📑 Daftar Isi

Ilustrasi hard disk drive untuk penyimpanan data center AI milik Toshiba

Toshiba Investasi Rp6 Triliun, Kapasitas HDD AI Naik 2x pada 2027

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Toshiba investasi 60 miliar yen (USD380 juta) untuk perluas produksi HDD di Filipina
  • Kapasitas produksi HDD untuk AI dan cloud ditargetkan naik hampir 2x pada fiscal 2027
  • Drive baru mampu menyimpan data 40% lebih banyak; target HDD 65TB sekitar 2030 dan 100TB setelahnya
  • Otomatisasi inspeksi dan cleanroom kurangi kebutuhan tenaga kerja tambahan sekitar 40%
  • Toshiba kuasai sedikit di atas 10% pasar HDD global, targetkan pangsa 30%

Telset.id – Toshiba berencana menambah kapasitas produksi hard disk drive (HDD) untuk kebutuhan penyimpanan AI dan cloud hingga hampir dua kali lipat pada fiscal 2027. Langkah ini ditempuh melalui investasi 60 miliar yen atau sekitar USD380 juta (sekitar Rp6,2 triliun) untuk memperluas fasilitas manufaktur HDD di Filipina. Ekspansi ini menjadi yang pertama bagi Toshiba dalam sekitar lima tahun terakhir, dipicu oleh lonjakan permintaan infrastruktur AI yang membutuhkan penyimpanan berkapasitas besar dengan biaya relatif terjangkau.

Keputusan Toshiba menambah kapasitas produksi HDD AI mencerminkan pergeseran lanskap penyimpanan data. Data center yang melayani beban kerja kecerdasan buatan memerlukan ruang penyimpanan masif, namun tidak selalu menuntut kecepatan akses setingkat solid state drive (SSD). Kondisi inilah yang membuat HDD kembali relevan di tengah dominasi SSD pada segmen performa. Toshiba menilai permintaan terhadap media penyimpanan berkapasitas tinggi masih kuat, sehingga ekspansi produksi menjadi langkah yang logis.

Investasi Toshiba mencakup penambahan lini produksi baru di fasilitas Filipina. Selain itu, Toshiba akan memproduksi drive yang mampu menyimpan data hingga 40% lebih banyak dibandingkan produk yang ada saat ini. Peningkatan kapasitas per drive ini penting karena memungkinkan Toshiba memasok lebih banyak ruang penyimpanan tanpa harus menaikkan jumlah unit drive secara proporsional.

Peta Jalan Kapasitas dan Otomatisasi Pabrik

Toshiba tidak berhenti pada target jangka pendek. Perusahaan tengah mengembangkan HDD kelas 65TB yang diperkirakan hadir sekitar 2030, lalu disusul model yang mampu mencapai 100TB pada tahap berikutnya. Produk berkapasitas lebih tinggi ini menjadi kunci strategi Toshiba untuk memasok kebutuhan penyimpanan data center AI dalam skala besar.

Seiring peningkatan produksi, Toshiba juga berencana mengotomatiskan aktivitas inspeksi dan operasi cleanroom di fasilitas Filipina. Perusahaan memperkirakan perubahan ini dapat menekan kebutuhan tambahan tenaga kerja sekitar 40%, sekaligus meningkatkan hasil produksi (yields) manufaktur. Kombinasi otomatisasi dan kapasitas baru menjadi fondasi Toshiba dalam mengejar permintaan yang sedang tumbuh.

Dari sisi pangsa pasar, Toshiba saat ini menguasai sedikit lebih dari 10% pasar HDD global bila diukur berdasarkan kapasitas penyimpanan. Perusahaan menargetkan dapat menaikkan pangsa pasar tersebut hingga 30% dalam jangka panjang. Untuk mencapai target itu, Toshiba perlu mempercepat pasokan agar dapat menangkap permintaan yang didorong AI.

