Tampilan aplikasi Pocket milik Meta untuk membuat gizmo interaktif berbasis AI

Meta Luncurkan Aplikasi AI Pocket untuk Buat Gizmo Interaktif

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Meta meluncurkan aplikasi baru bernama Pocket untuk membuat gizmo interaktif berbasis AI
  • Aplikasi ini berbeda dari layanan read-it-later milik Mozilla yang sebelumnya bernama sama
  • Pengguna bisa membuat pengalaman AI yang merespons sentuhan, kemiringan ponsel, dan suara
  • Gizmo bisa menggunakan kamera, foto dari rol kamera, dan beberapa bisa "bernalar"
  • Meta merekrut insinyur dari Atma Sciences Inc. dan mendapatkan lisensi teknologi Gizmo
  • Aplikasi masih terbatas dan belum tersedia di AS serta App Store Apple
  • Mark Zuckerberg melihat AI sebagai masa depan media sosial
  • Fitur remix memungkinkan pengguna memodifikasi karya orang lain

Telset.id – Meta resmi meluncurkan aplikasi baru bernama Pocket, sebuah platform berbasis AI yang memungkinkan pengguna membuat dan membagikan “gizmo” interaktif. Langkah ini menjadi wujud nyata visi Mark Zuckerberg tentang AI sebagai masa depan media sosial.

Aplikasi Pocket hadir dengan konsep yang sangat berbeda dari layanan read-it-later bernama sama yang sebelumnya dimiliki Mozilla. Kini, Pocket adalah ruang kreatif berbasis kecerdasan buatan di mana pengguna bisa membuat pengalaman digital kecil yang responsif terhadap sentuhan dan gerakan ponsel.

Berdasarkan laporan Business Insider, Meta telah merekrut sejumlah insinyur dari perusahaan bernama Atma Sciences Inc., pengembang aplikasi Gizmo. Meta juga mendapatkan lisensi non-eksklusif untuk menggunakan teknologi perusahaan tersebut. Hasilnya, tampilan Pocket di Google Play sangat mirip dengan aplikasi Gizmo pendahulunya.

Dalam deskripsi Google Play, Meta menjelaskan bahwa pengguna dapat “menggulir umpan gizmo dari orang-orang di seluruh dunia.” Gizmo-gizmo ini merespons sentuhan dan kemiringan ponsel, memutar efek suara dan lagu favorit, menggunakan kamera, menarik foto dari rol kamera, bahkan beberapa bisa “bernalar tentang dunia di sekitar mereka.”

Di halaman pusat bantuan, Meta mendefinisikan gizmo sebagai “pengalaman AI yang dapat dimainkan.” Saat memposting gizmo, pengguna dapat memilih untuk mengizinkan orang lain me-remix kreasi mereka, menciptakan ekosistem berbagi dan kolaborasi yang mirip dengan platform media sosial.

Peluncuran Pocket menandai langkah berani Meta dalam mengintegrasikan AI ke dalam interaksi sosial digital. CEO Mark Zuckerberg sebelumnya telah menggambarkan visi di mana pengguna dapat memanfaatkan AI untuk menciptakan pengalaman interaktif dan membagikannya dengan orang lain. Pocket tampaknya menjadi salah satu manifestasi nyata dari visi tersebut.

Meski aplikasi ini sudah muncul di Google Play, ketersediaannya masih sangat terbatas. Dua staf The Verge yang berbasis di AS melihat catatan di daftar Google Play yang menyatakan bahwa aplikasi “tidak tersedia di negara Anda.” Aplikasi ini juga belum bisa ditemukan di App Store AS milik Apple.

Meta sendiri mengakui dalam pusat bantuannya bahwa aplikasi ini “belum tersedia di mana-mana.” Perusahaan belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait jadwal peluncuran global. Hal ini menunjukkan bahwa Pocket masih dalam tahap awal peluncuran terbatas.

Konsep gizmo interaktif yang ditawarkan Pocket membuka kemungkinan baru dalam cara orang berkreasi dan berinteraksi di platform digital. Pengguna tidak lagi sekadar mengonsumsi konten, tetapi bisa menjadi pencipta pengalaman yang responsif dan personal. Fitur remix juga mendorong budaya kolaborasi yang lebih dalam.

Dari segi teknis, gizmo Pocket dapat memanfaatkan berbagai sensor ponsel seperti akselerometer untuk merespons kemiringan, layar sentuh untuk interaksi langsung, kamera untuk augmented reality sederhana, serta penyimpanan lokal untuk mengakses foto pengguna. Kemampuan “bernalar” pada beberapa gizmo menunjukkan adanya elemen AI yang lebih canggih di balik layar.

Langkah Meta ini sejalan dengan tren industri teknologi yang semakin mengarah pada personalisasi dan interaktivitas berbasis AI. Alih-alih hanya menyediakan alat produktivitas, Pocket menawarkan platform untuk hiburan dan ekspresi diri yang didorong oleh kecerdasan buatan.

