📑 Daftar Isi

Ilustrasi seorang aerospace engineer yang dikaitkan dengan byline fiktif di situs Space Daily.

Space Daily Jadi Pabrik Konten AI, Ilmuwan NASA Palsu Terungkap

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Space Daily diakuisisi Brown Brothers Media dan berubah jadi pabrik konten AI
  • Byline fiktif "Dr. Katherine Chen" (NASA) dan "Dr. James Whitfield" (ESA) terungkap tidak pernah ada
  • ESA membantah Whitfield bekerja di lembaganya, NASA tak menyebut nama Chen
  • Perusahaan akui byline dan kredensial tidak nyata sebelum Mei 2026
  • Situs tetap terbit dengan byline samar dan artikel dinilai sepenuhnya hasil AI

Telset.id – Publikasi antariksa Space Daily yang telah beroperasi lebih dari tiga dekade kini berubah menjadi pabrik konten yang memproduksi tulisan hasil AI secara massal, setelah diakuisisi oleh Brown Brothers Media. Investigasi Futurism mengungkap bahwa situs ini rata-rata menghasilkan sekitar sepuluh juta page views per bulan, namun sebagian besar artikelnya ditulis di bawah nama pakar fiktif yang tidak pernah ada.

Temuan paling mencolok adalah sosok “Dr. Katherine Chen” yang disebut sebagai mantan systems engineer di Jet Propulsion Laboratory NASA dan diklaim “menghabiskan lima belas tahun merancang sistem otonom untuk misi luar angkasa.” Profil tersebut kini telah dihapus dari situs. Penulis lain, “Dr. James Whitfield,” digambarkan sebagai peneliti kedokteran kedirgantaraan di European Space Agency (ESA). Futurism memastikan bahwa Chen maupun Whitfield tidak pernah ada.

Brown Brothers Media menciptakan persona tersebut untuk menerbitkan konten berkualitas rendah dalam skala besar dengan byline yang tampak kredibel. ESA memberikan pernyataan resmi bahwa James Whitfield tidak bekerja di lembaga itu dan tidak pernah tercatat bekerja di sana. NASA menolak berkomentar, tetapi situs resminya tidak memuat satu pun penyebutan nama Katherine Chen.

Setelah penyelidikan dimulai, Brown Brothers Media melakukan penghapusan massal terhadap sejumlah besar artikel dan banyak penulis fiktif, termasuk Chen dan Whitfield. Perusahaan mengakui dalam pernyataannya bahwa sebelum Mei 2026, publikasi mereka menggunakan byline kontributor yang tidak mengidentifikasi orang sungguhan, dan sebagian biografinya memuat kredensial yang tidak nyata.

“Itu salah. Pada Mei, kami berhenti menerbitkan dengan byline tersebut, mulai menghapus atau mengoreksi artikel lama yang terlibat, dan menerbitkan standar editorial di seluruh jaringan serta per situs. Tinjauan itu masih berlangsung,” kata perusahaan.

Byline Bayangan dan Konten Tanpa Editor

Setelah pembersihan massal, Space Daily masih menerbitkan banyak artikel, tetapi dengan byline samar seperti “Space Daily Editorial Team” atau “Mission Notes.” Sejumlah artikel diklaim telah diedit oleh salah satu pendiri Brown Brothers Media, anggota tim editorialnya, atau sekumpulan kontributor.

Kualitas output berikutnya tidak menggembirakan. Halaman depan situs menampilkan artikel bertuliskan kaku tentang pertemuan wahana Rosetta milik ESA dengan Komet 67P, peristiwa yang terjadi lebih dari satu dekade lalu. Artikel itu dibahas kembali semata-mata untuk meraup klik dengan membanjiri zona pencarian dan menipu algoritma Google.

