Telset.id – CEO dan founder startup AI China, Z.ai, Jie Tang, menyatakan bahwa model AI kelas Fable 5 buatan China akan hadir lebih cepat dari perkiraan Elon Musk. Dalam interaksi di X, Musk memperkirakan model tersebut baru akan rilis pada kuartal pertama 2027, tetapi Tang membantahnya dengan tegas: “tidak akan selama itu.”
Pernyataan ini muncul di tengah ketatnya persaingan AI antara China dan Amerika Serikat. Jie Tang mungkin masih asing di dunia Barat, namun ia adalah pendiri Z.ai, sebelumnya dikenal sebagai Zhipu AI, salah satu startup AI terkemuka di China yang berbasis di Beijing.
Z.ai baru saja merilis model AI terbarunya, GLM-5.2, pada 16 Juni 2026. Berdasarkan tolok ukur internal perusahaan, GLM-5.2 memiliki performa yang hampir setara dengan Anthropic Opus 4.7 hingga 4.8, yang masing-masing dirilis pada April dan Mei tahun ini. Model ini juga secara konsisten mengungguli GPT-5.5 milik OpenAI dan Gemini 3.1 Pro milik Google.

Anthropic sendiri meluncurkan model publik terbaru dan terkuatnya, Fable 5, pada 10 Juni lalu. Model ini sebenarnya merupakan versi “nerfed” dari Mythos 5 yang telah dipratinjau ke entitas tertentu pada awal April. Namun, hanya tiga hari setelah publik dapat menikmati Fable 5, pemerintah AS memberlakukan direktif kontrol ekspor pada model tersebut dan melarang semua warga negara asing, termasuk karyawan Anthropic sendiri, untuk mengaksesnya.
Karena Anthropic tidak dapat menjamin kepatuhan penuh terhadap perintah tersebut, perusahaan memutuskan untuk menarik Fable 5 dan Mythos 5 dari seluruh dunia. Situasi ini membuka peluang bagi Z.ai untuk mengambil alih pasar pengguna yang menginginkan model AI mutakhir.
Jika Z.ai benar-benar mengerjakan model AI frontier yang lebih kuat dan bisa menyaingi atau bahkan mengungguli Fable 5, pengguna yang menginginkan model tercanggih kemungkinan akan beralih ke penyedia AI China begitu model tersebut online. Namun, ini tidak berarti AS akan secara otomatis dirugikan, karena masih memiliki Mythos dan Fable.
Pemerintah AS mengklaim bahwa mereka hanya memberlakukan kontrol ekspor Fable 5 setelah Amazon menemukan bahwa guardrails model Anthropic tersebut bisa ditembus (jailbreak), dan perusahaan menolak untuk memperbaikinya sebelum dirilis. Sebagai pembelaan, startup AI tersebut mengklaim bahwa jailbreak yang dimaksud bersifat minor dan dapat direplikasi di model lain seperti GPT-5.5. Washington menyatakan bahwa setelah masalah tersebut diatasi melalui patch, pembatasan akan dicabut dan pengguna asing dapat mengakses Fable 5 kembali.
Baik China maupun AS saat ini sedang dalam perlombaan untuk mendapatkan model AI paling canggih. AS telah memasang hambatan besar untuk menghalangi kemajuan China, termasuk penerapan kontrol ekspor pada chip AI terbaru, peralatan yang dibutuhkan untuk membuat semikonduktor terbaru, dan bahkan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendesainnya.
Terlepas dari hambatan tersebut, perusahaan-perusahaan China terus menemukan cara untuk mencapai terobosan. Salah satu perkembangan terbesar sejauh ini adalah kemunculan DeepSeek pada akhir 2024. Kini, Jie Tang tampaknya ingin merebut mahkota China dari DeepSeek dengan mengklaim bahwa Z.ai dapat meluncurkan model yang bisa menandingi yang terbaik dari Amerika Serikat dalam beberapa bulan mendatang.
Persaingan ini menunjukkan bahwa meskipun ada berbagai hambatan, inovasi AI di China terus berjalan. Jika Z.ai berhasil mewujudkan klaimnya, peta persaingan AI global bisa berubah secara signifikan dalam waktu dekat.
Pengamat industri menilai bahwa pernyataan Tang bukan sekadar gertakan. Dengan rekam jejak Z.ai yang telah merilis GLM-5.2 dengan performa impresif, bukan tidak mungkin mereka memiliki model yang lebih kuat dalam pengembangan. Kecepatan rilis model-model AI China dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kesenjangan dengan AS semakin menyempit.
Namun, masih ada pertanyaan besar mengenai kepatuhan terhadap regulasi internasional dan keamanan model. Kasus Fable 5 yang ditarik karena masalah guardrails menunjukkan bahwa kekuatan model saja tidak cukup; aspek keamanan dan kepatuhan juga menjadi pertimbangan penting bagi pengguna global.
Bagi pengguna di Indonesia, perkembangan ini bisa menjadi angin segar. Jika Z.ai berhasil merilis model yang setara Fable 5 tanpa hambatan regulasi, akses terhadap teknologi AI tercanggih bisa menjadi lebih terbuka. Ini sejalan dengan tren ekspansi global brand China yang semakin agresif.
Implikasinya, persaingan AI global kini memasuki babak baru di mana China tidak lagi sekadar mengejar ketertinggalan, tetapi mulai menjadi pemain yang setara. Keputusan Washington untuk menarik Fable 5 justru membuka celah bagi Z.ai untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Anthropic.





Komentar
Belum ada komentar.