Telset.id – Meta mengonfirmasi bahwa waktu yang dihabiskan pengguna di Instagram tumbuh double digit year over year setelah perusahaan memperkenalkan sistem rekomendasi berbasis kecerdasan buatan atau AI. Dalam earnings call kuartal kedua, Meta mengungkapkan bahwa peningkatan terbesar berasal dari perbaikan cara algoritma merekomendasikan Reels dan konten publik lainnya.
Chief Financial Officer Meta, Susan Li, menjelaskan bahwa sistem rekomendasi perusahaan kini tidak hanya melacak like atau waktu tonton. Meta telah melatih large language models (LLM) untuk membaca isi setiap Reel atau postingan Feed secara otomatis, mulai dari topik hingga nada konten, lalu mencocokkan pemahaman itu dengan riwayat tontonan masing-masing pengguna.
“Meta telah melatih large language models untuk membaca apa isi sebenarnya dari sebuah Reel atau postingan Feed, hingga topik dan nadanya, dan memasangkan pemahaman itu dengan pembacaan yang lebih dalam terhadap riwayat tontonan setiap pengguna untuk memprediksi apa yang akan mereka tonton selanjutnya,” jelas Li.
Pencapaian penting terjadi lebih awal tahun ini ketika setiap Reel publik dan postingan Feed di Instagram mulai diproses secara otomatis melalui LLM. Meta kini memperluas proses yang sama ke lebih banyak bagian Facebook dan mulai menggunakan model terpisah bernama Muse untuk menganalisis video guna klasifikasi topik dan peringkasan otomatis.
Implementasi ini terbukti efektif. Li menyebut bahwa pembaruan peringkat Reels tunggal terbesar Meta sejauh ini mendorong peningkatan sesi sebesar 15 basis poin, dengan keuntungan terbesar pada reshares dan waktu yang dihabiskan. Meta kini menerapkan pendekatan yang sama ke Feed utama.
Bagi Meta, pendekatan berbasis AI ini masuk akal secara bisnis. Rekomendasi yang lebih baik membuat pengguna betah lebih lama di aplikasi, membantu kreator menjangkau audiens yang lebih luas, dan menciptakan lebih banyak ruang untuk iklan. Bagi pengguna Instagram, implikasinya lebih sulit diabaikan: semakin baik platform memprediksi apa yang akan Anda tonton selanjutnya, semakin sulit untuk berhenti scrolling.
Baca Juga:

Strategi AI Meta untuk meningkatkan retensi pengguna ini menunjukkan betapa pentingnya teknologi tersebut bagi masa depan platform media sosial. Dengan kemampuan LLM yang terus berkembang, Meta berpotensi membuat pengalaman scrolling semakin personal dan adiktif.
Namun, pendekatan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang privasi dan kontrol pengguna terhadap data mereka. Meskipun Meta belum merinci bagaimana data pengguna digunakan dalam pelatihan model AI ini, jelas bahwa setiap interaksi di platform kini menjadi bahan bakar bagi algoritma yang semakin cerdas.
Bagi kreator konten, perubahan ini membawa angin segar. Dengan sistem rekomendasi yang lebih akurat, konten berkualitas memiliki peluang lebih besar untuk ditemukan oleh audiens yang relevan. Ini bisa menjadi dorongan signifikan bagi pertumbuhan akun dan monetisasi.
Dari sisi investor, kinerja ini menjadi kabar positif di tengah kekhawatiran tentang besarnya belanja AI Meta. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Meta Terjebak Belanja AI yang mencapai ratusan miliar dolar, namun hasil awal dari investasi ini mulai terlihat.
Ke depannya, Meta berencana untuk terus mengembangkan kemampuan AI-nya. Perusahaan juga telah mengintegrasikan Meta AI di DM Threads yang memungkinkan interaksi lebih privat dengan asisten AI.
Namun, perlu diingat bahwa pendekatan agresif Meta terhadap AI juga menghadapi tantangan regulasi dan hukum. Dua Vonis Juri baru-baru ini mengguncang Meta, meskipun belum mengubah aturan main secara fundamental.
Bagi pengguna Indonesia, perubahan algoritma ini kemungkinan akan terasa dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan peluncuran global pembaruan tersebut. Pengguna mungkin akan melihat peningkatan jumlah Reels yang direkomendasikan dan konten yang lebih relevan dengan minat mereka.
Meta sendiri optimistis bahwa pendekatan ini akan terus meningkatkan metrik engagement di seluruh platformnya. Dengan AI yang mampu memahami konteks konten secara lebih mendalam, pengalaman pengguna di Instagram dan Facebook diprediksi akan semakin personal dan imersif.





Komentar
Belum ada komentar.