Bahkan pembacaan sekilas atas konten yang dipublikasikan sudah memunculkan tanda bahaya. Sebuah artikel dengan judul sangat panjang, “A Trillion-Mile Stream of Gas Is Falling Onto a Triple Star, and It Lines Up With the Outermost of Its Three Tilted Rings to Within Three Degrees,” nyaris tidak dapat dipahami dan berbentuk kumpulan kata tentang “angles,” “fitted numbers,” serta “misalignments.” Pangram menilai artikel itu sepenuhnya dihasilkan AI tanpa jejak penyuntingan manusia.

Artikel tersebut dibubuhkan nama Chris Jeremia, yang tampaknya merupakan “meat proxy,” yaitu individu yang namanya ditempelkan pada tulisan yang sepenuhnya dihasilkan AI. Selain menerbitkan artikel tentang astrofisika dan tablet tanah liat berhuruf kuneiform, Jeremia juga tercatat sebagai editor majalah VegOut, dan meliput beluga di Kanada yang menghadapi eutanasia untuk The Vessel. Keduanya adalah pabrik konten AI lain yang dijalankan Brown Brothers Media. Jeremia mungkin ada di dunia nyata, tetapi otoritas editorialnya tampak tidak lebih nyata dibanding Dr. Chen dan Dr. Whitfield.

A photo ililustration of an aerospace engineer.

Pola Pabrik Konten yang Sama

Kasus Space Daily memperlihatkan pola yang sama dengan sejumlah pabrik konten AI lain: membeli situs berita yang sudah mapan, lalu mengubahnya menjadi ladang produksi tulisan otomatis. Brown Brothers Media disebut membangun imperium konten AI dengan membeli situs berita sah dan mengubahnya menjadi zombie content farm yang diklaim menghasilkan 50 juta page views per bulan.

Praktik ini menimbulkan pertanyaan soal kepercayaan publik terhadap sumber informasi sains dan antariksa. Ketika byline dapat diciptakan, kredensial dapat dipalsukan, dan artikel dapat diproduksi tanpa penyuntingan manusia, pembaca kehilangan kemampuan membedakan informasi valid dari sampah digital. Masalah serupa juga muncul di sektor lain, seperti yang terlihat pada Model Bobol Sandbox, di mana batas antara sistem otomatis dan pengawasan manusia menjadi kabur.

Bagi industri media dan teknologi, kasus ini menjadi peringatan bahwa volume trafik tidak lagi bisa dijadikan ukuran kredibilitas. Situs dengan jutaan kunjungan per bulan dapat sepenuhnya diisi konten yang dihasilkan mesin, sementara nama-nama penulisnya hanyalah konstruksi untuk menipu pembaca dan mesin pencari.

Futurism juga mencatat bahwa setelah penyelidikan berjalan, perusahaan mulai menghapus banyak artikel dan byline fiktif. Namun, tinjauan yang mereka sebut masih berlangsung belum menunjukkan hasil yang jelas, sementara situs terus menerbitkan artikel baru dengan byline samar. Sampai batas tertentu, kejadian ini menggambarkan bagaimana standar editorial bisa dikorbankan demi trafik, dan bagaimana pembaca menjadi pihak yang paling dirugikan.

Bagi pengguna internet di Indonesia, kasus Space Daily relevan sebagai pengingat untuk memverifikasi sumber informasi sains dan teknologi. Ketika sebuah situs memuat nama pakar tanpa jejak yang bisa dilacak, atau membahas peristiwa lama tanpa alasan jelas, kewaspadaan menjadi penting. Isu serupa juga muncul dalam diskusi tentang Dominasi Wildlife Photographer, di mana kredibilitas karya dan penciptanya menjadi sorotan publik.

[CONCLUSION]

Kasus Space Daily menunjukkan bahwa trafik tinggi tidak menjamin kredibilitas. Brown Brothers Media telah mengakui penggunaan byline dan kredensial yang tidak nyata sebelum Mei 2026, dan tinjauan mereka masih berlangsung. Sementara itu, situs tetap menerbitkan artikel dengan byline samar, meninggalkan pembaca dengan pertanyaan terbuka tentang siapa yang sebenarnya menulis informasi yang mereka baca.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.