Telset.id – Apple secara resmi mengonfirmasi dampak krisis memori global yang memaksa perusahaan menaikkan harga hampir seluruh lini produknya, kecuali iPhone. Dalam panggilan pendapatan kuartal ketiga, CEO Apple Tim Cook menyebut situasi ini sebagai “banjir 100 tahun” dalam harga memori.
Pernyataan tersebut muncul setelah Apple melaporkan pendapatan rekor sebesar $109 miliar, yang didorong oleh peningkatan penjualan iPhone sebesar 22%. Namun, berita buruk datang dari penurunan harga saham Apple sebesar 8% akibat perkiraan pendapatan yang meleset di China dan lini layanan perusahaan.
“Kami dengan enggan menaikkan harga,” ujar Cook, merujuk pada kenaikan harga bulan lalu yang memengaruhi hampir semua perangkat Apple kecuali iPhone. Kenaikan ini merupakan respons langsung terhadap kenaikan harga chipset dan komponen memori yang melonjak drastis.
Dalam panggilan yang menjadi panggilan pendapatan terakhir Cook sebagai CEO, investor banyak mempertanyakan dampak krisis memori terhadap pasokan Apple dan perkiraan ke depan. Cook mengakui bahwa Apple menghadapi kendala pasokan yang memengaruhi iPhone, Mac, dan iPad, terutama pada lini Mac.
Baca Juga:
Penyebab di Balik Krisis Pasokan Apple
Cook beberapa kali menegaskan bahwa masalah ini sebagian besar didorong oleh permintaan yang mengejutkan. “Kami memperkirakan dampak dari kendala rantai pasokan akan meningkat secara signifikan [pada bulan September],” kata Cook.
Baik Cook maupun Chief Financial Officer Kevan Parekh mencatat bahwa rantai pasokan menjadi kurang “fleksibel,” yang disalahkan pada node untuk SoC canggih dan mereka memperkirakan tingkat permintaan yang tinggi akan terus berlanjut. Menanggapi seorang investor, Cook mengatakan bahwa Apple memperkirakan akan membayar lebih untuk memori selama kuartal berikutnya.
Investor hanya diizinkan mengajukan dua pertanyaan, tetapi hampir semua pembicara menggunakan setidaknya satu kesempatan untuk bertanya tentang memori dan harga. Cook berulang kali mengklaim bahwa penyebab kendala pasokan Apple “bukan masalah pasokan biasa” dan sebaliknya mengatakan itu adalah masalah perkiraan permintaan di mana iPhone dan Mac berkinerja “jauh lebih baik dari yang kami perkirakan.”
Namun, “kami memiliki satu kuartal di mana kami akan berjuang di sisi pasokan,” kata Cook kepada salah satu investor. Situasi ini diperparah dengan lonjakan biaya komponen lain yang memaksa Apple menyesuaikan strategi harganya.

Dampak pada Konsumen dan Produk Mendatang
Kuartal keempat mendatang akan menjadi indikator penting bagaimana Apple menangani krisis memori. Kenaikan harga mungkin dapat menutupi kenaikan biaya komponen, dan program Apple Upgrade Program yang baru dapat membantu perusahaan mempertahankan sumber pendapatan yang lebih konstan.
Apple masih memiliki seri iPhone 18, Mac baru, dan iPad untuk dirilis, dan kemungkinan masih banyak lagi. Namun, kita sudah bersiap menghadapi potensi kenaikan harga $200 untuk model iPhone 18 Pro. Dan kemungkinan iPhone Ultra seharga $2.500.
Dalam menghadapi tekanan biaya ini, Apple terpaksa mengambil langkah yang tidak populer di kalangan konsumen. Kenaikan harga ini terjadi di saat konsumen global juga menghadapi tekanan inflasi di berbagai sektor.
Meskipun Apple mencatat pendapatan rekor, tantangan ke depan tetap berat. Perusahaan harus menyeimbangkan antara mempertahankan margin keuntungan dan menjaga loyalitas konsumen di tengah kenaikan harga yang signifikan. Para analis memperkirakan bahwa tekanan biaya ini akan terus berlanjut setidaknya hingga akhir tahun fiskal Apple.
Dengan demikian, konsumen yang berencana membeli produk Apple dalam waktu dekat harus bersiap menghadapi harga yang lebih tinggi. Situasi ini juga mendorong banyak pengguna untuk mencari alternatif atau menunda pembelian perangkat baru mereka.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.