Logo Together AI di samping ilustrasi chip Nvidia dan grafik valuasi perusahaan yang meroket.

Together AI Kantongi Pendanaan Rp13 Triliun, Valuasi Tembus Rp133 Triliun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Together AI mengumumkan pendanaan Seri C sebesar USD 800 juta (Rp13 triliun) yang dipimpin oleh Aramco Ventures.
  • Pendanaan ini membuat valuasi perusahaan meroket menjadi USD 8,3 miliar (Rp133 triliun).
  • Perusahaan mencatatkan annual bookings lebih dari USD 1,15 miliar pada kuartal terakhir.
  • Tren adopsi model open source meningkat tiga kali lipat dalam setahun, didorong oleh layanan neocloud seperti Together AI.
  • Pendiri Together AI adalah Vipul Ved Prakash, Percy Liang, dan Ce Zhang, dengan latar belakang kuat di bidang AI dan teknologi.

Telset.id – Together AI, perusahaan neocloud yang menyewakan klaster GPU Nvidia dan infrastruktur AI khusus lainnya, berhasil mengamankan pendanaan Seri C senilai USD 800 juta atau sekitar Rp13 triliun. Pendanaan ini membuat valuasi perusahaan meroket menjadi USD 8,3 miliar atau setara Rp133 triliun.

Pendanaan Seri C tersebut diumumkan langsung oleh perusahaan pada hari Rabu. Putaran ini dipimpin oleh Aramco Ventures, dengan partisipasi dari sejumlah investor besar seperti Vista Equity Partners, General Catalyst, Emergence Capital, Nvidia, March Capital, Pegatron, dan SentinelOne’s S Ventures. Together AI sendiri didirikan pada tahun 2022.

Ini bukan kali pertama Together AI mengumpulkan dana besar. Sekitar 16 bulan lalu, perusahaan yang sama berhasil mengamankan pendanaan Seri B senilai USD 305 juta dengan valuasi USD 3,3 miliar. Sebelumnya, pada tahun 2023, Together AI memulai langkahnya dengan pendanaan Seri A senilai USD 102,5 juta yang dipimpin oleh Kleiner Perkins, dengan partisipasi Nvidia dan Emergence Capital.

Kabar mengenai putaran pendanaan ini sebenarnya sudah berhembus sejak Maret lalu. The Information saat itu melaporkan bahwa Together AI sedang mencari pendanaan sebesar USD 1 miliar dengan valuasi USD 7,5 miliar. Jika angka tersebut akurat, maka Together AI kini menerima dana yang lebih kecil, namun mungkin mendapatkan kesepakatan yang lebih baik dari para venture capitalist (VC) dibandingkan yang mereka kejar pada musim semi lalu.

Suntikan dana besar ini datang di tengah klaim Together AI bahwa perusahaan mencatatkan pemesanan tahunan (annual bookings) lebih dari USD 1,15 miliar pada kuartal terakhirnya. Angka ini menunjukkan pertumbuhan bisnis yang signifikan, didorong oleh meningkatnya adopsi model open source yang kompetitif namun jauh lebih murah melalui penyedia neocloud seperti Together AI.

Perusahaan-perusahaan kini semakin beralih ke opsi ini daripada membayar premi untuk token model frontier tertutup untuk seluruh penggunaan AI mereka. Together AI menyebutkan bahwa tren ini telah melipatgandakan tiga kali lipat penggunaan model open source di seluruh industri dalam setahun terakhir. Data ini didukung oleh penelitian dari OpenRouter, perusahaan lain yang juga menuai keuntungan dari tren yang sama.

Together AI mengklaim memiliki ribuan pelanggan berbayar, termasuk nama-nama besar seperti Cursor, Cognition, dan Decagon. Keberhasilan ini menempatkan Together AI sebagai pemain kunci di tengah maraknya investasi VC ke sektor neocloud. Sebagai contoh, Upscale AI baru saja mengumpulkan dana Seri A plus senilai total USD 500 juta dengan valuasi USD 2 miliar bulan lalu. Sementara itu, TensorWave yang berfokus pada klaster GPU dari AMD juga mengumpulkan dana Seri B senilai USD 350 juta dengan valuasi USD 1,55 miliar pada bulan yang sama.

Di balik kesuksesan Together AI, terdapat tiga sosok pendiri yang tak kalah menarik. Vipul Ved Prakash (gambar di atas, tengah) adalah salah satu pendiri utama. Sebelum mendirikan Together AI, ia menjual startup sebelumnya, platform pencarian media sosial Topsy, ke Apple pada tahun 2013 dengan nilai dilaporkan lebih dari USD 200 juta. Dua pendiri lainnya adalah profesor Stanford Percy Liang (kiri) dan profesor asosiasi ETH Zürich/University of Chicago, Ce Zhang (kanan).

Pendanaan besar ini menegaskan posisi Together AI sebagai salah satu pemain dominan di pasar infrastruktur AI. Dengan valuasi yang mencapai Rp133 triliun, perusahaan ini siap bersaing dan terus mendorong adopsi model open source di kalangan korporasi. Ke depannya, fokus utama Together AI kemungkinan akan tetap pada penyediaan solusi komputasi AI yang efisien dan terjangkau bagi para pelanggannya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.