Telset.id – Startup robotika asal China, MindOn, berhasil mendemonstrasikan sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengendalikan berbagai jenis robot secara simultan dalam satu tugas logistik. Sistem bernama Mind-0 ini memungkinkan robot humanoid dan lengan robotik tetap untuk bekerja sama menggunakan satu model AI terpadu, menandai langkah maju menuju kecerdasan embodied yang tidak bergantung pada perangkat keras tertentu.
Pencapaian ini menjadi sorotan karena MindOn menggunakan data pelatihan yang berpusat pada manusia, bukan data dari teleoperasi robot. Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini mengklaim bahwa pendekatan ini lebih efektif dalam melatih AI untuk memecahkan masalah secara alami. Dengan memisahkan penalaran tingkat tinggi dari kontrol gerakan tingkat rendah, Mind-0 dapat beradaptasi dengan berbagai bentuk robot tanpa perlu pelatihan ulang secara terpisah.
Pendekatan Unik dengan Data Manusia
Salah satu inovasi kunci dari MindOn adalah ketergantungannya pada data pelatihan yang berpusat pada manusia. Alih-alih mengumpulkan demonstrasi dengan mengendalikan robot secara manual, MindOn melatih modelnya menggunakan gerakan manusia yang ditangkap melalui sistem pelacakan seluruh tubuh, kamera egosentris, dan perangkat genggam.
Perusahaan berargumen bahwa pendekatan ini mempertahankan perilaku pemecahan masalah manusia yang alami dan menghindari keterbatasan yang sering muncul saat operator menyesuaikan tindakan mereka dengan kendala robot. Untuk menjembatani kesenjangan antara demonstrasi manusia dan eksekusi robot, MindOn mengembangkan jalur data lintas-embodiment yang mengubah tindakan manusia menjadi representasi yang dapat digunakan oleh sistem robotik yang berbeda.
Proses ini didukung oleh model aksi seluruh tubuh yang dilatih pada kumpulan data tangkapan gerak skala besar. Model ini memungkinkan robot untuk menjaga keseimbangan, mengoordinasikan gerakan, dan menjalankan tugas sambil menghormati keterbatasan fisik mereka sendiri.
Mengatasi Tantangan Sim-to-Real
MindOn juga memperkenalkan Model Kompensasi Eksekusi Dunia Nyata untuk mengatasi tantangan sim-to-real yang sudah lama ada. Model yang dilatih dalam simulasi sering mengalami penurunan kinerja saat diterapkan pada perangkat keras fisik karena perbedaan dinamika dan kondisi lingkungan.
Menurut MindOn, sistem kompensasinya menggunakan sejumlah kecil data penerapan di dunia nyata untuk memperbaiki perbedaan ini, sehingga robot dapat meningkatkan akurasi pelacakan dan kinerja manipulasi. Perusahaan mengklaim bahwa teknologi ini mencapai presisi manipulasi sub-sentimeter pada platform humanoid Unitree G1.
Komponen lain dari kerangka kerja ini adalah sistem penalaran hierarkis yang dirancang untuk memperhitungkan penundaan eksekusi pada robot fisik. Demonstrasi manusia secara alami bebas dari latensi mekanis, tetapi robot harus mengatasi penundaan penginderaan, komputasi, dan penggerak. Sistem MindOn terus memantau umpan balik dari pengontrol tingkat rendah dan menyesuaikan waktu perintah secara real-time untuk menjaga sinkronisasi antara perencanaan dan eksekusi.
Baca Juga:
Demonstrasi Logistik yang Mengesankan
Perusahaan baru-baru ini mendemonstrasikan teknologinya menggunakan armada campuran yang terdiri dari robot humanoid Unitree G1 dan sistem lengan robotik ganda yang stasioner. Dalam demonstrasi tersebut, robot-robot berkolaborasi dalam alur kerja logistik yang melibatkan pengambilan barang, transportasi, pengepakan, dan penyegelan kotak.
Meskipun memiliki konfigurasi fisik dan kemampuan yang berbeda, semua robot beroperasi menggunakan model AI yang sama. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Mind-0 dapat menjadi solusi universal untuk berbagai platform robotik, mengurangi kebutuhan akan pelatihan khusus untuk setiap jenis robot.
Fenomena serupa juga terlihat di industri lain, di mana konten buatan AI membanjiri platform digital. Sebagai contoh, TikTok Banjir AI Slop yang mencapai 60% dari video di FYP pengguna baru. Ini menunjukkan bahwa AI semakin terintegrasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam robotika dan konten digital.
Masa Depan Kecerdasan Robot Universal
Didirikan di Shenzhen pada tahun 2025, MindOne Robotics memposisikan teknologinya sebagai alternatif yang dapat diskalakan untuk pengembangan robotika yang bergantung pada teleoperasi. Perusahaan berencana untuk memperluas kumpulan data yang berpusat pada manusia dan memperluas penerapan ke faktor bentuk robot tambahan, termasuk sistem lengan ganda bergerak.
Tujuan akhir MindOn adalah menciptakan kecerdasan robot universal yang mampu beroperasi di berbagai platform perangkat keras. Dengan pendekatan yang memisahkan penalaran dari kontrol gerakan, Mind-0 menawarkan fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya dalam pengembangan robotika.
Dalam konteks yang lebih luas, perkembangan ini sejalan dengan tren di mana perusahaan teknologi besar mulai memanfaatkan AI untuk berbagai keperluan. Misalnya, Polymarket Bayar Kreator konten video taruhan palsu menunjukkan bagaimana AI dapat digunakan dalam ekosistem yang berbeda.





Komentar
Belum ada komentar.