Mengapa HDD Masih Dibutuhkan Data Center AI

Hard disk drive tetap menjadi pilihan bagi rencana ekspansi Toshiba karena biayanya yang lebih rendah. Data center dapat menyimpan kumpulan data berukuran sangat besar tanpa harus bergantung pada SSD yang mahal. Meski SSD menawarkan akses lebih cepat, harganya sekitar 20 kali lebih tinggi dibandingkan HDD. Selisih harga ini membuat disk tetap menarik pada skenario di mana kapasitas lebih penting daripada kecepatan pengambilan data secara instan.

Sistem AI menghasilkan dan menyimpan data dalam jumlah besar. Tidak semua data itu membutuhkan performa setingkat SSD. Karena itu, permintaan terhadap penyimpanan berkapasitas tinggi terus muncul. Pola ini juga terlihat pada pesaing Toshiba. Seagate dan Western Digital menghadapi permintaan kuat dari pelanggan data center untuk drive berkapasitas tinggi.

The Seagate Exos X24 24TB hard drives are piling up

Seagate dilaporkan telah mengalokasikan sebagian besar kapasitas nearline HDD-nya hingga 2028. Beberapa pelanggan bahkan membahas kebutuhan yang membentang hingga 2029 dan setelahnya. Western Digital juga telah mengunci sebagian besar produksinya untuk 2027, dengan sebagian kapasitas 2028 dan 2029 sudah terpesan. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap HDD berkapasitas tinggi tidak hanya dialami Toshiba, tetapi juga pemain utama lain di industri yang sama.

Toshiba tidak bergerak sendirian dalam memperluas kapasitas. Pemasok komponen HDD khusus juga meningkatkan kemampuan manufaktur mereka. Nitto Denko berencana membelanjakan 28 miliar yen (sekitar USD117 juta) untuk memperluas produksi CISFLEX. Kapasitasnya diperkirakan naik 40% pada fiscal 2028 dibandingkan fiscal 2025. Nitto Denko menguasai lebih dari 90% pasar global untuk komponen yang digunakan pada rakitan suspensi magnetic-head HDD.

Selain itu, Western Digital secara terpisah merencanakan investasi sekitar USD1 miliar di Jepang hingga 2030. Investasi itu mencakup riset, teknologi manufaktur, rekrutmen, dan kerja sama dengan universitas. Langkah para pemasok komponen dan pesaing ini memperkuat gambaran bahwa ekosistem penyimpanan sedang bersiap menghadapi lonjakan kebutuhan yang dipicu AI.

Bagi Toshiba, tantangan langsungnya adalah meningkatkan pasokan secepat mungkin untuk menangkap permintaan yang digerakkan AI. Sementara itu, rencana jangka panjangnya adalah menaikkan pangsa pasar hingga 30%. Kombinasi ekspansi kapasitas, otomatisasi pabrik, dan peta jalan produk berkapasitas besar menjadi tiga pilar utama strategi Toshiba menghadapi era penyimpanan AI.

Langkah Toshiba ini juga memperlihatkan bahwa adopsi AI tidak hanya mendorong permintaan chip dan komputasi, tetapi juga menciptakan tekanan pada sisi penyimpanan. Data center perlu menyimpan data pelatihan, data operasional, hingga hasil inferensi dalam volume yang terus bertambah. Di titik inilah HDD berkapasitas besar memainkan peran yang sulit digantikan, terutama ketika efisiensi biaya menjadi pertimbangan utama.

Dengan target kapasitas produksi yang hampir dua kali lipat pada fiscal 2027 dan peta jalan menuju drive 65TB hingga 100TB, Toshiba menempatkan penyimpanan sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan infrastruktur AI. Ekspansi di Filipina, otomatisasi fasilitas, serta dukungan pemasok komponen menjadi bagian dari upaya tersebut. Perkembangan ini akan menentukan seberapa besar peran Toshiba dalam lanskap penyimpanan global beberapa tahun ke depan.

[ META_DESCRIPTION]
Toshiba investasi USD380 juta untuk perluas produksi HDD di Filipina. Kapasitas penyimpanan AI ditargetkan naik hampir dua kali lipat pada fiscal 2027.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.