📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Nous Research dan AI Hermes dengan latar belakang teknologi futuristik

Nous Research Kumpulkan Dana Rp 24 Triliun untuk Kembangkan AI Hermes

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Nous Research menyelesaikan putaran pendanaan baru dipimpin Robot Ventures dengan valuasi USD 1,5 miliar
  • Perusahaan mengumpulkan dana minimal USD 75 juta dengan minat investor yang tinggi
  • Nous Research didirikan tahun 2023 oleh Jeffrey Quesnelle, Karan Malhotra, Ryan Teknium, dan Shivani Mitra
  • Sebelumnya telah mengumpulkan total USD 70 juta dari Paradigm, Robot Ventures, dan investor lainnya
  • Hermes adalah agen AI open-source pesaing OpenClaw dengan skills bawaan seperti web search, coding, dan image understanding
  • Hermes memiliki 214.000 bintang dan 40.000 fork di GitHub
  • Tersedia versi cloud berbayar mulai USD 20 hingga USD 200 per bulan
  • Pendanaan baru akan digunakan untuk memperluas produk dan model bisnis Hermes

Telset.id – Startup kecerdasan buatan Nous Research dikabarkan tengah menyelesaikan putaran pendanaan baru yang dipimpin oleh Robot Ventures dengan valuasi mencapai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 24 triliun. Pendanaan ini juga melibatkan partisipasi signifikan dari USV dan sejumlah investor terkemuka lainnya.

Menurut tiga sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut, Nous Research mengumpulkan dana minimal USD 75 juta dan menerima tingkat minat yang tinggi dari para investor. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2023 oleh Jeffrey Quesnelle, Karan Malhotra, Ryan Teknium, dan Shivani Mitra ini memilih untuk tidak memberikan komentar terkait kabar pendanaan tersebut. Sementara itu, USV dan Robot Ventures juga belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.

Sebelum putaran pendanaan ini, Nous Research telah mengumpulkan total USD 70 juta dari sejumlah investor termasuk Paradigm, Robot Ventures, North Island Ventures, OSS Capital, dan Balaji Srinivasan, berdasarkan data dari Crunchbase. Kini dengan valuasi USD 1,5 miliar, Nous Research resmi menyandang status unicorn di industri AI.

Hermes: Agen AI Open-Source Pesaing OpenClaw

Nous Research dikenal sebagai pengembang di balik Hermes, agen AI open-source yang menjadi pesaing langsung OpenClaw. Beberapa minggu setelah agen OpenClaw viral, Nous Research merilis pesaingnya yang diberi nama Hermes. OpenClaw sendiri merupakan agen yang berjalan secara lokal di PC dan dapat melakukan tugas atas nama pengguna.

Salah satu perbedaan utama Hermes adalah kemampuannya yang dilengkapi dengan “skills” bawaan, seperti pencarian web, coding, dan pemahaman gambar. Lebih dari itu, Hermes dirancang untuk secara otomatis belajar dari penggunaan orang-orang dan membangun lebih banyak skill tanpa intervensi manual. Startup ini juga telah merilis model bahasa yang fokus pada coding dan matematika.

Sama seperti OpenClaw, pengguna dapat mengotomatiskan tugas dengan Hermes dan mengobrol dengan agen-agen ini atau menerima pesan dari mereka melalui aplikasi seperti Telegram dan Discord. Alat-alat ini menjadi semakin populer karena memungkinkan pengguna menjalankan agen AI mereka dari jarak jauh dan sepanjang waktu.

Menariknya, Nous Research sebelumnya telah berkolaborasi dengan produsen ponsel mewah Vertu untuk menghadirkan asisten AI Hermes di perangkat lipat premium mereka. Integrasi ini menunjukkan potensi Hermes untuk diadopsi di berbagai platform perangkat keras.

Adopsi Luas dan Model Bisnis Hermes

Bersifat open-source dan diadopsi secara luas, Hermes telah mengumpulkan banyak pengikut di GitHub dengan sekitar 214.000 bintang dan hampir 40.000 fork. Angka ini menunjukkan tingginya minat komunitas pengembang terhadap teknologi yang dikembangkan Nous Research.

Para pengembang dapat menjalankan Hermes di desktop atau di server pribadi virtual. Namun, Nous Research juga menawarkan versi yang dihosting di cloud, yang mungkin lebih ramah pengguna bagi sebagian pengguna karena menghindari proses pengaturan di mesin mereka sendiri. Versi yang dihosting ini tersedia melalui berbagai tingkatan berbayar mulai dari USD 20 hingga USD 200 per bulan.

Sumber menyebutkan bahwa pendanaan baru ini akan membantu memperluas produk dan model bisnis Hermes lebih lanjut. Dengan dana segar yang signifikan, Nous Research berpotensi mengembangkan kemampuan agen AI mereka dan menjangkau lebih banyak pengguna di seluruh dunia.

Meskipun namanya mirip dengan merek fashion mewah, Hermes dari Nous Research tidak ada hubungannya dengan brand tersebut. Sebagai informasi, Hermès adalah merek fashion asal Prancis yang terkenal dengan produk tas dan aksesori mewahnya, termasuk strap kulit untuk Apple Watch.

Pendanaan terbaru ini menempatkan Nous Research sebagai pemain kunci di pasar agen AI open-source yang sedang berkembang pesat. Dengan valuasi USD 1,5 miliar, perusahaan ini menunjukkan bahwa model open-source dapat menjadi bisnis yang sangat bernilai di industri kecerdasan buatan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.