📑 Daftar Isi

Papan nama bercahaya The New York Times di fasad kaca sebuah gedung dengan pantulan di jendela

The New York Times Larang Keras Freelancer Gunakan AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • The New York Times mengirim email pengingat kebijakan AI ke freelancer pada Selasa waktu setempat.
  • Semua konten yang dikirim freelancer harus hasil kreativitas manusia, dilarang menggunakan AI.
  • Alat yang dilarang: ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, Google AI Overviews, DALL-E, MidJourney, Adobe Firefly.
  • AI hanya boleh digunakan untuk brainstorming tingkat tinggi, bukan menulis, mengedit, atau menyempurnakan.
  • Larangan ini dipicu skandal: esai Modern Love buatan AI (Maret) dan ulasan buku palsu (April).
  • Kontroversi terbaru: artikel kepala biro Kanada berisi kutipan palsu buatan AI yang baru dikoreksi pekan lalu.
  • Jurnalis internal NYT memiliki pedoman terpisah yang lebih longgar untuk penggunaan AI.

Telset.id – The New York Times (NYT) mengirimkan pengingat periodik kepada para pekerja lepasnya pada Selasa (waktu setempat) yang menegaskan kembali kebijakan perusahaan terkait penggunaan kecerdasan buatan (AI). Langkah ini diambil di tengah rentetan kontroversi yang melibatkan konten buatan AI yang berhasil lolos ke publikasi tersebut.

Dalam email yang ditinjau oleh Futurism, NYT menyatakan dengan tegas bahwa semua tulisan dan visual yang dikirimkan oleh pekerja lepas harus merupakan hasil kreativitas dan keahlian manusia. Setiap kiriman juga harus terdiri dari karya orisinal, pelaporan, dan tulisan mereka sendiri.

“Untuk memperjelas soal AI: Semua tulisan dan visual yang dikirimkan pekerja lepas ke The Times harus merupakan produk kreativitas dan keahlian manusia, dan semua kiriman harus terdiri dari karya orisinal, pelaporan, dan tulisan mereka sendiri,” demikian bunyi email tersebut.

Pekerja lepas dilarang mengirimkan materi untuk publikasi yang mengandung konten yang dihasilkan, dimodifikasi, atau ditingkatkan oleh alat AI generatif. Materi yang telah dimasukkan ke dalam alat-alat tersebut juga tidak diperbolehkan.

Email tersebut juga merujuk pada dokumen terperinci tentang kebijakan penggunaan alat AI generatif bagi pekerja lepas. Dokumen itu melarang pencantuman teks dan gambar buatan AI atau yang dimodifikasi AI dalam pelaporan apa pun yang dikontribusikan ke surat kabar tersebut.

Aturan Ketat Penggunaan AI

Meskipun alat AI dianggap dapat diterima untuk “brainstorming” tingkat tinggi, pemberitahuan itu memperingatkan bahwa pekerja lepas tidak boleh menggunakan alat tersebut untuk membantu menulis bagian mana pun dari sebuah cerita. “Menggunakan alat AI generatif untuk membuat, menyusun, memandu, membersihkan, mengedit, memperbaiki, atau menulis ulang tulisan Anda sangat dilarang,” bunyi peringatan tersebut.

Dokumen tersebut secara spesifik menyebutkan alat-alat yang dilarang, termasuk chatbot seperti Gemini, Claude, ChatGPT, dan Perplexity. Produk pencarian bertenaga AI seperti Google AI Overviews, serta generator gambar seperti Adobe Firefly, DALL-E, dan MidJourney juga masuk dalam daftar larangan.

Papan nama bercahaya The New York Times terpampang di fasad kaca sebuah gedung, dengan pantulan terlihat di jendela. Gambar memiliki warna kekuningan.

Pengingat ini muncul saat surat kabar tersebut terus bergulat dengan konten buatan AI yang berhasil masuk ke halaman-halamannya, termasuk kesalahan yang seharusnya dapat dicegah. Pada Maret lalu, NYT menghadapi sorotan tajam setelah seorang kontributor untuk kolom “Modern Love” yang kompetitif dituduh menggunakan AI untuk menghasilkan esai pribadi yang emosional. Penulis tersebut kemudian memberi tahu Futurism bahwa ia menggunakan chatbot untuk mengkonseptualisasikan dan mengedit tulisannya.

Kemudian, pada bulan April, NYT memutuskan hubungan dengan seorang pekerja lepas yang mengaku menggunakan AI untuk membuat ulasan buku. Ulasan tersebut ternyata penuh dengan plagiarisme setelah dipublikasikan.

Kontroversi Meluas ke Jurnalis Internal

Kontroversi tidak hanya berasal dari pekerja lepas. Pekan lalu, institusi tersebut kembali mendapat sorotan ketika koreksi besar-besaran mengungkapkan bahwa sebuah artikel yang ditulis oleh kepala biro NYT untuk Kanada berisi kutipan palsu buatan AI. Kutipan itu baru diketahui berminggu-minggu setelah publikasi.

“Sebuah artikel pada 15 April tentang kesuksesan Mark Carney, perdana menteri Liberal Kanada, dalam membangun aliansi lintas partai diperbarui setelah The Times mengetahui bahwa pernyataan yang dikaitkan dengan Pierre Poilievre, pemimpin Konservatif, sebenarnya adalah ringkasan buatan AI dari pandangannya tentang politik Kanada yang dihasilkan AI sebagai kutipan,” demikian bunyi koreksi tersebut. “Reporter seharusnya memeriksa keakuratan apa yang dikembalikan oleh alat AI.”

Futurism menghubungi NYT untuk menanyakan apakah pengingat semacam ini adalah hal yang normal dan apakah pemberitahuan itu ada hubungannya dengan rentetan skandal AI baru-baru ini. Sebagai tanggapan, surat kabar tersebut membagikan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka secara teratur memberikan panduan yang diperbarui kepada pekerja lepas.

“Dalam kasus ini kami ingin memperjelas kebijakan kami mengenai penggunaan AI,” kata pernyataan tersebut. “Jurnalis internal memiliki pedoman terpisah untuk menggunakan AI dan alat GenAI yang disetujui,” tambah pernyataan itu.

Kebijakan ketat NYT terhadap pekerja lepas ini menunjukkan kesenjangan yang jelas dengan pedoman untuk jurnalis internal yang memiliki aturan tersendiri. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa meskipun AI dapat digunakan untuk efisiensi, integritas jurnalistik tetap harus dijaga melalui sentuhan manusia.

Komentar

Belum ada komentar.