Telset.id – Snap resmi memperkenalkan layanan AI antisipatif bernama Specs Intelligence, bersamaan dengan peluncuran kacamata AR Specs terbaru. Layanan ini dirancang untuk memahami rutinitas, tujuan, dan prioritas pengguna, lalu membawa konteks tersebut melintasi iPhone, Mac, dan kacamata Specs. Kehadiran Specs Intelligence menandai langkah Snap memperluas perannya di pasar AI konsumen, bukan sekadar platform pesan dan kamera.
Menurut Snap, Specs Intelligence menggunakan konteks personal untuk memahami rutinitas, tujuan, dan prioritas pengguna melalui aplikasi serta alat yang diizinkan terhubung dengan SI. Konteks tersebut kemudian dibawa lintas perangkat. Sifat antisipatif muncul karena AI ini mengantisipasi “kapan bantuan akan berguna” dan menampilkan informasi relevan atau potensi tindakan tanpa perlu diminta pengguna.
Snap menjelaskan, sebelum pengguna masuk ke sebuah rapat, Specs Intelligence dapat menyoroti poin pembicaraan, pertanyaan yang perlu diajukan, atau tujuan kerja yang lebih luas. Untuk perjalanan, layanan ini menyatukan rencana penerbangan, reservasi makan malam, dan hotel dalam format yang mudah diakses. Belum ada keterangan apakah versi PC atau Android akan tersedia.
Tiga Pilar dan Fokus Privasi
Layanan ini hadir dengan tiga pilar, termasuk Corners dan Goals. Corners berfungsi mengorganisasi berbagai area kehidupan seperti pekerjaan atau keluarga. Goals membantu pengguna menetapkan dan melacak hal-hal yang ingin dicapai. Pengguna tidak perlu memiliki kacamata Specs untuk memanfaatkan layanan ini, meski Snap menyoroti bagaimana koneksi perangkat dapat membantu, misalnya menampilkan petunjuk navigasi saat bepergian.
Di tengah kekhawatiran soal “pervert glasses” yang terus tumbuh, Snap menegaskan perlindungan privasi pada Specs Intelligence. Perusahaan mengklaim konten personal pengguna tidak akan digunakan untuk melatih model AI Snap atau layanan iklan yang dipersonalisasi. Selain itu, pengguna menentukan sendiri apa yang dapat diakses layanan ini melalui aplikasi atau informasi tertentu. Specs Intelligence juga tidak dirancang untuk langsung bertindak, melainkan akan meminta persetujuan pengguna sebelum melakukan sebuah tindakan. Snap menyebut Specs Intelligence menggunakan pemrosesan on-device dan “secure cloud infrastructure”.
Baca Juga:
Langkah Snap ini sejalan dengan sejumlah kebijakan platformnya belakangan ini. Sebelumnya, Snapchat memutuskan untuk prioritaskan konten manusia dan tidak lagi merekomendasikan video AI. Perusahaan juga hentikan reward video AI demi mendorong konten buatan manusia. Di sisi lain, Snapchat terus memperkuat fitur sosialnya, termasuk fitur Now Playing yang memungkinkan pengguna membagikan musik ke Snap Map.

Akses Awal dan Ketersediaan
Specs Intelligence akan tersedia dalam early access dalam waktu dekat. Pengguna dapat bergabung ke waitlist melalui specs.com/intelligence atau lewat aplikasi Specs. Versi akses penuh akan tersedia melalui aplikasi Specs Mac, hanya dengan undangan. Bagi yang berminat, aplikasi Specs untuk iOS sudah dapat diunduh sekarang dan mencoba versi preview tanpa perlu undangan.
Preview tersebut terhubung ke akun Google dan akan memberikan wawasan berdasarkan Gmail dan Google Calendar. Namun, versi preview tidak memuat saran atau tindakan antisipatif apa pun. Artinya, kemampuan utama yang menjadi pembeda Specs Intelligence baru akan dirasakan pengguna pada tahap akses berikutnya, bukan di versi preview saat ini.
Dengan pendekatan yang menekankan konteks personal, persetujuan pengguna, dan pemrosesan on-device, Snap memposisikan Specs Intelligence sebagai layanan yang berjalan di belakang perangkat sehari-hari. Bagi pengguna iPhone dan Mac yang ingin mencoba lebih awal, langkah paling praktis saat ini adalah mengunduh aplikasi Specs untuk iOS dan mencoba versi preview, atau mendaftar waitlist untuk mendapatkan akses awal.





Komentar
Belum ada komentar.