Telset.id – Meta dilaporkan menuliskan proyek pembangunan data center AI miliknya sebagai “pilot models” untuk memanfaatkan kredit pajak riset era Reagan. Langkah ini membuat perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg tersebut menghemat miliaran dolar pajak federal Amerika Serikat, meski para akuntannya sendiri mengakui tafsir atas aturan tersebut sangat meragukan.
Praktik ini terungkap dari laporan The New York Times yang mengutip dokumen securities filing terbaru. Dalam pengajuan pajaknya, Meta menyatakan bahwa pembangunan data center berskala miliaran dolar itu jauh dari jaminan akan menguntungkan, sehingga layak dikategorikan sebagai eksperimen berisiko. Kredit pajak riset yang dimaksud awalnya diciptakan pada era pemerintahan Reagan untuk mendukung perusahaan yang tengah menggarap riset dan eksperimen berisiko tinggi. Bagi publik yang sudah curiga terhadap industri AI, informasi ini berpotensi memicu kemarahan lebih besar.
Angka penghematan yang diraih Meta terbilang fantastis. Pada 2024, perusahaan mencatat penghematan sebesar $2 miliar. Lalu pada pengajuan fiskal 2025, penghematannya melonjak menjadi hampir $4 miliar. Dengan total tersebut, Meta menjadi penerima manfaat terbesar kredit pajak ini di antara perusahaan publik yang diketahui hingga kini. Meta sendiri dilaporkan telah memanfaatkan celah aturan ini selama dua tahun terakhir.
Baca Juga:
Yang menarik, Meta melalui dokumen resminya mengakui adanya risiko pengembalian dana. Perusahaan menyebut mungkin harus membayar kembali ke IRS akibat “uncertainties with our research tax credits” atau ketidakpastian atas kredit pajak riset mereka. IRS sendiri masih berupaya menarik kembali $355 juta yang sempat dihemat Meta setelah memanfaatkan celah kredit pajak lain pada 2013 untuk pengembangan fitur News Feed.
Juru bicara perusahaan, Andy Stone, meyakinkan The New York Times bahwa Meta menggelontorkan dana besar untuk riset dan pengembangan demi mendukung “American jobs”. Namun apakah IRS akan menerima alasan tersebut masih belum jelas. Preseden menunjukkan ribuan perusahaan telah ditegur IRS karena menyalahgunakan kredit serupa untuk pengeluaran rutin, menurut laporan surat kabar tersebut.
Kabar ini muncul di tengah gelombang penolakan publik terhadap keberadaan fasilitas data center AI. Gerakan lintas partai yang menolak kehadiran fasilitas tersebut tumbuh cukup besar sehingga berpotensi berpengaruh pada pemilu sela mendatang. Publik yang sudah menaruh curiga terhadap industri ini kemungkinan semakin geram setelah mengetahui bahwa rencana pembangunan data center dipakai untuk menghindari pajak.
Isu ini juga memperkuat kekhawatiran yang lebih luas terhadap industri AI. Sektor ini sudah dikenal kerap menampilkan “vibe revenue” yang menggelembung dan praktik “creative accounting”, sementara beroperasi dalam kekosongan regulasi. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran akan kemungkinan gelembung AI yang menurut sejumlah pakar berada di ambang pecah.
Praktik pajak Meta ini bukan pertama kali menjadi sorotan. Sebelumnya, Meta juga ramai diperbincangkan lewat berbagai kebijakan produk dan bisnisnya, mulai dari Meta Buka Proyek Muse hingga persoalan keamanan akun yang membuat Meta Kunci Akun pengguna tanpa peringatan. Di sisi lain, adopsi Meta Muse AI yang menyalip ChatGPT juga diwarnai keraguan publik soal penyerahan data.
Dengan penghematan pajak yang diraih lewat label “pilot models”, pertanyaan besar kini tertuju pada IRS: apakah lembaga tersebut akan menerima dalih Meta untuk lolos dari kewajiban pajak miliaran dolar, atau justru menuntut pengembalian seperti yang tengah diupayakan atas kredit pajak News Feed. Yang jelas, langkah Meta ini berpotensi menambah bahan bakar bagi perdebatan panas seputar upaya industri AI membenarkan pembangunan data center raksasanya.





Komentar
Belum ada komentar.