📑 Daftar Isi

Fairground AI channel di Roku dengan konten AI-generated

Roku Luncurkan Fairground AI, Saluran AI Slop 24 Jam Nonstop

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Roku menambahkan Fairground AI sebagai saluran streaming pertama yang khusus menayangkan konten AI 24 jam nonstop
  • Fairground Entertainment menyebutnya sebagai momen penting dalam distribusi AI Cinema
  • CEO Colin Petrie-Norris mengklaim ini momen inovatif untuk AI Cinema
  • Kritikus menyebut saluran ini sebagai "AI slop" dengan kualitas konten yang buruk
  • Fairground AI membayar kreator yang videonya ditampilkan di saluran
  • Ada kekhawatiran masalah hukum hak cipta setelah kasus Suno kalah gugatan
  • Saluran ini bekerja sama dengan pengguna AI ternama dan menerima kiriman publik
  • Roku juga baru kehilangan hak siar Formula E ke Disney+

Telset.id – Roku telah menambahkan empat saluran baru ke koleksi Roku Channel, termasuk Fairground AI, yang menjadi saluran streaming TV pertama di dunia yang didedikasikan khusus untuk konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Saluran ini beroperasi 24 jam nonstop dan menandai momen penting dalam distribusi “AI Cinema”, sebuah bentuk baru bercerita yang menggabungkan nilai produksi sinematik dengan kemungkinan kreatif dari AI.

Fairground Entertainment menyebut peluncuran ini sebagai “momen penting” dalam distribusi AI Cinema. CEO Fairground Entertainment, Colin Petrie-Norris, menyatakan bahwa ini adalah momen yang benar-benar inovatif untuk AI Cinema. Namun, tidak semua pihak menyambut antusias. Kritikus menyebut saluran ini sebagai “sabuk konveyor AI slop” yang tidak pernah berhenti, dengan kualitas konten yang dipertanyakan.

Screenshots of AI-generated shows on Fairground AI

Saluran Fairground AI bekerja sama langsung dengan pengguna AI ternama dan akan mempertimbangkan konten yang diunggah oleh siapa pun. Fairground AI bahkan menyatakan akan membayar untuk video yang ditampilkan di saluran tersebut. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para kreator konten AI yang ingin karyanya dilihat oleh khalayak luas melalui platform streaming gratis.

Reaksi Publik terhadap Fairground AI

Reaksi terhadap Fairground AI sangat beragam, tergantung siapa yang berbicara. Di platform X (sebelumnya Twitter), para penggemar dan pendukung AI sangat antusias, terutama karena kesempatan untuk mengunggah video GenAI mereka sendiri dengan harapan bisa ditampilkan di saluran tersebut. Namun, kelompok yang lebih skeptis tidak terkesan.

Seorang pengguna X dengan nama PSYMAGE berkomentar, “Saluran Fairground AI yang baru di Roku itu sangat buruk, sampai-sampai membuat tayangan propaganda Korea Utara terlihat bagus.” Komentar lain menyebutkan bahwa saluran ini “wajib ditonton untuk sementara waktu, hanya untuk melihat ujung tombak AI slop.”

Futurism, media teknologi, memberikan kritik yang lebih tajam. Mereka menyebut saluran ini “menyiarkan keburukan yang dihasilkan AI 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Satu-satunya interupsi dari aliran slop ini adalah iklan yang muncul sesekali—yang juga dihasilkan oleh AI.” Futurism bahkan menggambarkannya sebagai “konsep alat penyiksaan fiksi ilmiah” daripada sumber hiburan yang sesungguhnya.

Screenshots of AI-generated shows on Fairground AI

Meskipun ada beberapa karya menarik dari kreator Fairground, video AI yang dibagikan di X menarik kritik yang sudah umum terlihat pada konten genAI: dialog yang buruk dan penyampaian yang tidak baik, potongan gambar yang tidak koheren, hal-hal aneh yang terjadi di layar, dan visual yang derivatif. Bagi yang tidak menyukai konten genAI, saluran ini jelas tidak akan mengubah pendapat mereka.

Potensi Masalah Hukum di Depan Mata

Ada masalah yang lebih serius yang perlu diperhatikan. Baru-baru ini, platform musik AI Suno kalah dalam gugatan atas penggunaan konten berhak cipta tanpa izin dalam data pelatihan model AI-nya. Dengan memonetisasi video AI generatif yang kemungkinan besar berasal dari model yang dilatih dengan konten yang dirilis secara komersial, Fairground AI mungkin akan menarik perhatian dari sesuatu yang lebih menakutkan daripada monster yang dihasilkan AI: pengacara studio film.

Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Industri hiburan telah lama mengawasi perkembangan konten AI dan implikasinya terhadap hak cipta. Kasus Suno menunjukkan bahwa pengadilan mulai berpihak pada pemegang hak cipta ketika data pelatihan AI menggunakan konten tanpa izin. Jika Fairground AI menggunakan model yang dilatih dengan konten berhak cipta, risiko tuntutan hukum sangat nyata.

A promo for the show Terrible People from Artlist on a laptop screen

Fairground AI sendiri mengklaim bekerja sama dengan kreator AI ternama dan menerima kiriman video dari publik. Model bisnis ini mirip dengan platform UGC (user-generated content) lainnya, tetapi dengan perbedaan signifikan: konten yang dihasilkan AI sering kali tidak jelas asal-usul data pelatihannya. Ini menjadi celah hukum yang bisa dieksploitasi oleh pemegang hak cipta.

AI generated image from the trailer for DEADLINES.

Peluncuran saluran ini juga berpotensi mempengaruhi ekosistem streaming secara lebih luas. Roku sendiri baru-baru ini mengalami perubahan besar, termasuk kehilangan hak siar global Formula E yang kini dipegang Disney+. Sementara itu, harga perangkat streaming Roku juga mengalami kenaikan akibat lonjakan harga RAM global.

AISlop showing very high levels, increasing values of AI slop.

Keputusan Roku untuk menambahkan Fairground AI ke platformnya menunjukkan arah baru dalam strategi konten mereka. Namun, langkah ini juga membawa risiko reputasi mengingat banyaknya kritik terhadap kualitas konten AI. Bagi pengguna yang penasaran, saluran ini bisa menjadi tontonan unik, tetapi bagi yang sudah skeptis terhadap AI, saluran ini hanya akan memperkuat pandangan negatif mereka.

Ke depannya, nasib Fairground AI akan sangat bergantung pada dua hal: bagaimana mereka menangani masalah hak cipta, dan apakah kualitas konten bisa meningkat seiring waktu. Jika kedua hal ini tidak teratasi, saluran ini bisa menjadi contoh bagaimana AI generatif masih jauh dari kata siap untuk menjadi hiburan arus utama.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.