Dengan merekrut tim dari Atma Sciences Inc., Meta menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan teknologi ini secara internal. Lisensi non-eksklusif juga memberi Meta fleksibilitas untuk terus mengembangkan platform tanpa terikat secara eksklusif pada satu sumber teknologi.

Bagi para kreator konten dan pengguna awal, Pocket menawarkan cara baru untuk terlibat dengan AI. Alih-alih mengetik perintah ke chatbot, pengguna dapat menciptakan objek digital yang bisa disentuh, dimiringkan, dan diajak berinteraksi secara visual dan auditori.

Namun, masih ada pertanyaan tentang strategi monetisasi dan moderasi konten di Pocket. Dengan fitur remix yang memungkinkan pengguna memodifikasi karya orang lain, Meta perlu memastikan adanya sistem yang melindungi hak cipta dan mencegah penyalahgunaan platform.

Peluncuran Pocket juga menambah portofolio aplikasi berbasis AI Meta yang terus berkembang. Sebelumnya, perusahaan telah memperkenalkan berbagai fitur AI di platform utamanya seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Kini dengan aplikasi mandiri, Meta tampaknya ingin menguji pasar untuk produk AI yang lebih eksperimental.

Bagi pengguna di luar AS, masih harus menunggu hingga Meta memperluas ketersediaan Pocket. Tidak ada informasi resmi mengenai jadwal peluncuran global, termasuk apakah aplikasi ini akan tersedia di Indonesia. Namun, melihat tren peluncuran produk Meta sebelumnya, kemungkinan besar Pocket akan hadir secara bertahap di berbagai negara.

Dari sudut pandang kompetisi, Pocket memasuki ruang yang relatif baru. Tidak banyak platform yang menawarkan kemampuan membuat “pengalaman AI yang dapat dimainkan” dengan mudah. Ini memberi Meta keunggulan sebagai pionir, meskipun tantangan adopsi massa masih harus dihadapi.

Dengan visi Mark Zuckerberg yang melihat AI sebagai fondasi media sosial masa depan, Pocket bisa menjadi laboratorium untuk ide-ide yang nantinya diintegrasikan ke dalam produk utama Meta. Keberhasilan atau kegagalan aplikasi ini akan memberikan pelajaran berharga bagi strategi AI perusahaan ke depannya.

Satu hal yang jelas: Pocket bukan sekadar aplikasi hiburan biasa. Ini adalah pernyataan tentang arah yang akan diambil Meta dalam mendefinisikan ulang interaksi sosial di era kecerdasan buatan. Gizmo interaktif hanyalah awal dari apa yang mungkin menjadi platform kreatif generasi berikutnya.

Dengan semua potensi yang dimilikinya, Pocket layak menjadi perhatian bagi siapa pun yang tertarik dengan masa depan AI dan media sosial. Aplikasi ini menjembatani kesenjangan antara konsumsi konten pasif dan kreasi aktif, semuanya didukung oleh kekuatan kecerdasan buatan.

Meta sendiri terus mengembangkan infrastruktur cloud-nya sendiri untuk mendukung ambisi AI-nya. Perusahaan telah membangun bisnis cloud sendiri yang siap bersaing dengan AWS dan Google Cloud. Infrastruktur ini akan menjadi tulang punggung bagi aplikasi seperti Pocket yang membutuhkan daya komputasi besar untuk menjalankan model AI secara real-time.

Sementara itu, Meta juga menerapkan kebijakan berlangganan untuk beberapa fitur kacamata pintarnya. Model bisnis seperti ini mungkin akan diterapkan juga pada Pocket jika platform ini berkembang menjadi ekosistem yang lebih besar.

Bagi para pengembang dan kreator, Pocket membuka peluang baru untuk bereksperimen dengan AI tanpa perlu keterampilan coding yang mendalam. Cukup dengan memberikan perintah AI, pengguna bisa menciptakan gizmo yang kompleks dan interaktif. Ini demokratisasi kreativitas berbasis AI dalam bentuk yang paling murni.

Meskipun masih dalam tahap awal, Pocket telah menunjukkan potensi besar sebagai platform kreatif generasi baru. Dengan dukungan penuh dari Meta dan visi jelas dari Mark Zuckerberg, aplikasi ini bisa menjadi salah satu produk AI paling menarik di tahun-tahun mendatang.

Pengguna yang penasaran dengan Pocket bisa memantau Google Play dan App Store untuk melihat apakah aplikasi sudah tersedia di wilayah mereka. Sementara itu, Meta diperkirakan akan memberikan informasi lebih lanjut tentang jadwal peluncuran global dalam waktu dekat.

Dengan segala keunikan dan potensinya, Pocket layak menjadi topik hangat di kalangan pengamat teknologi dan pengguna awal. Aplikasi ini menawarkan gambaran sekilas tentang bagaimana AI dapat mengubah cara kita berkreasi, berbagi, dan berinteraksi di dunia digital.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.