Telset.id – Survei terbaru YouGov mengungkap Claude AI dari Anthropic meraih skor kepuasan tertinggi di antara asisten AI, unggul jauh atas ChatGPT dan Google Gemini. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi publik terhadap kualitas AI tidak selalu sejalan dengan popularitas atau ukuran perusahaan pengembangnya.
Data yang dikumpulkan YouGov sepanjang periode 1 Maret 2026 hingga 31 Juli 2026 menunjukkan Claude mencatatkan skor kepuasan bersih (net score) sebesar 56,2. Angka ini jauh melampaui Gemini yang berada di posisi kedua dengan skor 46,5, sementara ChatGPT menguntit ketat di posisi ketiga dengan skor 46,0.
Yang paling menarik perhatian adalah posisi bawah klasemen. Grok milik Elon Musk dan Siri besutan Apple justru menjadi dua asisten AI dengan tingkat kepuasan terendah, meski keduanya didukung oleh perusahaan teknologi raksasa dengan basis pengguna besar.
Survei YouGov ini menggunakan sistem BrandIndex tracking yang mewawancarai pengguna aktif di platform YouGov dengan pertanyaan tertarget seputar topik atau berita spesifik. Responden berasal dari kalangan pengguna di Inggris Raya (UK), memberikan gambaran tentang reputasi AI tool di mata publik Eropa.
Posisi Tengah yang Tidak Sesuai Ekspektasi
Di antara posisi puncak dan dasar klasemen, terdapat nama-nama besar yang justru berada di posisi tengah. Microsoft Copilot dan Alexa dari Amazon menempati ruang tengah dengan skor yang terbilang mengecewakan jika dibandingkan dengan ukuran perusahaan yang menaungi keduanya. Alexa mencatat skor 42,6 sementara Copilot berada di angka 37,2.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kehadiran asisten AI di perangkat yang banyak digunakan, seperti Siri di iPhone atau Alexa di perangkat Echo, tidak otomatis menjamin kepuasan pengguna. Sebaliknya, AI tool yang membutuhkan upaya lebih untuk diakses, seperti Claude atau ChatGPT, justru mendapat penilaian lebih positif dari pengguna yang benar-benar menggunakannya secara aktif.

Menariknya, survei ini juga tidak mengukur bagaimana kemudahan akses memengaruhi persepsi kepuasan. Asisten AI yang terpasang otomatis di perangkat seperti Siri atau Alexa tentu akan digunakan lebih sering, namun hal ini justru bisa menjadi bumerang jika kualitas responsnya tidak memuaskan.
Kesenjangan Kepuasan Pengguna Lama dan Baru
YouGov juga merilis data terpisah yang membandingkan tingkat kepuasan antara pengguna saat ini (current users) dan mantan pengguna (former users). Data ini kembali memperkuat posisi Claude sebagai AI yang memberikan hasil paling berguna, dengan meraih skor kepuasan mantan pengguna tertinggi sekaligus skor kepuasan pengguna saat ini tertinggi kedua.
Laporan YouGov menyebutkan kesenjangan terbesar antara kepuasan pengguna saat ini dan mantan pengguna terjadi pada ChatGPT, DeepSeek, dan Grok. ChatGPT tercatat 63,7 poin lebih tinggi di kalangan pengguna saat ini dibanding mantan pengguna, DeepSeek lebih tinggi 62,5 poin, dan Grok lebih tinggi 62,4 poin.
Grok menjadi kasus paling ekstrem dengan skor kepuasan mantan pengguna mencapai minus 4,7. Angka negatif ini mengindikasikan bahwa mantan pengguna Grok secara kolektif memiliki pengalaman buruk yang membuat mereka enggan kembali menggunakan asisten AI tersebut.

Reputasi Claude yang tinggi di kalangan mantan pengguna menjadi sinyal penting bagi kompetitor. Hal ini mengindikasikan bahwa AI tool lain, terutama yang memiliki reputasi buruk, masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki citra di mata publik.
Baca Juga:
Keberhasilan Claude dalam survei kepuasan ini tidak terlepas dari berbagai pembaruan yang dilakukan Anthropic. Perusahaan tersebut terus menghadirkan fitur-fitur baru seperti Gmail Connector yang memungkinkan AI mengirim email otomatis, menjadikannya alat yang semakin relevan untuk produktivitas kerja harian.
Meski demikian, popularitas Claude juga diiringi tantangan. Beberapa isu seperti kode hapus watermark yang sempat viral dan kekhawatiran pengguna soal deteksi watermark menunjukkan bahwa pengawasan publik terhadap AI tool semakin ketat.
Hasil survei YouGov ini memberikan gambaran jelas bahwa kepuasan pengguna terhadap asisten AI tidak ditentukan oleh seberapa besar perusahaan di belakangnya, melainkan oleh kualitas respons dan kegunaan nyata yang dirasakan pengguna. Bagi pengembang AI, data ini menjadi tolok ukur penting untuk terus meningkatkan kualitas layanan mereka.





Komentar
Belum ada komentar.