Ilustrasi model AI GPT-Rosalind OpenAI membantu penelitian ilmu hayati di laboratorium modern

OpenAI Luncurkan GPT-Rosalind untuk Riset Biologi dan Obat

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – OpenAI memperkenalkan model kecerdasan artifisial baru bernama GPT-Rosalind yang dirancang khusus untuk membantu ilmuwan mempercepat riset di bidang ilmu hayati, biologi, dan penemuan obat. Model ini diumumkan melalui blog resmi OpenAI pada Kamis (16/4).

GPT-Rosalind dinamai seperti Rosalind Franklin, ilmuwan yang penelitiannya membantu mengungkap struktur DNA. Model AI ini bertujuan menyortir data penelitian dan memangkas waktu pengembangan obat baru, yang di Amerika Serikat membutuhkan 10 hingga 15 tahun untuk mendapatkan persetujuan hingga pemasaran.

Menurut laporan C-net, GPT-Rosalind dirancang untuk meningkatkan pemilihan target riset dan menciptakan hipotesis yang lebih kuat demi eksperimen berkualitas tinggi. Model ini telah diuji coba pada topik-topik seperti kimia organik, protein, dan genetika.

Para peneliti dapat memanfaatkannya untuk menemukan literatur ilmiah yang relevan atau merancang eksperimen. OpenAI menyatakan model ini dilengkapi mekanisme pengamanan untuk mencegah penyalahgunaan, seperti potensi pembuatan senjata biologis.

OpenAI telah bekerja sama dengan berbagai organisasi teknologi bioteknologi, farmasi, dan ilmu hayati untuk mendukung implementasinya. Saat ini, GPT-Rosalind tersedia sebagai pratinjau penelitian di ChatGPT, Codex, dan API untuk pelanggan yang memenuhi syarat melalui program akses terpercaya OpenAI.

Kolaborasi dengan perusahaan seperti Amgen, Moderna, Allen Institute, dan Thermo Fisher Scientific dilakukan untuk menerapkan GPT-Rosalind dalam alur kerja penelitian. Sean Bruich, Wakil Presiden Senior Kecerdasan Buatan dan Data di Amgen, menyatakan kolaborasi ini memungkinkan penerapan kemampuan terdepan OpenAI secara inovatif yang berpotensi mempercepat penyaluran obat kepada pasien.

Inisiatif OpenAI ini merupakan bagian dari tren besar di industri teknologi. Google DeepMind juga mengembangkan banyak model AI untuk riset ilmiah, di mana model AlphaFold berkontribusi pada peraihan Hadiah Nobel Kimia 2024. CEO Google DeepMind Demis Hassabis menyatakan kegunaan terbaik AI adalah untuk meningkatkan kesehatan manusia dan mempercepat penemuan ilmiah.

Pada Januari 2026, Anthropic juga meluncurkan Claude for Life Sciences dengan tujuan serupa. Namun, sejumlah ilmuwan telah menyuarakan kekhawatiran mengenai kecepatan adopsi AI dalam dunia sains, termasuk peringatan tentang potensi kerentanan, penyalahgunaan, dan masalah representasi data dalam penelitian.

Kehadiran GPT-Rosalind menandai babak baru dalam konvergensi teknologi AI dan ilmu kehidupan, dengan klaim dapat mengatasi tantangan waktu dan kompleksitas dalam penemuan obat-obatan baru.