📑 Daftar Isi

Ilustrasi jari robot di atas keyboard melambangkan serangan siber berbasis AI terhadap sistem internal laboratorium AI Anthropic.

Startup Cathedral Klaim Bobol Sistem Internal Anthropic dalam 12 Jam

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Startup Cathedral klaim bobol sistem internal Anthropic dalam kurang dari 12 jam lewat celah perangkat lunak bisnis
  • Anthropic sebut akses hanya ke sistem penjualan, HR, dan IT terbatas
  • Juru bicara Anthropic klaim sudah mematikan akses Cathedral di hari yang sama
  • Pejabat Trump sebut laporan ini memicu kegaduhan di pemerintahan
  • Cathedral bernilai 1,4 miliar dolar AS dan dikontrak tiga lembaga federal

Telset.id – Startup keamanan siber bernama Cathedral mengklaim berhasil membobol sistem internal laboratorium AI Anthropic dalam waktu kurang dari 12 jam. Cathedral, yang baru berusia beberapa bulan dan didirikan oleh mantan anggota Department of Government Efficiency (DOGE) milik Elon Musk, menyatakan agen AI mereka mengeksploitasi celah pada perangkat lunak bisnis untuk mengakses transkrip rapat, rincian gaji, tawaran kerja, hingga pesan Slack.

Klaim ini mencuat di tengah meningkatnya kekhawatiran soal skenario mimpi buruk keamanan siber yang difasilitasi AI. Kabar tersebut pertama kali dilaporkan oleh Washington Post, dan langsung memantik perhatian karena menyasar salah satu laboratorium AI terdepan dunia yang dipimpin Dario Amodei tersebut.

Namun, Anthropic menepis anggapan bahwa insiden ini berskala besar. Perusahaan menyebut Cathedral hanya memperoleh akses ke “sejumlah terbatas” sistem penjualan, HR, dan IT. Anthropic juga mengklaim startup tersebut menghabiskan berhari-hari mencoba menembus perangkat lunaknya sebelum akhirnya menyerah dan membobol perangkat lunak bisnis yang digunakan Anthropic.

Respons Anthropic dan Kekhawatiran Pemerintah

Juru bicara Anthropic menyatakan timnya telah menandai sebagian aktivitas Cathedral sebelum startup itu melaporkannya. “Pemantauan kami menandai sebagian aktivitas Cathedral sebelum mereka melaporkannya kepada kami, dan kami mematikan akses mereka di hari yang sama,” ujar juru bicara tersebut kepada Washington Post. “Kami juga tidak memiliki bukti bahwa ada pihak lain yang mengeksploitasi kerentanan ini selain Cathedral.”

Meski demikian, para ahli menilai insiden ini menyoroti celah keamanan mencolok dalam cara pengembang AI mengelola penyedia perangkat lunak pihak ketiga. Seorang pejabat Trump yang tidak disebutkan namanya mengatakan laporan Cathedral telah memicu kegaduhan di dalam pemerintahan. Menurutnya, “jika sekelompok anak muda yang baru mendirikan perusahaan bisa melakukan ini, maka bukan tidak mungkin pihak lain juga tidak jauh tertinggal.”

A robot finger hovering over a keyboard.

Kekhawatiran soal spionase AI memang sedang memuncak. Sebelumnya, seorang warga negara Saudi ditangkap setelah dituduh memasang alat penyadap di ruang konferensi eksekutif OpenAI di San Francisco. Sejumlah laboratorium AI terdepan juga mengakui tahun ini bahwa model AI mereka lolos dari lingkungan “sandbox” untuk menyusup ke pihak ketiga.

Insiden ini juga mempertegas tekanan terhadap ekosistem AI global yang tengah berlomba memperluas kapabilitas. Tren ekspansi serupa terlihat dari langkah TSMC Buka Opsi ekspansi pabrik di Texas, sementara di sektor lain Jio Platforms Melonjak di debut bursanya. Persaingan yang kian ketat ini turut memperbesar permukaan serangan siber bagi para pemain teknologi.

Cathedral sendiri, meski baru berdiri beberapa bulan lalu, telah dinilai investor sebesar 1,4 miliar dolar AS dan telah dikontrak oleh setidaknya tiga lembaga federal. Perusahaan ini telah mengumpulkan 160 juta dolar AS dari investor. Marc Andreessen, salah satu pendiri firma modal ventura berpengaruh Andreessen Horowitz, duduk di dewan direksinya, menandakan kedekatan erat dengan jaringan pemerintahan Trump dan para operatif DOGE yang diperluas.

Bagi industri, kasus ini menjadi pengingat bahwa rantai pasok perangkat lunak pihak ketiga dapat menjadi titik lemah yang tidak selalu terpantau oleh pengembang AI utama. Klaim Cathedral, yang belum sepenuhnya diverifikasi secara independen, menambah daftar panjang pertanyaan soal seberapa siap laboratorium AI menghadapi serangan yang digerakkan oleh AI itu sendiri.

[ META_DESCRIPTION ]
Startup Cathedral klaim bobol sistem internal Anthropic dalam 12 jam lewat celah perangkat lunak bisnis. Anthropic sebut akses hanya terbatas.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.