📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Apple dan OpenAI yang sedang berseteru dalam kasus gugatan rahasia dagang karyawan

OpenAI Balas Gugatan Apple soal Rahasia Dagang Karyawan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • OpenAI mempublikasikan blog post berjudul "Apple is getting this wrong" untuk membantah gugatan Apple
  • Gugatan Apple berpusat pada Chang Liu dan Tang Tan, mantan karyawan yang kini bergabung dengan OpenAI
  • Apple mengajukan preliminary injunction untuk mencegah akses informasi konfidensial
  • OpenAI menyebut gugatan Apple "ceroboh, agresif, dan anehnya personal" serta berdasarkan informasi salah
  • OpenAI mempublikasikan email dan iMessage untuk menunjukkan kontradiksi dalam gugatan Apple
  • Apple menuduh Liu mengakses file konfidensial dan Tan meminta informasi saat wawancara karyawan
  • OpenAI membantah tuduhan tidak merespons pertanyaan awal Apple karena email dikirim ke orang yang salah

Telset.id – Pertarungan hukum antara Apple dan OpenAI memasuki babak baru setelah OpenAI secara terbuka mempublikasikan bukti komunikasi untuk membantah tuduhan pencurian rahasia dagang. Dalam sebuah blog post berjudul “Apple is getting this wrong,” OpenAI menyebut gugatan Apple sebagai tindakan yang “ceroboh, agresif, dan anehnya personal,” sambil membagikan email dan iMessage untuk melawan klaim utama dalam kasus tersebut.

Langkah OpenAI ini bukanlah respons hukum resmi, melainkan upaya untuk memenangkan opini publik dengan menunjukkan kontradiksi dalam gugatan Apple menggunakan komunikasi yang dipilih secara selektif. Gugatan yang diajukan Apple bulan lalu berpusat pada dua mantan karyawannya, Chang Liu dan Tang Tan, yang kini bergabung dengan OpenAI.

Chang Liu adalah mantan insinyur iPhone yang kini bekerja di tim teknis OpenAI, sementara Tang Tan telah bekerja di Apple selama 25 tahun dan sebelumnya mengawasi desain iPhone dan Apple Watch sebelum menjabat sebagai chief hardware officer di OpenAI. Apple menuduh keduanya membawa “informasi rahasia dan konfidensial mengenai teknologi, proses, dan produk kami yang belum dirilis” untuk memajukan rencana hardware OpenAI.

Reuters melaporkan bahwa Apple mengajukan permohonan preliminary injunction pada Senin untuk mencegah Liu, Tan, dan OpenAI mengakses, memperoleh, menggunakan, atau mengungkapkan informasi konfidensial yang diduga dibawa selama proses hukum berlangsung.

“Permintaan Apple untuk preliminary injunction didasarkan pada informasi yang salah dan sepenuhnya tidak perlu karena kami tidak memiliki, dan tidak menginginkan, rahasia dagang mereka,” ujar OpenAI dalam blog post-nya. “Kami jauh lebih tertarik untuk membangun produk dan teknologi inovatif yang mendorong batas kemajuan.”

Klaim Apple tentang Akses Data Karyawan

Gugatan Apple menyebut Liu gagal mengembalikan komputer milik perusahaan dan menggunakan kerentanan autentikasi untuk mengakses penyimpanan jaringan berbasis cloud Apple berminggu-minggu setelah meninggalkan perusahaan. Liu juga dituduh mengunduh file konfidensial dari sistem penyimpanan Apple dan menginstruksikan rekan kerja di Apple tentang cara melakukannya serta “menghindari masalah” dengan tim keamanan perusahaan sebelum rekannya itu bergabung dengan OpenAI.

OpenAI membantah narasi tersebut dengan sudut pandang berbeda. Mereka menyatakan bahwa Apple menuduh Liu mengakses informasi konfidensial setelah meninggalkan perusahaan, tetapi baru sekarang mengakui bahwa karyawan Apple yang menghubungi Liu dan meminta bantuannya untuk menemukan informasi tersebut. OpenAI juga menyoroti bahwa Apple mencoba mengalihkan kesalahan ke “residual access” tanpa mengungkapkan bahwa ini adalah masalah umum yang disebabkan oleh kegagalan Apple dalam mengelola akses sistem saat karyawan keluar.

“Yang terjadi dalam praktiknya adalah mantan karyawan yang mencoba melakukan hal yang benar saat keluar masih memiliki akses ke file Apple—meskipun tidak menginginkannya atau bahkan tidak menyadarinya,” tulis OpenAI.

Tanggapan Soal Tang Tan dan Komunikasi Hukum

Dalam gugatannya, Apple juga menuduh Tan meminta informasi konfidensial Apple saat mewawancarai karyawan Apple untuk posisi di OpenAI, serta menginstruksikan para kandidat untuk menunjukkan beberapa komponen Apple yang pernah mereka kerjakan. Menanggapi hal ini, OpenAI menyatakan bahwa Tan “selalu jelas dengan tim bahwa kami tidak menginginkan, dan tidak boleh menggunakan, informasi konfidensial dari perusahaan lain.”

OpenAI juga membantah tuduhan bahwa mereka tidak menanggapi pertanyaan awal Apple. Mereka menyebut Apple “sekarang mengakui bahwa pengacara eksternal mereka mengirim email ke orang yang salah setelah membingungkan dua nama belakang Asia,” dan mengakui bahwa mereka tidak melakukan diskusi dengan General Counsel OpenAI.

ChatGPT-maker ini mempublikasikan email interaksi antara pengacara kedua perusahaan, bersama dengan iMessage yang dipertukarkan Liu dengan seorang karyawan Apple. Seluruh bukti komunikasi tersebut dapat dibaca lengkap di blog OpenAI.

Implikasi bagi Industri Teknologi

Pertarungan hukum antara dua raksasa teknologi ini menyoroti meningkatnya ketegangan seputar mobilitas talenta di industri. Kasus ini menjadi preseden penting tentang bagaimana perusahaan menangani informasi konfidensial ketika karyawan senior pindah ke kompetitor. Apple tampaknya mengambil pendekatan agresif dengan mengajukan gugatan dan meminta injunksi, sementara OpenAI memilih strategi transparansi publik dengan mempublikasikan bukti komunikasi.

Respons OpenAI yang langsung mempublikasikan bukti menunjukkan keseriusan mereka dalam menghadapi tuduhan ini. Langkah ini juga dapat mempengaruhi persepsi publik dan investor terhadap kedua perusahaan. Bagi para profesional teknologi, kasus ini menjadi pengingat tentang kompleksitas hukum seputar perpindahan kerja antar perusahaan kompetitor.

Sementara proses hukum masih berlangsung, publik kini memiliki akses ke dua versi cerita yang berbeda. Apple mengklaim ada pelanggaran serius terhadap kebijakan keamanan dan kerahasiaan, sementara OpenAI menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kepentingan terhadap rahasia dagang Apple dan fokus pada pengembangan produk inovatif. Keputusan pengadilan nantinya akan menentukan arah kasus ini, namun persepsi publik yang terbentuk melalui pertukaran bukti ini bisa menjadi faktor yang tidak kalah penting.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.