Aplikasi YouTube di HP dengan tampilan antarmuka utama

YouTube Tandai Video AI Secara Otomatis Mulai Mei 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • YouTube menerapkan penandaan otomatis untuk video AI mulai Mei 2026
  • Sistem internal akan mendeteksi penggunaan AI fotorealistis yang signifikan
  • Kreator bisa menghapus label di YouTube Studio jika tidak sesuai
  • Label bersifat permanen untuk video dari Veo, Dream Screen, atau dengan watermark C2PA
  • Tata letak label AI diubah lebih menonjol: di bawah player untuk video panjang, kiri bawah untuk Shorts
  • Kebijakan ini respons terhadap maraknya konten AI tanpa label

Telset.id – YouTube resmi menerapkan sistem penandaan otomatis untuk video buatan AI mulai Mei 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap konten yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan tetap memiliki label yang jelas, meskipun kreatornya lupa atau sengaja tidak mencantumkannya.

Kebijakan baru ini diumumkan setelah peluncuran Gemini Omni, model AI multimodal terbaru dari Google yang mampu menghasilkan video berkualitas tinggi dengan pemahaman fisika, budaya, sejarah, dan sains. YouTube menyebut bahwa sistem internalnya akan secara otomatis menambahkan label AI ketika mendeteksi penggunaan AI fotorealistis yang signifikan dalam sebuah video.

Platform berbagi video milik Google tersebut menegaskan bahwa kebijakan terkait label AI tidak berubah secara fundamental. Namun, mereka kini mengambil langkah proaktif dalam mengawasi konten di platform-nya. Kreator tetap memiliki kewajiban untuk mengungkapkan penggunaan AI dalam konten mereka. Akan tetapi, jika mereka lupa, YouTube akan memberikan label pada video tersebut secara otomatis.

Label AI di YouTube

Bagi kreator yang merasa videonya dilabeli sebagai konten AI padahal bukan, mereka dapat mengubah status disclosure di YouTube Studio untuk menghilangkan label tersebut. Namun, ada pengecualian penting. Jika YouTube mendeteksi bahwa video dibuat menggunakan layanan AI Google seperti Veo atau Dream Screen, atau memiliki watermark C2PA — standar industri baru untuk menandai konten buatan AI — maka label tersebut akan tetap ada secara permanen.

Selain penandaan otomatis, YouTube juga mengubah tata letak label AI agar lebih konsisten dan menonjol. Sebelumnya, label hanya muncul di bagian deskripsi yang harus dibuka secara penuh oleh pengguna. Kini, untuk video berdurasi panjang, label akan ditempatkan di bawah video player, tepat di atas ikon channel. Sementara untuk konten Shorts, label akan ditampilkan di bagian kiri bawah video.

Langkah ini merupakan respons terhadap semakin maraknya konten buatan AI yang beredar di media sosial tanpa label yang jelas. Dengan sistem baru ini, YouTube berharap dapat memberikan transparansi lebih kepada pengguna mengenai asal-usul konten yang mereka tonton.

Kebijakan penandaan otomatis ini menjadi salah satu upaya terbesar YouTube dalam mengatur konten AI di platform-nya. Sebelumnya, platform ini hanya mengandalkan kreator untuk secara sukarela melabeli konten mereka. Kini, dengan deteksi otomatis berbasis sinyal internal, YouTube dapat memastikan bahwa tidak ada konten AI yang lolos tanpa label.

Bagi kreator konten, perubahan ini berarti mereka harus lebih berhati-hati dalam mengelola pengaturan disclosure di YouTube Studio. Meskipun mereka memiliki opsi untuk menghapus label yang dianggap tidak tepat, keputusan akhir tetap berada di tangan YouTube jika sistem mendeteksi penggunaan AI dari layanan Google atau watermark C2PA.

Sistem watermark C2PA sendiri merupakan standar industri yang mulai diadopsi oleh berbagai platform untuk memudahkan identifikasi konten buatan AI. Dengan adanya watermark ini, proses verifikasi asal-usul konten menjadi lebih mudah dan dapat diotomatisasi.

Dari sisi pengguna, perubahan tata letak label AI membuat informasi ini lebih mudah diakses. Pengguna tidak perlu lagi membuka deskripsi video secara penuh untuk mengetahui apakah sebuah konten dibuat dengan bantuan AI. Cukup dengan melihat di bawah video player atau di sudut kiri bawah Shorts, mereka bisa langsung mengetahui status konten tersebut.

Ke depannya, kebijakan ini diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi AI. YouTube sendiri telah menunjukkan komitmennya untuk terus memperbarui sistem deteksi dan pelabelan konten AI agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai fitur-fitur terbaru YouTube, Anda dapat membaca artikel tentang YouTube Premium yang menjadi senjata baru di industri podcast.

Komentar

Belum ada komentar.