artificial intelligence atau kecerdasan artifisial ini memang luar biasa, sangat dinamis, dan hampir setiap hari kita mendengar berita tentang AI dan inovasi baru. Perkembangannya betul-betul mengejutkan banyak orang. Teknologi ini tidak pernah berhenti pada satu bentuk. Begitu satu teknologi diadopsi, muncul inovasi-inovasi yang lain,” kata Nezar.

Manusia Harus Tetap Jadi Pusat Kendali AI

Dalam kesempatan yang sama, Nezar menegaskan bahwa manusia harus tetap menjadi pusat kendali dalam pemanfaatan AI. Teknologi tersebut perlu ditempatkan sebagai alat bantu untuk mendukung pekerjaan dan proyek, bukan sebagai pihak yang mengendalikan manusia.

“Jangan jadikan AI itu sebagai tuan kita, jadikan dia sebagai pekerja kita. Kita tetap ada di pusatnya, jadi human in the center (manusia sebagai pusat) atau human in the loop (partisipasi manusia) itu yang paling penting. Untuk itu, kuasai teknologinya,” kata Nezar.

Prinsip human in the loop ini menjadi rambu penting bagi anak muda Indonesia Timur yang mulai mengadopsi AI di dunia kerja dan usaha. Teknologi diposisikan sebagai mitra kerja yang membantu menyelesaikan tugas, sementara keputusan dan kendali tetap berada di tangan manusia.

Bagi Nezar, penguasaan teknologi menjadi kunci agar anak muda tidak sekadar menjadi pengguna pasif. AI perlu dipahami sebagai alat untuk mengerjakan tugas dan proyek dengan hasil yang lebih optimal, sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem digital di Indonesia Timur.

Penguatan keterampilan digital di Indonesia Timur juga relevan dengan tren adopsi teknologi di sektor lain. Pemanfaatan teknologi untuk kebutuhan sehari-hari terus berkembang, termasuk inovasi pemindaian kesehatan lewat ponsel seperti scan iris smartphone yang dikembangkan Danone.

Melalui BBLSDM Komdigi Makassar, Kemkomdigi menargetkan pelatihan yang lebih luas bagi anak muda dan UMKM di Indonesia Timur. Fokusnya jelas: menutup kesenjangan talenta digital, mendorong adopsi teknologi baru, dan memastikan balai pelatihan yang sudah berpengalaman itu semakin kuat serta berdampak bagi ekosistem digital di kawasan tersebut.

[INFOGRAPHIC]
Tidak ada media dengan role ‘body’ pada referensi ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.