Telset.id – Apple secara resmi menaikkan harga sejumlah perangkat utamanya, termasuk iPad, Mac, HomePod, dan Vision Pro, pada hari ini. Keputusan ini dipicu oleh lonjakan harga komponen memori dan chip penyimpanan yang melonjak hingga empat kali lipat akibat derasnya permintaan dari pusat data AI.
Kenaikan harga ini telah diantisipasi setelah CEO Apple Tim Cook memberikan peringatan pekan lalu. Dalam pernyataannya, Cook menyebutkan bahwa kelangkaan chip memori dan penyimpanan, yang disebabkan oleh ekspansi pusat data AI, akan memaksa perusahaan untuk menyesuaikan harga. Kini, dampaknya mulai terasa di lini produk Apple.
Rentang kenaikan harga bervariasi, mulai dari 6 persen hingga 54 persen. Produk yang terkena dampak meliputi HomePod mini, Apple TV, berbagai model iPad, MacBook, iMac, Mac mini, Mac Studio, dan Vision Pro. Sementara itu, lini iPhone, Apple Watch, AirPods, Apple Pencil, dan Studio Display untuk sementara waktu tidak mengalami perubahan harga.
Berikut adalah rincian lengkap harga baru untuk produk-produk Apple yang mengalami kenaikan:
- HomePod mini: $129 (naik dari $99, +30%)
- HomePod: $349 (naik dari $299, +17%)
- Apple TV: $199 (naik dari $129, +54%)
- iPad: $449 (naik dari $349, +29%)
- iPad mini: $599 (naik dari $499, +20%)
- iPad Air: $749 (naik dari $599, +25%)
- iPad Pro: $1.199 (naik dari $999, +20%)
- MacBook Neo: $699 (naik dari $599, +17%)
- MacBook Air: $1.299 (naik dari $1.099, +18%)
- MacBook Pro: $1.999 (naik dari $1.699, +18%)
- iMac: $1.499 (naik dari $1.299, +15%)
- Mac mini (M4 Pro): $1.599 (naik dari $1.399, +14%)
- Mac Studio (M4 Max): $2.499 (naik dari $1.999, +25%)
- Mac Studio (M3 Ultra): $5.299 (naik dari $3.999, +33%)
- Vision Pro: $3.699 (naik dari $3.499, +6%)
Kenaikan harga tertinggi terjadi pada Apple TV yang melonjak 54 persen, diikuti oleh HomePod mini (30 persen) dan iPad (29 persen). Kenaikan ini menunjukkan betapa besarnya tekanan biaya komponen yang dihadapi Apple saat ini.
Penyebab Krisis Chip Memori
Menurut laporan dari Counterpoint Research, fokus produksi chip yang beralih ke high-bandwidth memory (HBM) untuk server AI telah menyebabkan harga chip memori dan penyimpanan meroket. Dalam tiga kuartal terakhir, harga komponen ini telah melonjak hingga empat kali lipat. Kondisi ini menciptakan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada industri elektronik konsumen.
Seorang juru bicara Apple mengakui situasi ini dalam pernyataan resminya. “Industri elektronik konsumen menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ekspansi cepat pusat data AI telah menciptakan lonjakan permintaan yang luar biasa untuk memori dan penyimpanan. Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar ini, secepat ini, dan telah mencapai titik di mana kami perlu mulai menaikkan harga pada sejumlah produk,” ujar perwakilan Apple.
Perusahaan juga menyadari bahwa keputusan ini tidak akan diterima dengan baik oleh konsumen. “Kami tahu ini bukan kabar baik, dan kami bekerja tanpa lelah untuk menemukan solusi,” tambah pernyataan tersebut.
Baca Juga:
Dampak pada iPhone dan Masa Depan
Meskipun harga iPhone tidak tersentuh dalam pengumuman kali ini, para analis memperingatkan bahwa dampaknya mungkin hanya tinggal menunggu waktu. Tarun Pathak, research director di Counterpoint Research, memperkirakan bahwa kenaikan harga komponen dapat menambah biaya komponen hingga $200 untuk membangun sebuah iPhone. Ia meyakini Apple akan menaikkan harga model iPhone sebesar $150 hingga $200 pada peluncuran mendatang.
Kekhawatiran ini semakin relevan mengingat seluruh seri iPhone 18 diperkirakan akan dibekali RAM 12GB. Menurut perhitungan IDC, 54 persen model iPhone yang dikirimkan sejak 2022 tidak mendukung pengalaman Siri AI secara penuh karena hanya membutuhkan RAM 12GB. Hanya iPhone Air, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max yang memiliki memori cukup untuk menikmati fitur Siri AI secara lengkap, termasuk kustomisasi suara ekspresif dan dikte yang disempurnakan.
Kenaikan harga yang diumumkan hari ini juga berdampak langsung pada pasar saham. Saham Apple mengalami aksi jual besar-besaran, turun $17,88 atau 6,10 persen, menjadi $275,20 menjelang akhir perdagangan. Penurunan ini menghapus valuasi perusahaan lebih dari $260 miliar, hanya beberapa minggu setelah Apple mencapai rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di $315,20 pada 2 Juni 2026.
Langkah Apple ini merupakan respons terhadap kondisi pasar yang tidak biasa, di mana permintaan chip untuk AI mengalahkan kebutuhan perangkat konsumen. Bagi pengguna yang berencana membeli perangkat Apple, Fitur Terbaru dari produk-produk ini kini harus dibayar dengan harga yang lebih tinggi. Industri pun kini menanti apakah Apple akan mengambil langkah serupa untuk lini iPhone-nya, atau justru mencari cara lain untuk meredam dampak krisis komponen ini.





Komentar
Belum ada komentar.