📑 Daftar Isi

Ilustrasi chip AI Google TPU yang akan dibeli OpenAI untuk memperluas kapasitas komputasi

OpenAI Borong Chip AI Google, Lepas Ketergantungan pada Nvidia

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • OpenAI berencana membeli chip AI TPU dari Google menurut laporan The Information
  • Nilai finansial, jumlah unit, dan jadwal pengiriman belum diungkap
  • OpenAI sudah menyewa TPU Google sejak 2025
  • OpenAI tetap pelanggan utama Nvidia untuk GPU
  • OpenAI merancang chip custom bersama Broadcom, target deploy sebelum akhir 2026
  • Alphabet, Amazon, dan Microsoft diperkirakan belanja hingga US$600 miliar untuk infrastruktur AI pada 2026

Telset.id – OpenAI berencana membeli chip kecerdasan artifisial (AI) dari Google. Langkah ini menandai upaya ChatGPT developer memperluas sumber daya komputasi di luar ketergantungannya pada prosesor Nvidia. Menurut laporan The Information, rencana pembelian tersebut melibatkan tensor processing units (TPU) milik Google, meski nilai finansial, jumlah unit, dan jadwal pengiriman belum diungkap.

Rencana ini muncul di tengah meningkatnya permintaan infrastruktur komputasi AI. Perusahaan teknologi mencari prosesor tambahan untuk mendukung pelatihan dan penerapan model yang semakin mahal. Bagi OpenAI, langkah ini menjadi sinyal bahwa mereka tidak lagi mau bergantung sepenuhnya pada satu pemasok hardware.

Google sendiri terus memperluas penjualan komersial TPU-nya. Alphabet sebagai perusahaan induk membuka akses bagi pelanggan eksternal terpilih untuk memperoleh chip yang sebelumnya mayoritas dipakai di infrastruktur internal Google. TPU kini menjadi alternatif yang dilirik pelanggan yang mencari opsi selain GPU Nvidia, yang masih luas digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI.

OpenAI Sudah Menyewa TPU Google Sejak 2025

Hubungan OpenAI dan Google di ranah chip sebenarnya bukan hal baru. Pada 2025, OpenAI mulai menyewa chip AI Google untuk mendukung produk-produknya. Artinya, kerja sama ini sudah terjalin sebelum rencana pembelian terbaru mencuat. Langkah anyar ini memperkuat indikasi bahwa OpenAI ingin memastikan pasokan komputasi dari lebih dari satu pemasok.

OpenAI sendiri selama ini tercatat sebagai salah satu pelanggan utama Nvidia. Perusahaan membeli GPU untuk mengembangkan dan menjalankan sistem AI, termasuk model yang menggerakkan ChatGPT dan layanan lainnya. Namun rencana pembelian TPU Google menunjukkan bahwa OpenAI berniat memperoleh kapasitas komputasi dari pemasok lain, bukan bergantung eksklusif pada hardware Nvidia.

OpenAI

Selain itu, transaksi yang dilaporkan ini menyusul pengumuman OpenAI bahwa model AI canggihnya akan tersedia melalui Google Cloud. Ini menambah satu lagi keterkaitan komersial antara dua perusahaan yang sebenarnya bersaing di pengembangan AI dan sejumlah pasar teknologi lain. Meski berkompetisi, Google dan OpenAI semakin sering masuk dalam pengaturan yang melibatkan sumber daya komputasi dan akses ke produk masing-masing.

Chip Custom OpenAI dan Belanja Infrastruktur Raksasa

Di sisi lain, OpenAI juga menjalankan program pengembangan prosesor sendiri. Perusahaan mengumumkan pada Juni 2026 bahwa mereka telah merancang chip AI bersama perusahaan semikonduktor Broadcom. OpenAI menyatakan niatnya untuk menerapkan prosesor tersebut sebelum akhir 2026, sebagai bagian dari upaya multi-generasi mengembangkan hardware komputasi khusus.

Program chip custom ini, ditambah pembelian dari Nvidia dan rencana pembelian dari Google, memperlihatkan bahwa OpenAI mengejar beberapa sumber kapasitas komputasi sekaligus. Strategi multi-sumber ini menjadi penting karena kebutuhan komputasi untuk model AI terus membengkak.

Nvidia

Bagi Google, permintaan ini berpotensi menguntungkan bisnis chip mereka. Alphabet berupaya memperoleh imbal hasil komersial dari investasi besar di infrastruktur AI. Chief Financial Officer Alphabet, Anat Ashkenazi, sebelumnya menyatakan perusahaan memperkirakan akan mengakui sebagian kecil pendapatan dari kesepakatan penjualan TPU pada akhir 2026. Ia menambahkan bahwa sebagian besar pendapatan terkait kesepakatan tersebut diperkirakan baru diakui sepanjang 2027, yang berarti kontribusi finansialnya akan berkembang seiring waktu.

Skala belanja infrastruktur AI pun tak kecil. Alphabet, Amazon, dan Microsoft secara kolektif diperkirakan membelanjakan hingga US$600 miliar untuk infrastruktur AI sepanjang 2026, menurut laporan tersebut. Belanja sebesar itu menarik perhatian investor, dengan munculnya pertanyaan soal kapan investasi kapasitas komputasi akan menghasilkan imbal hasil finansial yang memadai.

Di tengah persaingan yang ketat, keputusan OpenAI merambah chip Google menunjukkan bahwa peta pasokan komputasi AI kian terbuka. Langkah ini juga memberi tekanan pada Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar prosesor untuk pelatihan dan pengoperasian model AI. Sejumlah artikel lain juga menyoroti dinamika ekosistem AI OpenAI, seperti pembatasan ChatGPT untuk remaja soal senjata dan kekerasan, serta kolaborasi Oracle dan OpenAI lewat AI Security Mesh.

Dengan rencana pembelian TPU Google, program chip custom bersama Broadcom, dan pembelian GPU Nvidia, OpenAI tampak membangun portofolio pasokan komputasi yang lebih beragam. Bagi pelanggan dan pengamat industri, perkembangan ini layak dicermati karena menentukan arah pasokan hardware yang menopang layanan AI sehari-hari.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.