Telset.id – OpenAI dikabarkan telah memberi tahu para investor bahwa pendapatan tahunannya berada di kisaran “mendekati USD 50 miliar”. Angka itu sekitar USD 20 miliar lebih rendah dari laporan sebelumnya yang menyebut pendapatan OpenAI mendekati USD 70 miliar. Koreksi proyeksi pendapatan tahunan ini menjadi sorotan karena terjadi saat OpenAI tengah berupaya membenarkan besarnya investasi yang mengalir ke perusahaannya.
Laporan penurunan angka tersebut datang dari Financial Times. Sebelumnya, angka USD 70 miliar diberitakan sejumlah media dan didasarkan pada informasi yang dibagikan kepada investor OpenAI. Menurut FT, angka itu disusun melalui “upaya para investor OpenAI sendiri untuk menghasilkan perbandingan langsung dengan pendapatan tahunan Anthropic”.
Perlu dicatat, OpenAI dan Anthropic menghitung pendapatan tahunan dengan cara yang berbeda. Anthropic menghitung penjualan yang dilakukan oleh mitra cloud-nya, sementara OpenAI tidak melakukannya. TechCrunch sendiri telah menghubungi OpenAI untuk meminta komentar terkait angka pendapatan terbaru ini.
Tekanan Membenarkan Investasi Raksasa
Isu pendapatan OpenAI menjadi persoalan yang mengganggu perusahaan. Pasalnya, OpenAI harus membenarkan investasi besar yang dilakukan atas namanya. Perusahaan AI itu mengumpulkan USD 122 miliar hanya dalam satu putaran pendanaan pada Maret.
Kebocoran laporan keuangan 2025 yang beredar awal tahun ini menunjukkan OpenAI menghasilkan sekitar USD 13 miliar, tetapi pengeluarannya jauh lebih besar. Angka tersebut memperlihatkan jarak yang lebar antara pendapatan dan belanja perusahaan.
Di sisi lain, rencana IPO OpenAI yang sebelumnya dikabarkan akan terwujud tahun ini telah mundur hingga awal 2027. Penundaan itu menambah daftar tekanan yang dihadapi perusahaan dalam menjaga ekspektasi investor terhadap kinerja keuangannya.
Baca Juga:
Koreksi angka pendapatan ini juga menunjukkan bagaimana metrik keuangan di industri AI bisa berbeda tergantung metode perhitungan masing-masing perusahaan. Perbandingan langsung antara OpenAI dan Anthropic disebut FT muncul dari upaya investor, bukan dari kesepakatan standar penghitungan yang sama.
Meski angka pendapatan tahunan direvisi, OpenAI tetap menjadi salah satu perusahaan AI dengan pendanaan terbesar. Putaran pendanaan Maret senilai USD 122 miliar menjadi salah satu yang terbesar di sektor ini. Namun, kebocoran laporan keuangan 2025 memperlihatkan bahwa pendapatan USD 13 miliar masih jauh di bawah total belanja perusahaan.
Sejumlah laporan sebelumnya menempatkan OpenAI pada posisi yang kompetitif terhadap Anthropic. Angka USD 70 miliar yang sempat beredar membuat OpenAI tampak sejajar dengan pendapatan tahunan Anthropic yang dilaporkan saat itu. Dengan koreksi menjadi “mendekati USD 50 miliar”, gambaran kompetisi pendapatan antara kedua perusahaan AI tersebut menjadi berbeda.
Perbedaan cara menghitung pendapatan tahunan menjadi poin penting dalam kasus ini. Anthropic memasukkan penjualan dari mitra cloud, sedangkan OpenAI tidak. Karena itu, angka yang beredar di publik tidak selalu bisa dibandingkan secara langsung. FT menyebut angka USD 70 miliar lahir dari upaya investor membuat perbandingan langsung, yang kemudian tidak sejalan dengan angka resmi yang disampaikan ke investor.
Sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari OpenAI mengenai koreksi angka pendapatan tersebut. TechCrunch telah menghubungi OpenAI untuk meminta komentar. Penundaan IPO hingga awal 2027 dan koreksi proyeksi pendapatan menjadi dua hal yang saat ini menjadi perhatian para pemangku kepentingan OpenAI.
Bagi investor, perbedaan antara USD 70 miliar dan “mendekati USD 50 miliar” bukan sekadar angka. Selisih sekitar USD 20 miliar itu memengaruhi cara menilai seberapa cepat OpenAI dapat menutup belanja besar yang sudah dikeluarkan. Laporan keuangan 2025 yang bocor menunjukkan pendapatan sekitar USD 13 miliar, sementara pengeluaran perusahaan jauh lebih besar.
Koreksi ini juga menjadi pengingat bahwa metrik pendapatan tahunan di industri AI belum sepenuhnya seragam. Ketika dua perusahaan memakai metode berbeda, perbandingan langsung berisiko menyesatkan. FT menyoroti bahwa angka USD 70 miliar sebelumnya didasarkan pada informasi yang dibagikan kepada investor dan disusun untuk membandingkan OpenAI dengan Anthropic.
Dengan IPO yang mundur ke awal 2027, OpenAI memiliki waktu untuk memperbaiki struktur keuangannya sebelum masuk ke pasar publik. Namun, koreksi pendapatan tahunan ini menunjukkan bahwa ekspektasi terhadap kinerja keuangan perusahaan perlu disesuaikan dengan angka yang benar-benar disampaikan kepada investor.
Perkembangan lain di ekosistem OpenAI juga terus berjalan, mulai dari pembaruan produk hingga isu operasional. Sejumlah pemberitaan sebelumnya mencatat berbagai langkah perusahaan dalam memperluas layanannya. Namun, untuk saat ini, fokus utama tetap pada angka pendapatan tahunan yang direvisi dan dampaknya terhadap kepercayaan investor.
Yang jelas, OpenAI kini menyampaikan angka yang lebih rendah kepada investor dibandingkan laporan yang beredar sebelumnya. Selisih USD 20 miliar dan perbedaan metode perhitungan dengan Anthropic menjadi dua fakta utama yang perlu dipahami. Sementara itu, IPO yang mundur ke awal 2027 menandakan bahwa perusahaan masih menyiapkan diri sebelum melangkah ke bursa.
[ META_DESCRIPTION]
OpenAI disebut memberi tahu investor bahwa pendapatan tahunannya “mendekati USD 50 miliar”, sekitar USD 20 miliar lebih rendah dari laporan sebelumnya.





Komentar
Belum ada komentar.