Bayangkan Anda sedang menyusun presentasi penting di Samsung Notes. Alih-alih membuka browser untuk riset, Anda cukup berbisik, “Hey Plex,” dan asisten AI langsung menyisipkan data terbaru ke dalam catatan Anda. Atau, saat melihat foto liburan di Galeri, Anda bertanya tentang landmark di foto tersebut dan mendapatkan penjelasan lengkap tanpa meninggalkan aplikasi. Ini bukan lagi skenario fiksi. Samsung baru saja mengumumkan langkah berani yang akan mengubah cara kita berinteraksi dengan perangkat pintar: integrasi agen AI Perplexity ke dalam ekosistem Galaxy AI.
Langkah ini menandai babak baru dalam persaingan sengit asisten AI di perangkat mobile. Setelah lama bergantung pada Bixby, Samsung kini mengadopsi pendekatan “orchestrator” dengan menghadirkan multi-agen AI dalam satu perangkat. Perplexity, yang dikenal dengan mesin pencari berbasis AI kontekstualnya, akan menjadi pemain kunci di perangkat flagship Samsung mendatang. Pengumuman ini sengaja digaungkan beberapa hari sebelum acara Galaxy Unpacked, menimbulkan spekulasi bahwa integrasi ini akan menjadi salah satu pilar utama untuk lini flagship baru, termasuk seri Galaxy S26 yang sudah banyak dibocorkan.
Lantas, apa artinya bagi Anda, pengguna setia Samsung? Ini lebih dari sekadar tambahan fitur. Ini adalah perubahan filosofi dari asisten tunggal menjadi ekosistem AI yang memberi Anda pilihan dan fleksibilitas. Mari kita selami lebih dalam apa yang diusung oleh kolaborasi panas ini dan bagaimana ia bisa mempengaruhi pengalaman sehari-hari Anda.
Dari “Hi Bixby” ke “Hey Plex”: Revolusi Multi-Agen AI Samsung
Dalam pernyataannya, Won-Joon Choi, Presiden dan Head of R&D Mobile eXperience Business Samsung, dengan jelas menyatakan visi ini: “Galaxy AI bertindak sebagai orchestrator, menyatukan berbagai bentuk AI ke dalam satu pengalaman yang alami dan kohesif.” Pernyataan ini adalah kunci untuk memahami strategi Samsung. Alih-alih menggantikan Bixby, Galaxy AI akan menjadi lapisan pintar yang mengatur dan memfasilitasi berbagai agen AI, termasuk Perplexity, untuk bekerja sesuai konteks dan kebutuhan pengguna.
Agen Perplexity ini akan terintegrasi langsung dengan aplikasi inti Samsung seperti Notes, Clock, Gallery, Reminder, dan Calendar. Bayangkan Anda membuat pengingat rapat; Perplexity bisa otomatis menyarankan agenda atau menambahkan riset latar belakang tentang klien. Atau, di aplikasi Clock untuk alarm pagi, Anda bisa bertanya, “Hey Plex, berita utama apa hari ini?” tanpa perlu membuka aplikasi berita. Inisiasi tidak hanya melalui frasa bangun “Hey Plex” (yang sengaja dipilih untuk membedakan dari layanan streaming Plex), tetapi juga melalui kontrol fisik cepat, memungkinkan akses instan bahkan saat layar mati.
Namun, pertanyaan besarnya adalah: di mana posisi Bixby? Pengumuman ini, yang bertepatan dengan rencana “revamp” Bixby, mengisyaratkan pembagian peran. Bixby mungkin akan fokus pada kontrol perangkat dan otomatisasi rumah tangga, sementara Perplexity mengambil alih tugas-tugas berbasis pengetahuan dan pencarian real-time. Sinergi semacam ini, jika diimplementasikan dengan mulus, bisa menjawab kritik lama tentang keterbatasan asisten AI dalam memahami konteks yang kompleks.
