Telset.id – Startup otomatisasi jaringan, Netris, berhasil mengamankan pendanaan Seri A senilai $15 juta dari Andreessen Horowitz (a16z). Pendanaan ini bertujuan mempercepat solusi perangkat lunak mereka yang dirancang khusus untuk membantu operator data center atau neocloud dalam mengelola infrastruktur jaringan untuk komputasi AI.
Permasalahan utama yang dihadapi banyak neocloud adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengkonfigurasi dan mengoperasikan pusat data. Proses yang bisa memakan waktu berbulan-bulan ini membuat GPU-GPU mahal menganggur dan tidak produktif. Netris hadir dengan platform yang mengotomatiskan pengaturan, konfigurasi, dan operasi switch jaringan, sehingga waktu untuk mulai beroperasi (go-live) bisa dipangkas secara signifikan.
Platform Netris bekerja dengan menyediakan abstraksi jaringan, yang memungkinkan perubahan konfigurasi perangkat keras dilakukan sesuai kebutuhan. Selain itu, platform ini juga mampu mengisolasi server dan sumber daya di lapisan perangkat keras (hardware layer) untuk mendukung multi-tenancy, yaitu kemampuan melayani banyak pelanggan secara bersamaan dari satu infrastruktur yang sama.
CEO Netris, Alex Saroyan, menjelaskan bahwa solusi mereka berbeda dari pendekatan tradisional. “Sebagai operator klaster GPU, Anda perlu melakukan perubahan konfigurasi di setiap tautan, setiap hari. Di pusat data tradisional, mereka menggunakan SDN [software-defined networking], tetapi SDN mulai tidak mencukupi karena ini adalah teknologi perangkat lunak,” ujar Saroyan kepada TechCrunch.
Ia menambahkan, “Untuk AI, perangkat lunak saja tidak cukup, karena jumlah lalu lintas data sangat tinggi, semuanya harus dipercepat oleh perangkat keras. Anda membutuhkan sesuatu seperti SDN, tetapi sepenuhnya dipercepat oleh perangkat keras. Inilah yang kami lakukan, dan ini sudah kami lakukan selama delapan tahun.”
Baca Juga:
Keunggulan lain dari platform Netris adalah sifatnya yang vendor-agnostic. Artinya, platform ini kompatibel dengan berbagai peralatan dan standar jaringan yang umum digunakan di pusat data, baik untuk server Nvidia maupun AMD. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi operator untuk memilih perangkat keras tanpa terikat pada satu vendor tertentu.
Klaim Netris ini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk raksasa chip Nvidia. Dua tahun lalu, Nvidia sangat terkesan dengan demo teknologi Netris sehingga merekomendasikan perusahaan tersebut kepada sejumlah pelanggannya. Saat ini, Netris telah beroperasi di lebih dari 35 klaster GPU di seluruh dunia (total sekitar satu juta GPU), yang dioperasikan oleh perusahaan seperti Lightning AI, Foxconn, Visionbay, Hewlett Packard Enterprise, TensorWave, dan Telus.
Dengan pendanaan baru ini, Netris berencana untuk merekrut lebih banyak insinyur dan staf penjualan, menambah dukungan untuk lebih banyak vendor perangkat keras, dan mengimplementasikan lebih banyak fungsi dalam algoritma mereka. Menariknya, solusi Netris tidak menggunakan kecerdasan buatan (AI) sama sekali.
Saroyan menegaskan bahwa perusahaannya hanya menggunakan algoritma yang telah dikembangkan sebelumnya untuk menjalankan dan mengonfigurasi otomatisasi dan operasi. “Kami memulai jauh sebelum AI. Kami memahami tantangan ini sejak awal, dan kami mulai mengembangkan algoritma ini sejak dini. AI tidak bersifat deterministik, bukan? Terkadang ia suka melakukan sesuatu dengan caranya sendiri. Itu bagus untuk pekerjaan kreatif, tetapi untuk mengubah ribuan konfigurasi switch, Anda tidak perlu menjadi kreatif. Anda harus sangat persisten dan dapat diulang,” jelasnya.
Sebagai bagian dari investasi ini, partner a16z, Guido Appenzeller, akan bergabung dengan dewan direksi Netris. Langkah ini menandakan kepercayaan investor terhadap masa depan otomatisasi jaringan untuk pusat data AI, sebuah sektor yang diperkirakan akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan akan kapasitas komputasi.

Tantangan yang dipecahkan Netris sebenarnya bukanlah hal baru. Selama ini, operator data center besar seperti Equinix, NTT, Digital Realty, Oracle, Microsoft, AWS, atau Google telah memecahkan masalah konfigurasi dan multi-tenancy dengan merekrut banyak insinyur atau membangun otomatisasi sendiri. Namun, neocloud kecil jarang memiliki sumber daya seperti itu.
Platform Netris hadir sebagai solusi yang lebih terjangkau dan mudah diimplementasikan bagi pemain-pemain kecil yang ingin bersaing di pasar komputasi AI. Dengan mengurangi waktu dan kompleksitas dalam menyiapkan infrastruktur, Netris memungkinkan neocloud untuk lebih cepat menghasilkan pendapatan dari investasi GPU mereka.
Pendanaan Seri A ini menjadi bukti bahwa investor melihat potensi besar dalam solusi yang mampu mengatasi hambatan operasional di industri pusat data yang sedang booming. Ke depannya, Netris akan fokus pada pengembangan produk dan ekspansi pasar untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam otomatisasi jaringan untuk AI.





Komentar
Belum ada komentar.