📑 Daftar Isi

Robot humanoid Xingdong M7 menyortir paket di pusat logistik China Post Guangzhou

Robot Humanoid China Post Sortir 1.200 Paket Per Jam

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • China Post gunakan robot humanoid Xingdong M7 untuk sortir paket di Guangzhou
  • Robot mampu memproses hingga 1.200 paket per jam
  • Robot memiliki 360 derajat bidang pandang dengan 3D LiDAR
  • Dalam tes, manusia masih unggul 192 paket lebih banyak dari robot dalam 10 jam
  • Fasilitas China Post proses rata-rata 6,5 juta paket per hari
  • Langkah ini sinyal kuat dukungan pemerintah China pada industri robotika

Telset.id – China Post Group, perusahaan pos milik negara China, mulai menggunakan robot humanoid untuk menyortir paket di pusat pemrosesan surat di Guangzhou. Fasilitas ini dikabarkan mampu memproses hingga 1.200 paket per jam berkat bantuan robot-robot tersebut.

Langkah ini menandai babak baru dalam adopsi robotika di sektor logistik China. Seperti dilaporkan oleh People’s Daily, media negara China, robot humanoid kini ditempatkan di sepanjang jalur konveyor untuk mengambil dan menyortir paket secara otomatis. Ini adalah bagian dari gelombang besar investasi China di bidang robotika, di mana negara tersebut memproduksi sekitar 90 persen robot humanoid dunia.

Robot yang digunakan di fasilitas Guangzhou adalah Xingdong M7, buatan perusahaan RobotEra. Meski disebut humanoid, unit dasar M7 tidak memiliki kaki — ia berupa torso yang dipasang di atas dudukan statis. Robot ini mengandalkan bidang pandang 360 derajat yang terintegrasi dengan 3D LiDAR untuk memandu lengan dengan 7 derajat kebebasan dan tangan dengan 12 derajat kebebasan. Kemampuan ini memungkinkan M7 untuk memegang dan memindahkan paket dengan presisi tinggi.

Efisiensi Robot vs Manusia

Meski terdengar impresif, pertanyaan tentang efisiensi robot ini dibandingkan tenaga manusia masih mengemuka. Dalam sebuah pengujian serupa yang dilakukan oleh Figure AI, perusahaan robotika asal Amerika Serikat, seorang magang manusia mampu menyortir 192 paket lebih banyak daripada robot rekan kerjanya selama shift 10 jam, meskipun magang tersebut mengambil waktu istirahat makan siang dan ke kamar mandi. Data ini menunjukkan bahwa ketangkasan dan adaptabilitas manusia masih unggul dalam tugas penyortiran yang membutuhkan kecepatan dan fleksibilitas.

Namun, China Post tampaknya tidak gentar. Fasilitas di Guangzhou tidak hanya mengandalkan robot humanoid M7. Pusat pemrosesan tersebut juga dilengkapi dengan lengan robotik dan forklift tanpa awak yang bekerja secara simultan. Secara keseluruhan, pusat logistik ini memproses rata-rata 6,5 juta paket setiap hari. Kehadiran robot humanoid di fasilitas milik negara ini menjadi sinyal kuat akan keyakinan pemerintah China terhadap industri robotika dalam negeri.

Baca Juga:

Masa Depan Robot Humanoid di Logistik

Adopsi robot humanoid di sektor industri bukanlah fenomena baru. Di seluruh dunia, robot dengan prioritas pada ketangkasan lengan dan jari — bukan mobilitas — semakin banyak digunakan di pabrik dan gudang. Keputusan China Post untuk menggunakan Xingdong M7 yang statis, bukan versi berkaki, menegaskan bahwa untuk tugas penyortiran, stabilitas dan presisi lebih diutamakan daripada kemampuan bergerak.

Meskipun robot humanoid belum sepenuhnya menggantikan tenaga manusia dalam pekerjaan berat di industri, kehadiran mereka yang semakin produktif di pabrik-pabrik dunia mulai sulit diabaikan. China, dengan dukungan penuh pemerintahnya, tampaknya akan terus memimpin dalam perlombaan ini. Untuk melihat bagaimana tren serupa berkembang di sektor lain, Anda bisa membaca artikel tentang Fitur Terbaru dari industri teknologi.

Langkah China Post ini juga mengingatkan kita pada upaya China untuk mengintegrasikan AI dan robotika secara masif di berbagai sektor. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, beberapa perusahaan di China bahkan Karyawan China Diarahkan Latih AI untuk menggantikan posisi mereka sendiri. Ini menunjukkan bahwa transisi menuju otomatisasi penuh bukanlah sekadar wacana, melainkan realitas yang sedang berlangsung.

Dengan kapasitas pemrosesan 6,5 juta paket per hari, China Post jelas membutuhkan solusi efisien untuk mengimbangi volume yang terus meningkat. Meskipun robot humanoid M7 mungkin belum seefisien manusia dalam tes tertentu, penggunaannya di fasilitas milik negara merupakan langkah strategis untuk menguji dan menyempurnakan teknologi ini dalam skala besar. Ke depannya, kita mungkin akan melihat lebih banyak robot humanoid ditempatkan di pusat logistik di seluruh China, bahkan mungkin di luar negeri.

Fakta bahwa People’s Daily — media resmi pemerintah — menyoroti penggunaan robot ini menunjukkan bahwa Beijing ingin memproyeksikan citra China sebagai pemimpin dalam inovasi robotika. Ini adalah bagian dari narasi yang lebih besar tentang kemajuan teknologi China, di mana robotika menjadi salah satu pilar utama. Sementara negara lain masih dalam tahap uji coba, China sudah mengimplementasikan robot humanoid di operasi logistik nyata.

Bagi para pengamat industri, langkah China Post ini adalah indikator kuat bahwa robot humanoid akan segera menjadi pemandangan umum di pusat distribusi dan pabrik. Meskipun masih ada celah efisiensi yang perlu ditutup, trennya jelas: otomatisasi akan terus meningkat, dan tenaga kerja manusia harus beradaptasi. Pertanyaannya bukan lagi apakah robot akan mengambil alih, melainkan kapan dan seberapa cepat.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan perusahaan milik negara seperti China Post, ekosistem robotika China memiliki modal besar untuk terus berkembang. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin China akan menjadi negara pertama yang mengintegrasikan robot humanoid secara massal dalam infrastruktur logistik nasionalnya. Bagi industri logistik global, ini adalah sinyal untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi era baru yang lebih otomatis.

Komentar

Belum ada komentar.