Integrasi Mendalam dan Tantangan di Balik Layar
Keunggulan utama yang dijanjikan adalah integrasi yang dalam dan kontekstual. Berbeda dengan asisten yang hanya menjawab pertanyaan umum, agen Perplexity di Galaxy AI dirancang untuk memahami apa yang sedang Anda kerjakan di aplikasi tertentu. Saat di Samsung Notes, ia akan mengenali bahwa Anda sedang menulis dan menawarkan bantuan yang relevan. Saat di Galeri, ia akan siap menganalisis visual. Beberapa aplikasi pihak ketiga juga disebutkan akan mendukungnya, meski Samsung belum merinci daftarnya. Ini membuka potensi kolaborasi yang sangat luas di ekosistem Android.
Namun, jalan menuju AI yang sempurna tidak selalu mulus. Perplexity sendiri sedang berada di bawah sorotan akibat tuduhan scraping konten dan pelanggaran hak cipta. Perusahaan bahkan digugat pada September lalu oleh raksasa penerbitan seperti Merriam-Webster dan Encyclopedia Britannica. Untuk Samsung, yang reputasinya dibangun atas keandalan dan keamanan, kemitraan ini membawa risiko tersendiri. Keberhasilan integrasi ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan Perplexity menyelesaikan masalah legal dan etika tersebut. Pengguna pasti bertanya-tanya: dari mana sumber pengetahuan yang diberikan “Hey Plex” nantinya?
Kemitraan ini sebenarnya bukan yang pertama. Tahun lalu, Samsung sudah bekerja sama dengan Perplexity untuk mengintegrasikan mesin pencari AI-nya ke dalam TV Samsung. Langkah ke ranah smartphone ini adalah eskalsi logis, menunjukkan komitmen Samsung untuk menjadikan Perplexity sebagai tulang punggung AI berbasis pengetahuan di seluruh perangkatnya. Ini juga menjadi senjata untuk bersaing dengan Google Assistant yang sudah mapan dan Apple Intelligence yang baru merambah.
Apa Artinya untuk Flagship Samsung Mendatang?
Pengumuman yang berdekatan dengan Galaxy Unpacked jelas bukan kebetulan. Fitur ini sangat mungkin menjadi selling point utama untuk perangkat flagship berikutnya. Dengan harga yang diprediksi terus melambung, konsumen mengharapkan nilai tambah yang revolusioner, bukan sekadar peningkatan kamera atau performa biasa. Kehadiran agen AI Perplexity yang terintegrasi erat bisa menjadi pembeda yang substantif.
Bayangkan Anda membeli Galaxy S26 dengan spesifikasi gahar. Selain chipset yang powerful, Anda mendapatkan asisten AI yang benar-benar memahami konteks dan bisa menjadi “rekan kerja” digital di hampir semua aplikasi. Ini mengubah smartphone dari sekadar perangkat komunikasi menjadi pusat produktivitas yang cerdas. Kemampuan Perplexity dalam merangkum informasi dan menjawab dengan sumber yang jelas (jika masalah hak cipta beres) akan sangat berharga bagi profesional dan pelajar.
Namun, kehadiran “Hey Plex” juga memunculkan pertanyaan tentang fragmentasi. Akankah fitur ini eksklusif untuk seri flagship terbaru, atau akan di-trickle down ke perangkat lama via pembaruan perangkat lunak? Sejarah Samsung menunjukkan bahwa inovasi AI besar seringkali dibatasi untuk generasi chipset dan model tertentu. Jawabannya mungkin akan terungkap dalam beberapa hari ke depan di panggung Unpacked.
Pada akhirnya, langkah Samsung ini adalah pengakuan bahwa masa depan asisten digital bukanlah tentang satu suara yang serba tahu, melainkan tentang simfoni beberapa pakar AI yang bekerja sama. “Hey Plex” mungkin hanya merupakan pemain pertama yang diumumkan dalam orkestra Galaxy AI. Keberhasilannya akan diukur dari seberapa mulus ia berkolaborasi dengan Bixby yang telah direvitalisasi, dan seberapa dalam ia bisa memahami serta mempermudah alur kerja pengguna. Jika berhasil, ini bukan sekadar upgrade fitur, melainkan perubahan fundamental dalam cara kita memandang dan berinteraksi dengan perangkat yang sudah menjadi bagian dari diri kita. Tunggu saja pengumuman resminya.

