Telset.id – Sebuah terobosan unik datang dari seorang pembuat yang dikenal sebagai Makestreme. Ia berhasil mencetak seluruh lagu berdurasi dua menit ke selembar kertas, dengan membagi data audio tersebut ke dalam delapan kode QR. Proyek yang diberi nama Paper Tunes ini memanfaatkan codec neural audio buatan Meta, yaitu EnCodec, untuk mengecilkan ukuran file musik secara drastis.
Makestreme mempublikasikan seluruh proses pembuatan beserta kode sumbernya di Hackster.io. Dengan menggunakan EnCodec, file MP3 berukuran 2,9MB berhasil diringkas menjadi sekitar 21KB token laten. Angka ini merepresentasikan pengurangan ukuran hingga sekitar 1.000 kali lipat, cukup kecil untuk dibagi ke dalam delapan kode QR yang disusun sebagai “kaset kertas” dua sisi.
Teknologi ini menjadi sorotan karena mampu mengatasi keterbatasan kompresi konvensional. MP3 sendiri merupakan format lossy, sehingga metode kompresi biasa tidak dapat memperkecil ukurannya lebih jauh tanpa merusak kualitas audio secara signifikan. EnCodec hadir sebagai solusi dengan pendekatan berbeda.
Codec open-source yang dirilis Meta pada 2022 ini mengubah gelombang audio menjadi token diskrit. Token-token tersebut kemudian dapat diubah kembali menjadi suara oleh decoder yang sesuai. Pada pengaturan 3 kbps, kualitas lagu hasil rekonstruksi dilaporkan masih terjaga dengan baik. Namun, ketika kecepatan diturunkan ke 1,5 kbps, output yang dihasilkan mengalami degradasi kualitas yang parah.

Setiap kode QR dalam proyek ini membawa ID sebesar 1-byte serta potongan aliran token. Empat kode QR ditempatkan di setiap sisi kertas, terinspirasi dari cara orang membolak-balik piringan vinyl. Generator skrip yang digunakan memanfaatkan tingkat koreksi kesalahan terendah untuk memaksimalkan kepadatan data.
Konsekuensinya, tidak ada redundansi yang tersedia. Jika salah satu kode QR rusak, maka lagu tidak dapat dipulihkan kembali. Ini menjadi kelemahan utama dari pendekatan penyimpanan data di atas kertas ini.
Selain dicetak di atas kertas, file berukuran 21KB yang sama juga berhasil dikirim antara dua papan ESP32 melalui radio LoRa. Berdasarkan kode pemancar yang dipublikasikan, transfer nirkabel tersebut membutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk setiap lagu. Proses ini menggunakan dua ESP32 yang dipasangkan dengan modul REYAX RYLR998 pada frekuensi 866 MHz.
Data dipindahkan dalam paket berukuran 160-byte dengan protokol ACK-dan-retry. Skrip pemancar mengatur jeda 40 detik setelah setiap paket yang diakui. Untuk file sebesar 21KB, dibutuhkan sekitar 134 paket, sehingga jeda antar paket saja sudah mencapai sekitar 90 menit. Pengaturan ini sengaja dibuat konservatif untuk mematuhi aturan duty-cycle.
Kecepatan transfer ini sangat jauh berbeda dengan pencapaian developer lain yang baru-baru ini berhasil melakukan streaming kode QR dengan kecepatan hampir 190 KB/s dalam pengujian telepon-ke-telepon pada 60 FPS. Perbedaan kecepatan yang mencolok ini menunjukkan trade-off antara keandalan dan kecepatan dalam berbagai metode transmisi data.

Konsep mencetak perangkat lunak di atas kertas sebenarnya bukan hal baru. Pada 1985, Cauzin Softstrip memperkenalkan barcode 2D yang memungkinkan majalah menerbitkan program dengan kapasitas hingga 5.500 byte per strip. Teknologi ini akhirnya ditinggalkan ketika harga floppy disk menjadi semakin murah.
Paper Tunes mewarisi ketergantungan yang sama dari pendahulunya tersebut. Kode QR yang dihasilkan menyimpan token, bukan audio langsung. Pemutaran lagu membutuhkan decoder EnCodec dengan sample rate 24 kHz yang spesifik. Tanpa decoder tersebut, data di kertas tidak dapat diubah kembali menjadi suara yang dapat didengar.
Meskipun kertas dapat bertahan selama berabad-abad, lagu yang tersimpan hanya akan bertahan selama jaringan saraf yang dapat mendekodenya masih tersedia. Ini menjadi pertanyaan besar tentang umur panjang format penyimpanan semacam ini di masa depan.
Satu kode QR memiliki batas maksimum sekitar 3KB data biner. Makestreme mencapai batas praktis pada sekitar 3,3KB. Dengan demikian, file MP3 sebesar 2,9MB membutuhkan hampir seribu kode QR jika tidak menggunakan kompresi EnCodec. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya peran codec dalam proyek ini.
Proyek Paper Tunes membuka wawasan baru tentang kemungkinan penyimpanan data di media fisik. Pendekatan ini menggabungkan teknologi AI modern dengan media penyimpanan tradisional, menciptakan cara baru untuk mengarsipkan konten digital. Meskipun belum praktis untuk penggunaan sehari-hari, proyek ini menunjukkan potensi kreatif dari kombinasi teknologi lama dan baru.
Bagi para penggemar teknologi dan pembuat, proyek ini menjadi inspirasi tentang bagaimana batas-batas konvensional dapat didorong. Dengan kode sumber yang dipublikasikan secara terbuka, siapa pun dapat mempelajari dan mengembangkan lebih lanjut teknik yang digunakan Makestreme.

Pendekatan penyimpanan lagu di atas kertas ini juga memicu diskusi tentang arsip digital jangka panjang. Sementara media digital rentan terhadap kerusakan dan keusangan format, kertas memiliki daya tahan fisik yang jauh lebih baik. Namun, ketergantungan pada decoder spesifik menjadi tantangan tersendiri.
Di sisi lain, proyek ini juga menunjukkan bagaimana codec AI dapat digunakan di luar aplikasi konvensional. EnCodec yang dirancang untuk kompresi audio efisien ternyata memiliki aplikasi kreatif yang tidak terduga. Ini membuka peluang eksplorasi lebih lanjut tentang penggunaan codec neural untuk berbagai keperluan.
Makestreme membuktikan bahwa dengan kreativitas dan pemahaman teknis, batas-batas teknologi dapat diperluas. Proyek ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara berbagai bidang teknologi dapat menghasilkan inovasi yang menarik.
[YOUTUBE_EMBED]





Komentar
Belum ada komentar.