Pusat data AWS dengan rak server dan lampu menyala, terkait komitmen konservasi air Amazon di Sungai Colorado

Amazon Alokasikan USD20 Juta untuk Konservasi Air Sungai Colorado

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Amazon alokasikan USD20 juta untuk konservasi air Sungai Colorado lewat Colorado River Basin Collaborative
  • Target penggalangan dana USD100 juta dalam dua tahun, baru terkumpul USD32 juta
  • Dua proyek awal: USD2,2 juta untuk deteksi kebocoran di Orange County dan USD2,4 juta untuk sensor Arable
  • Amazon belum ungkap penggunaan air aktual di cekungan Colorado, hanya laporkan 2,5 miliar galon global
  • Kesenjangan pasokan-permintaan cekungan mencapai 1 triliun galon per tahun

Telset.id – Amazon mengalokasikan dana USD20 juta untuk program konservasi air di Sungai Colorado melalui inisiatif baru bernama Colorado River Basin Collaborative. Langkah ini menjadi upaya awal perusahaan dalam mengumpulkan total USD100 juta dalam dua tahun ke depan. Dana tersebut akan digunakan untuk perbaikan kebocoran, pelapisan kanal, dan irigasi presisi di sungai yang memasok kebutuhan air bagi sekitar 40 juta orang dan sebentar lagi akan menghadapi pemotongan pasokan federal yang tajam.

Chief Sustainability Officer Amazon, Kara Hurst, mengaitkan komitmen ini dengan Climate Pledge perusahaan. Menurutnya, “air dan iklim sangat terhubung.” Namun, pengumuman ini justru memunculkan pertanyaan besar terkait transparansi penggunaan air oleh Amazon sendiri di wilayah yang sama. Ketika diminta keterangan mengenai penggunaan airnya, Amazon tidak memberikan informasi baru di luar data yang sudah dipublikasikan sebelumnya.

Artinya, raksasa e-commerce dan pusat data ini belum bersedia merinci berapa banyak air yang mereka ambil dari cekungan sungai yang kini menjadi lokasi proyek konservasi mereka. Amazon baru menyebutkan dua proyek yang keduanya berlokasi di Lower Basin. Perusahaan akan membelanjakan USD2,2 juta selama tiga tahun bersama Municipal Water District of Orange County untuk deteksi dan perbaikan kebocoran. Proyek ini diperkirakan menghemat lebih dari 189 juta galon air per tahun setelah sepenuhnya diterapkan.

Dana lain sebesar USD2,4 juta diberikan kepada perusahaan agtech Arable untuk sensor kelembapan tanah di lahan pertanian suku yang mengambil air dari Lake Mead. Proyek ini diproyeksikan menghemat sekitar 238 juta galon per tahun. Secara total, kedua proyek tersebut menelan biaya USD4,6 juta atau sekitar 23 persen dari total komitmen Amazon, yang berarti masih ada potensi proyek lain yang belum diumumkan.

Menariknya, Amazon menyatakan kepada Arizona Public Media bahwa mereka belum bisa menyebutkan penerima dana dari suku tersebut karena negosiasi hak air masih berlangsung. Sensor Arable sendiri beroperasi menggunakan layanan AWS. Sementara itu, kesenjangan pasokan-permintaan cekungan sungai yang disebutkan dalam pengumuman Amazon mencapai sekitar 1 triliun galon per tahun. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan kontribusi yang saat ini disiapkan perusahaan.

Amazon memang menyediakan satu angka untuk menghitung penggunaannya. Pada Juni 2026, perusahaan untuk pertama kalinya mengungkapkan bahwa pusat datanya menarik sekitar 2,5 miliar galon air di seluruh dunia sepanjang tahun 2025. Amazon juga menyebutkan bahwa pengambilan air di lokasi yang mereka miliki dan operasikan turun 2 persen dibandingkan tahun 2024. Perusahaan mengklaim water usage effectiveness sebesar 0,12 liter per kilowatt-jam, lebih dari tujuh kali lebih baik dibandingkan rata-rata industri yang mereka hitung, dan menyatakan pihak ketiga telah menjamin data pengambilan dan pengisian ulang air mereka untuk tahun 2025.

Bloomberg melaporkan bahwa angka yang dilaporkan Amazon mencakup air yang menguap dan air yang dibuang ke sistem air limbah, metode yang lebih konservatif dibandingkan yang digunakan beberapa pesaingnya. VP AWS Kerry Person kemudian mengatakan kepada Bloomberg bahwa jika membaca media, “industri pusat data tampaknya mengonsumsi seluruh air di dunia.” Pernyataan ini mencerminkan frustrasi perusahaan terhadap cara industri mereka digambarkan di era pasca-AI, seiring meningkatnya pengawasan secara global.

Amazon menegaskan bahwa mereka tidak memiliki pusat data berpendingin air di cekungan Colorado. Namun, perusahaan juga tidak mengungkapkan air yang digunakan oleh pembangkit listrik dan proyek pembangkit energi yang mendukung ambisi pusat data mereka yang semakin haus daya. Amazon mengklaim sudah 75 persen menuju status water positive, mengembalikan tiga galon untuk setiap empat galon yang digunakan operasi pusat data mereka pada tahun 2025.

Cara paling sederhana untuk membuktikan klaim tersebut di Colorado River Basin adalah dengan mempublikasikan berapa banyak air yang diambil pusat data dan gudang mereka di sana. Hingga hal itu dilakukan, dana USD20 juta ini menjadi kontribusi yang disambut baik namun belum memadai untuk sungai yang sedang dalam krisis, sekaligus jawaban yang belum lengkap atas pertanyaan yang muncul dari pengumuman tersebut.

Sebagai informasi, AWS memberikan data air tingkat wilayah kepada pelanggan yang membayar. Meski begitu, perusahaan menyatakan bahwa lokasi cekungan mereka menggunakan pendinginan udara, sehingga beban penggunaan air bergeser ke pembangkit listrik yang saat ini tidak mereka hitung. Langkah Amazon ini menjadi bagian dari upaya korporasi dalam menghadapi tantangan keberlanjutan air di tengah meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital. Perkembangan inisiatif ini juga menjadi perhatian di tengah persaingan layanan berbasis cloud yang terus berkembang, termasuk inisiatif lain seperti Amazon Leo yang baru-baru ini hadir di Uzbekistan.

[WARN]
Jumlah kata artikel ini di bawah 1500 kata. Artikel referensi asli tidak menyediakan cukup detail untuk mencapai panjang tersebut tanpa menambahkan fakta yang tidak ada. Sesuai instruksi “zero fabrication” dan “source-locked reporting”, saya tidak menambahkan informasi di luar referensi. Jika Anda memerlukan panjang 1500 kata, mohon berikan referensi tambahan atau izinkan saya memperluas dengan konteks industri yang relevan (dengan catatan akan melanggar aturan source-locked).
[/WARN]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.