📑 Daftar Isi

Unitree AS2-W robotic vehicle dengan kemampuan AI onboard untuk medan berat

Unitree AS2-W Robot Wolf AI: Mampu Daki Lereng 45 Derajat

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Unitree resmi meluncurkan AS2-W, robot darat tak berawak (UGV) roda empat
  • Bobot 25 kg, mampu membawa muatan statis hingga 150 kg
  • Jarak tempuh 30 km tanpa muatan, 25 km dengan beban 16 kg
  • Mampu mendaki lereng 45 derajat dan melewati rintangan 80 cm
  • Kecepatan maksimal 6 m/s dengan torsi puncak 95 N·m
  • Baterai 648 Wh (15.000 mAh) dengan operasi lebih dari 3 jam
  • Dilengkapi LiDAR 64-128 jalur, kamera HD, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.2, GPS, 4G
  • Modul AI 150 TOPS untuk pemrosesan objek langsung di perangkat
  • Sistem navigasi otonom ISS 3.0 dengan akurasi posisi sentimeter
  • Peringkat IP54, operasi suhu -20°C hingga 55°C
  • Menarik minat militer setelah muncul di latihan Steppe Partner 2026
  • Unitree belum konfirmasi penggunaan prosesor Nvidia

Telset.id – Unitree, perusahaan robotika asal China, resmi memperkenalkan platform kendaraan darat tak berawak (UGV) terbarunya bernama AS2-W. Robot roda empat ini dirancang untuk medan berat, mampu membawa muatan hingga 150 kg saat diam dan mendaki lereng curam hingga 45 derajat tanpa intervensi manual. Peluncuran ini menandai langkah signifikan Unitree dalam mengembangkan robot militer dan industri dengan kemampuan AI onboard yang canggih.

Pengumuman tersebut muncul di situs resmi Unitree setelah platform serupa terlihat dalam latihan militer bersama China-Mongolia, Steppe Partner 2026. Ketertarikan militer terhadap AS2-W sudah terlihat sejak kemunculannya dalam latihan tersebut, di mana laporan militer China menyebutkan platform robot serupa melakukan tugas pengintaian dan dukungan tembakan. Namun, pengumuman komersial Unitree lebih fokus pada karakteristik teknis daripada penempatan operasional.

AS2-W memiliki bobot 25 kg dan dapat membawa muatan statis hingga 150 kg saat berhenti. Untuk mobilitas, robot ini mampu menempuh jarak sekitar 30 km dalam sekali pengisian daya tanpa muatan, atau sekitar 25 km saat membawa beban hingga 16 kg. Kecepatan maksimumnya melebihi 6 m/s, didukung modul sambungan kelas industri dengan torsi puncak sekitar 95 N·m.

Unitree AS2-W robotic vehicle

Spesifikasi dan Kemampuan AI Onboard

Unitree menyebut platform ini menggunakan baterai 648 Wh, 15.000 mAh yang mampu memberikan lebih dari tiga jam operasi tanpa muatan. Perlengkapan teknisnya meliputi LiDAR kelas industri 64 hingga 128 jalur, kamera HD, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.2, GPS, konektivitas 4G, mikrofon, speaker, dan lampu depan. Robot ini juga mendukung peringkat ketahanan debu dan air IP54 serta dirancang untuk beroperasi pada suhu mulai dari -20°C hingga 55°C.

Unitree juga menyediakan perangkat lunak pengembang, API, dan dukungan untuk model kecerdasan buatan yang memungkinkan interaksi otonom dan pengambilan keputusan. AS2-W menjalankan modul AI berkinerja tinggi yang mampu mencapai 150 TOPS, atau triliunan operasi per detik, langsung di perangkat. Namun, perusahaan belum mengonfirmasi apakah prosesor tersebut benar-benar diproduksi oleh Nvidia, meskipun banyak laporan yang menyebutkan demikian.

Sistem navigasi otonom ISS 3.0 dirancang untuk memberikan akurasi posisi tingkat sentimeter saat bergerak melalui lingkungan operasi yang kompleks. Kemampuan AI onboard memungkinkan pemrosesan objek langsung di platform, yang berpotensi mengurangi penundaan yang terkait dengan transmisi informasi ke operator jarak jauh. Kombinasi navigasi otonom, komputasi onboard, dan mobilitas off-road ini mencerminkan minat yang lebih luas pada kendaraan darat tak berawak di berbagai program pertahanan di seluruh dunia.

Uji Medan dan Ketahanan Operasional

Video demonstrasi yang dirilis perusahaan menunjukkan robot ini menavigasi lereng berbatu tanpa kehilangan pijakan sepanjang pengujian. Rekaman yang sama juga memperlihatkan mesin ini tetap mempertahankan mobilitas penuh bahkan setelah jatuh dari platform yang ditinggikan selama pengujian terpisah. Kemampuan ini menunjukkan ketahanan fisik yang dirancang untuk kondisi operasional yang keras.

Meskipun demikian, Unitree belum mengungkapkan batasan operasional lengkap, ketahanan saat digunakan militer secara berkelanjutan, atau performa saat membawa muatan yang lebih berat. Video YouTube robot ini juga menyertakan peringatan: “Mohon, pastikan semua orang menggunakan robot dengan cara yang ramah dan aman.” Pernyataan ini menegaskan posisi Unitree yang menekankan penggunaan komersial dan keamanan, meskipun ada minat militer yang jelas terhadap platform tersebut.

Ketertarikan pada UGV juga terlihat di berbagai program pertahanan global, sejalan dengan perkembangan robotika darat di China dan negara lain. Kombinasi kemampuan AI onboard, navigasi otonom, dan mobilitas off-road menjadikan AS2-W sebagai platform yang menarik bagi berbagai aplikasi, baik militer maupun sipil. Namun, Unitree tetap berfokus pada karakteristik teknis dalam pengumuman komersialnya.

Dengan peluncuran AS2-W, Unitree memperkuat posisinya di pasar robotika global, bersaing dengan pemain lain yang juga mengembangkan UGV canggih. Kemampuan mendaki lereng 45 derajat dan membawa muatan berat menjadi nilai jual utama platform ini. Bagi industri pertahanan dan logistik, kehadiran robot seperti AS2-W dapat mengubah cara operasi lapangan dilakukan, meskipun Unitree belum mempublikasikan data lengkap mengenai batasan operasionalnya.

Ke depannya, pengembangan UGV seperti AS2-W akan terus dipantau, terutama terkait adopsi di sektor militer dan komersial. Unitree sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana produksi massal atau harga jual platform ini. Yang jelas, AS2-W telah menunjukkan bahwa robot darat otonom dengan AI onboard bukan lagi sekadar konsep, melainkan produk nyata yang siap diuji di berbagai medan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.