📑 Daftar Isi

Ilustrasi antarmuka pencarian ChatGPT dengan ikon mesin pencari Google di latar belakang

Volume Pencarian ChatGPT Capai 20 Persen Google, Sinyal Pergeseran Pasar

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • OpenAI sebut volume pencarian ChatGPT capai 20 persen Google
  • Adam Fry ungkap angka itu di acara pers pada Senin
  • Definisi pencarian: kueri yang berujung pada pencarian web
  • Bing hanya sekitar 3 persen pangsa pasar setelah satu dekade
  • OpenAI dorong "Intelligent UI" dan monetisasi lewat iklan
  • IPO OpenAI berpotensi berlangsung awal tahun depan

Telset.id – Volume pencarian yang dijalankan melalui ChatGPT kini setara dengan 20 persen volume pencarian Google. Angka itu diumumkan langsung oleh Adam Fry, consumer product lead ChatGPT di OpenAI, dalam sebuah acara pers pada Senin (2026). Pengumuman ini menandai pertama kalinya OpenAI membeberkan perbandingan langsung antara aktivitas pencarian di ChatGPT dan mesin pencari Google.

Fry menjelaskan bahwa OpenAI mendefinisikan sebuah pencarian sebagai setiap kali pengguna memasukkan kueri yang berujung pada pencarian web. Definisi itu berbeda dari tugas lain seperti mendefinisikan sebuah istilah atau penjelasan how-to sederhana. Namun, Fry tidak merinci sumber angka volume pencarian Google yang ia gunakan sebagai pembanding.

Meski baru seperlima dari Google, posisi ChatGPT tetap menjadi sinyal penting dalam persaingan mesin pencari. Sebagai perbandingan, CEO Microsoft Satya Nadella pernah menyebut dalam persidangan antitrust Google pada 2023 bahwa Bing hanya menguasai sekitar 3 persen pangsa pasar mesin pencari setelah berupaya lebih dari satu dekade. Dalam persidangan yang sama, Google menyebut AI sebagai potensi disrupsi dan menilai ChatGPT berpeluang bersaing serius. Kini OpenAI tampaknya sepakat dengan penilaian tersebut.

Pencarian Bergeser, Google Pun Berbenah

Pengumuman OpenAI hadir di tengah gejolak yang sedang berlangsung di industri mesin pencari. Google terus mengurangi rujukan konvensional ke situs pihak ketiga dan berinvestasi besar pada perangkat AI. Langkah itu tidak hanya lewat AI Overview, tetapi juga kemampuan AI generatif lain, termasuk hasil pencarian personal dengan visualisasi dan grafik.

Di sisi lain, OpenAI disebut kemungkinan menggunakan Microsoft Bing untuk sebagian besar pencariannya, bersama indeks pencarian internal perusahaan. Meski demikian, masih ada spekulasi bahwa sebagian kueri dialihkan melalui Google. OpenAI sendiri tidak membeberkan detail arsitektur di balik mesin pencarinya.

Fry juga menyoroti pendekatan yang disebut OpenAI sebagai “Intelligent UI”, yakni pembuatan antarmuka visual dan interaktif di dalam respons chatbot. Menurutnya, arah teknologi ini akan mengarah pada percakapan dengan sebuah kanvas. “That’s where the future of this technology goes. You’re talking to a canvas,” ujarnya.

Iklan dan Jalan Menuju IPO

Seperti Google, OpenAI melihat potensi jalur profitabilitas melalui iklan, terutama saat perusahaan mendekati IPO yang berpotensi berlangsung awal tahun depan. OpenAI sebelumnya membela langkah periklanannya, dan Fry menyatakan kepada wartawan bahwa iklan tidak menimbulkan reaksi negatif yang bertahan lama.

“Ads have not negatively impacted the product or the usage of the product,” kata Fry, seraya menambahkan bahwa “most people do not seem to mind ads in the product.” Bulan lalu, OpenAI mengumumkan akan mulai menampilkan gambar produk dan layanan bersponsor di ChatGPT. Sebelumnya, iklan hanya berupa nama perusahaan, logo, dan tautan ke produknya.

Fry bahkan menyinggung bahwa iklan mungkin menunjukkan OpenAI bisa berbuat lebih banyak di area ini. “Ads have maybe shown us that we could be doing this more, actually,” ucapnya. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa monetisasi lewat iklan akan menjadi bagian dari strategi OpenAI ke depan, sejalan dengan persiapan menuju pasar publik.

Bagi OpenAI, capaian 20 persen volume pencarian Google menjadi penanda bahwa ChatGPT mulai bergerak dari alat percakapan menjadi pintu masuk pencarian. Persaingan dengan Google pun tidak lagi soal mesin pencari konvensional, melainkan soal siapa yang menguasai antarmuka pencarian berbasis AI. Langkah Google berbenah lewat AI Overview dan OpenAI memperluas iklan di ChatGPT menunjukkan keduanya bergerak ke arah yang sama. Sejumlah inisiatif lain juga menjadi sorotan, seperti upaya penguatan keamanan dan dinamika nilai perusahaan yang turut mewarnai perjalanan OpenAI.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.